
Azka merasa bersalah pada gadis yang saat ini sedang memberontak didekapannya. Alexa menangis seraya memukul mukul dada bidang Azka. hingga makin lama ia berhenti.
Azka masih belum melepaskan dekapannya entah kenapa ia merasa tidak ingin melepaskan Alexa sekertarisnya itu.
Setelah dirasa tenang Azka memulai pembicaraan diantara mereka.
"Makanlah dan minum obat yang sudah diresepkan
...----------------...
Alexa menurut apa yang dikatakan bosnya, Ia memakan bubur langsung yang disuapi Azka. Setelah melewati berbagai cekcok yang panjang akhirnya ia mau disuapi oleh Azka.
Azka meminta Sekertaris Alexa untuk meminum obat yang sudah dibeli oleh Sekertaris Arez tadi.
"Tidurlah aku akan menyelesaikan pekerjaanku" ucap Azka seraya mencium kening Alexa lumayan lama.
Ada perasaan aneh yang dirasakan oleh Alexa, Perasaan yang menjalar keseluruh tubuhnya. Pipinya memerah bak kepiting rebus.
"Istirahatlah disini tidak usah berfikir untuk bekerja" ucap Azka seraya tersenyum yang dijawabi anggukan.
Azka keluar dari ruang pribadinya, setelah berada di kursi kebesarannya ia tersadar "Kenapa aku lakukan itu padanya" kemudian ia meraba dadanya "Jantung gue" jantung Azka berdebar sangat kencang.
Azka menepis rasa itu dan kemudian melanjutkan pekerjaannya. Sore hari Alexa bangun dari tidurnya, kepalanya terasa berat. Alexa bangun dia masih mengenakan bathrobe yang dipakaikan Azka. Ia memungut pakaiannya namun sayang bajunya robek akibat ulah Azka.
Alexa berdiri menuju ke lemari pakaian milik bossnya itu. Ruang Pribadi Azka memang didesain khusus untuk Azka beristirahat juga sesekali dirinya menginap jika memang sangat diperlukan. Disana lengkap ranjang king size dan almari besar didalamnya penuh baju baju Azka dan memang disediakan oleh Alexa.
Disana terdapat kamar mandi yang elegan mirip hotel berbintang, dengan bathtup yang atapnya terbuat dari kaca transparan namun tetap dapat di tutup secara otomatis. Selain itu ruangan pribadi itu juga tersembunyi hanya beberapa orang saja yang tahu dan mempunyai akses untuk masuk.
Dokter Rian pun salah satu orang yang memiliki Akses memasuki ruangan pribadinya karena memang dialah putra dokter keluarga yang sering memeriksa Baron ketika kelelahan dan ambruk saat bekerja.
...----------------...
Alexa akhirnya menjatuhkan pilihannya pada kemeja putih milik Azka yang terlihat sangat besar dan kedodoran ditubuhnya. Alexa malu dia tidak memakai apapun untuk membungkus tubuhnya. Hingga tiba tiba Azka membuka pintu ruangan itu saat Alexa sedang bercermin. Alexa terkejut dan berbalik badan
"Apa yang sedang kamu lakukan" tanya Azka sesaat sebelum menyadari betapa seksinya wanita yang saat ini sedang berada dihadapannya ini. Sepersekian detik kemudian ia menelam ludah kasar lalu ia mengalihkan pandangannya.
"Aku sudah menyuruh Sekertaris Arez untuk membelikan baju baru untukmu" ucap Azka yang saat ini mendekat kearah Alexa.
Ditariknya tubuh Alexa membelakangi dirinya, Azka memeluk Alexa dari belakang dan menempelkan bahunya diceruk leher Alexa yang sedikit terekspose karena bajunya yang kebesaran. Alexa memberontak ia lagi lagi tidak ingin disentuh oleh kekasih sahabatnya itu.
Namun Azka makin mengeratkan pelukannya "Biarkan seperti ini dulu kumohon" pinta Azka.
"Sungguh Aku capek dan gak kuat, entah apa yang aku rasakan lagi kali ini" batin Alexa.
posisi mereka masih sama deru nafas Azka yang berada di bahu Alexa membuatnya menahan sesuatu.
"Sekertaris Alexa, aku punya rahasiamu aku harap kamu tahu itu. Jadi jangan berani pergi dariku" Bisik Azka tepat ditelinga Alexa
Azka mencium pipi Alexa
__ADS_1
"Stop" Alexa bergegas membalikkan badannya dan menatap sang presdirnya itu dengan tajam. Azka makin mendekat lalu
dia berhasil mendaratkan bibirnya ke bibir ranum milik Alexa. Dia menahan tengkuk Alexa yang saat ini sudah berontak. Azka tidak memerdulikan apa yang Alexa lakukan ia justru lebih memperdalamnya. Alexa benar benar kalah tenaga dia kualahan menyamai keagresifan Azka.
Tangan Azka digunakan untuk menahan tengkuk Alexa dan tangan yang satunya mulai naik meraba paha mulus Alexa
Tangan Azka itupun mulai nakal
satu ******* lolos dari mulut Alexa saat tangan Azka meremas kasar ********. Azka yang langsung menarik tubuh Alexa keranjang dan men******
"Presdir hentikan aku mohon" ucap Alexa yang sudah mulai menitikkan air matanya.
"Let's play baby" ucap Azka yang langsung men**** dan menggigit leher Alexa sehingga menimbulkan bekas kemerahan dimana mana.
"cukupp hiks hiks" tangis Alexa. Namun Azka masih melanjutkan Aksinya.
Akhirnya masuk setelah beberapa kali hentakkan. Alexa mencakar bahu Azka ia benar benar merasakan bagian bawahnya masih sakit namun ia masih harus melayani Azka lagi.
