
Alexa yang mendengar itupun hanya mengangguk. Tak lama sekretaris Arez mengetuk pintu dan memberitahukan bahwa mobilnya sudah siap. Mereka kembali ke hotel, disana Ailsa dengan wajah betenya duduk di balkon.
"Sayang kamu didalam?" Tanya Azka begitu sampai ke hotel ia langsung naik kelantai dimana Kamar Ailsa berada. Alexa yang merasa diabaikan itupun memutuskan untuk kembali kekamarnya. Ailsa membuka pintu dan disertai senyuman yang merekah.
"Sayang maafkan aku lama, apa kamu sudah makan?"
"Gapapa, sudah tadi soalnya kamu lama."
"Maaf ya sayang aku harus nyelesain dulu tugasku sebelum pulang"
"Iya gapapa, oiya besok aku harus pulang"
"Loh kenapa?" Tanya Azka bingung
"Aku ada pekerjaan, dan lagi pula kamu juga sibuk kan gamungkin nemenin aku terus disini." Ucap Ailsa seraya memeluk Azka
"Maaf ya sayang aku ga bermaksut begitu, maaf ya udah bikin kamu sendirian dan maaf aku gabisa nemenin kamu selama disini" ucap Azka menyesal.
"Its oke aku faham" merekapun berpelukan. Tak lama setelah itu Azka kembali kekamar dia dan Alexa. Disana Alexa sudah tidur membelakangi tubuhnya saat ini.
CupĀ
Satu ciu man mendarat dikening Alexa. Alexa yang sangat terlelap tidak terusik sama sekali.
Keesokan paginya Ailsa sudah berkemas, Azka izin kekantor terlambat karena ingin mengantar menuju ke bandara. Disana Azka ditemani kedua sekretarisnya,
"Sayang semoga selamat sampai tujuan ya" ucap Azka seraya memeluk Ailsa.
__ADS_1
"Okey, kamu jangan lupa makan gausah sibuk terus dan jangan nakal" ancam Ailsa. Azka terkekeh pelan mendengar wejangan sang kekasih.
"Iyaaa" ucap Azka.
Interaksi mereka berdua terlihat jelas dipandangan Alexa saat ini, seperti biasa Alexa benar benar tersakiti. Ia harus berpura pura baik baik saja seakan tidak terjadi apapun dengannya. Bahu Alexapun di pegang sekretaris Arez.
"Are you okay?" tanya Sekertaris Arez
"Hmm" balas Alexa berusaha menampilkan senyumnya
Beberapa hari kemudian Azka mengajak Alexa dan sekretaris Ares menginap di rumah neneknya.
Ting tong...
Suara bel meperingatkan sang empunya untuk membuka pintu, disana Azka dan kedua sekretarisnya sudah berdiri didepan pintu utama. Beberapa saat pintunya terbuka disana ada seorang maid.
"Saya Azka dirgantara" ucap Azka
"Oh Tuan muda maaf saya sedikit melupakan wajah anda, maafkan saya mari silahkan masuk" ucap wanita itu.
"Nenek dimana?" Tanya Azka kala sudah duduk disofa
"Hei anak nakal kamu datang juga" ucap seorang wanita tua dengan tongkatnya memeluk sang cucu kesayangan.
Sang nenek memang sudah dikabari oleh ayah Azka langsung jika putranya akan berkunjung. Oleh sebab itu sang nenek sangat antusias menyambut kedatangan sang cucu yang sudah lama tidak berkunjung
"Nek berhenti memelukku, aku tidak sendiri sekarang" ucap Azka seraya melonggarkan pelukan dari sang nenek yang sedari tadi mencium pipinya. Hal itu membuat Alexa dan Arez tersenyum menahan tawa.
__ADS_1
"Oh iya benar, lihatlah siapa wanita cantik ini? Dia istrimu? Apa kau sudah tidak ingat pada nenekmu ini hingga tidak mengundangku keacara pernikahanmu?" Ucap sang nenek beruntun seraya memegang pipi Alexa.
"Oh bukan bukan nyonya saya sekretaris presdir Azka,nama saya Alexa. Senang bertemu dengan anda" ucap Alexa seraya mencium punggung tangan sang nenek.
"Ah sayang sekali kukira dia Istrimu Azka" ucap Nenek pada Azka. Alexapun hanya bisa tersenyum.
"Nenek ini apa apaan sih" kesal Azka
"Benar juga mana mau gadis secantik ini sama kamu Azka" goda sang nenek.
"hei apa maksud nenek aku setampan ini mana ada yang menolak pesonaku" ucap Azka
"Kalo nenek sih ogah, oiya siapa lelaki tampan ini" Ucap nenek Azka
"Ah iya ini juga sekretarisku namanya Arez"
"Halo nyonya besar saya Arez" ucap sekretaris Arez seraya menyalami sang nenek.
"Wah tampan, sudah punya pacar belom"goda sang nenek seraya mencolek dagu Sekertaris Arez.
"Nenek apa apaan sih jangan ganggu sekretarisku, malu neeeeek bau tanah" ucap Azka yang langsung mendapat jeweran dari neneknya.
"Akh sakit sakit nek, yaya sana Sekertaris Arez aku serahkan padamu nek" ucap Azka spontan saat jeweran pedas dikedua telinganya.
"Nah gitu" ucap sang nenek seraya memeluk lengan Sekertaris Arez
"Presdir" ucap Sekertaris Arez dengan wajah yang cemas.
__ADS_1
Alexa tersenyum melihat kelakuan nenek Azka, dia salah satu wanita yang mampu membuat seorang Sekertaris Arez yang selalu dingin pada semua orang memiliki wajah gemulay saat dipeluk nenek Azka.