Azka menghentak hentakkan hingga saat ia ingin mencapai puncak pintu diketuk dari luar.
"Si*** umpat Azka yang saat hampir ingin harus menelan kekesalan begitu mendalam." Azka memakai bathrobe dan membuka pintu.
"APA?!" Teriak kesal Azka ketika melihat sekertaris Arez yang saat ini sudah berada dihadapannya.
"Ini presdir baju pesanan anda" ucap Sekertaris Arez seraya menundukkan kepalanya.
"Sungguh si**** aku hampir sampai bisakah kamu tidak menggangguku" teriak Azka
"Tunggu, Kamu memang sudah tahu tentang aku dan Sekertaris Alexa tapi kamu tahukan jika rahasia ini sampai bocor?" ancam Azka
"Saya mengerti dan saya berjanji akan menjaga rahasia ini" ucap Sekertaris Arez
"saya pegang kata katamu, kembalilah bekerja" ucap Azka sebelum kembali masuk.
Ya, Sekertaris Arez mengetahui hubungan antara bos dan ketua sekertarisnya kala ia melihat keduanya sedang bermesraan hari ini sebelum Azka dan Alexa pindah keruangan pribadinya
FLASHBACK ON
"Baik saya akan memintakan tanda tangan dan menyerahkan pada anda sesegera mungkin"
"...."
"Baik, terima kasih atas kepercayaan anda tuan"
"...."
"Sudah selesai sebaiknya aku langsung memberikannya pada sekertaris Alexa" ucap Sekertaris Arez
Saat sampai didepan ruangan presdirnya ia tidak melihat ada sekertaris Alexa disana.
"Sekertaris Alexa tidak ada, tapi berkas ini harus segera ditanda tangani presdir" fikir Sekertaris Arez. Iapun memutuskan untuk masuk keruangan bossnya.
__ADS_1
ketika ia hendak mengetuk pintu ia dikejutkan dengan suara ******* yang saling bersaut sautan dengan keras. Sekertaris Arez tidak ingin berfikiran yang macam macam iapun mengetuk pintu kembali mamun tidak ada jawaban dan suara aneh itupun masih ada Sekertaris Arez pun kemudian melihat dari tirai jendela yang tidak ditutup.
"Hah" Sekertaris Arez menutup mulutnya dan seketika ia berlalu pergi namun ia tidak sengaja menyenggol vas bunga dimeja sekertaris Alexa.
Ctiaar....
vas itu pecah, dan mengejutkan kedua pasangan yang saat ini tengah berolahraga itu.
"Siapa itu" teriak Azka yang seketika menghentikan pompaannya dan segera menggendong Alexa yang saat ini sudah lemas keruang pribadinya. Azka kemudian beranjak dan berpakaian ia hanya membersihkan sisa sisa keringatnya dengan sang sekertaris dengan tissue.
Sekertaris Arez masih diam ditempat ia begitu syok dengan apa yang ia lihat hingga iapun tidak sengaja menyenggol vas itu. Sekertaris Arez orang yang disiplin tinggi ia tidak pergi dari sana ia memilih berdiam diri ditempat dan menjelaskan apa yang ia lihat kepada bosnya itu.
pintu terbuka Azka yang tadi langsung memakai pakaiannya keluar dan melihat apa yang terjadi.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tegas Azka
"Maaf presdir, saya kemari ingin meminta tanda tangan yang diminta tuan Baron dan harus segera mengirimkannya jadi saya kemari untuk meminta tanda tangan anda. saat saya mengetuk pintu saya mendengar dan melihat apa yang seharusnya saya tidak lihat presdir"
"Jadi saya tidak sengaja menyenggol vas bunga dimeja Sekertaris Alexa" ucap Sekertaris Arez tanpa menambah atau mengurangi apa yang ia lihat dengan menundukkan badannya.
"Mana berkasnya"
"Ini presdir" Azka pun membubuhkan tanda tangan diberkas tersebut
"S****n, Jadi dia lihat aku dan Sekertaris Alexa bercinta" batin Azka
"Apa yang kamu lihat jelaskan tanpa ada yang kamu sembunyikan"kesal Azka seraya mengeluarkan tatapan mautnya seraya mengembalikan berkas tadi
"Saya hanya melihat punggung anda presdir saya berani bersumpah" ucap Sekertaris Arez
"Apa kamu melihat Sekertaris Alexa?" tanya Azka
"Tidak presdir saya hanya melihat kepalanya saja"
Memang benar mereka melakukannya disofa jika dilihat dari depan memang tubuh mereka tertutup sofa, yang terlihat memang kepala Alexa dan bahu dan punggung Azka yang tengah menggenjot.
"Karena kamu sudah tahu jadi tutup mulutmu. kalau sampai hal ini sampai bocor kemana mana kamu yang akan saya hilangkan. segera bersihkan Vas pecah itu dan kembalilah bekerja" ucap tajam Azka.
"Baik presdir saya mengerti" ucap Sekertaris Arez.
Setelah itupun Azka masuk keruangannya dan melanjutkan aksinya karena memang ia masih menginginkan Alexa. Sekertaris Arez terdiam dan segera meninggalkan lantai itu.
FLASHBACK OFF
...Menjadi orang yang pandai dan jujur dalam berkata. kecerdasan tidak diukur dengan kemampuan materi yang dimiliki namun diukur dari mana kita bersikap...
bersambung,
Adeopš¤
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa selalu dukung otor ya, maaf lama up karna otor lagi pindah pindah kost terus dan tugas menggunung banget jadinya permintaan maaf otor aku akan double up tapi komen yang banyak yaaš¤©