Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Azka Pov


__ADS_3

Hari ini hari dimana aku akan berangkat ke Bali, aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Aku meminta Sekertaris Arez untuk memesankan makan malam sebelum aku sampai bandara.


"Emilie ayo kita berangkat" ajakku kala sudah bersiap dibawah.


"Emilie sayang ayo, abangmu sudah menunggu" ucap mama disampingku.


"Ya, im cominggg" teriak Emilie dari lantai atas.


"lama banget sih" ucapku kesal karna adikku itu sangat lama padahal aku harus menjemput Ailsa terlebih dahulu. Emilie berdecak sambil memelototkan matanya kehadapanku.


"Sayang gaboleh gitu ah, abangmu sudah menunggu dari tadi loh" ucap mama kepada Emilie yang membelaku.


"Iya iya maaf, ayo berangkat. maa.... Emilie berangkat dulu" ucap emilie seraya mengerucutkan bibirnya.


"Iya sayang, have fun di Bali okey." Ucap mama seraya menciumi wajah Emilie, dasar anak manja memang.


Emilie melangkah terlebih dahulu meninggalkan rumah dan memasukkan barang ke mobil.


"Ma Azka pamit dulu ya, mama jaga kesehatan dirumah. kalau ada apa apa segera telfon Azka" ucapku seraya berpamitan.


" Iya mama tau, mama cuma pesen jaga adikmu dan karyawanmu selama disana. Abang sudah dewasa sekarang sudah memimpin perusahaan dengan banyak karyawan, tentu abang sudah bisa berfikir mana yang baik dan mana yang buruk. Mama cuman berpesan supaya tetap dijalan yang benar" ucap mama sangat mendalam padaku


"sure ma, Azka akan selalu menjaga mereka" ucapku pada mama


"Dah sana berangkat, hati hati dijalan ya sayang" mama mencium keningku.


"da mamaa" ucapku seraya menuju mobil.


Saat ini aku sedang diperjalanan menuju bandara setelah menjemput Ailsa. 20 menit kami sudah sampai di bandara, kamipun turun. Kami berjalan memasuki bandara namun aku lupa mengabari Sekertaris Alexa,


"Sayang ponselku mati kamu ada powerbank?" tanyaku pada Ailsa karna tidak sempat mengisi baterai ponselku.


" Ada kok tunggu kayaknya ketinggalan di mobil" ucap Ailsa kekasihku.


"Aku lupa menghubungi Sekertaris Alexa, ponselku mati apakah dia sudah sampai atau belum. Emilie temani kak Ailsa mengambil powerbank di mobil ya, kakak mau melihat didepan apakah Sekertaris Alexa sudah datang" ucapku yang dijawabi amggukan.


mereka berdua kembali kemobil, akupun segera memasuki pintu bandara.

__ADS_1


"Azka lu bego banget sih kenapa lu bisa lupa ngga jemput Sekertaris Alexa" batinku.


Aku melihat seperti Sekertaris Alexa aku memutuskan untuk memanggilnya untuk memastikan


"Sekertaris Alexa" dia pun menoleh. Ternyata benar Sekertaris Alexa namun yang membuatku terkejut adalah


deggg


Dia sangat cantik, dengan baju merahnya Terlihat begitu manis. Tapi aku sungguh merasa bersalah karena tidak menjemputnya, aku bertanya padanya


"Sudah lama?"


"tidak, saya baru sampai" dia menjawab dengan senyum diwajahnya.


Tak lama Ailsa memanggilku


"Sayang, nih udah aku isi"


"Makasih sayang" ucapku pada Ailsa kekasihku.


Ailsa langsung memeluk Sekertaris Alexa ketika mereka bertemu. Cewek ketika sudah bertemu mereka akan melupakan cowonya aku rasa kata kata itu benar adanya, lalu aku mengajak mereka untuk makan "Kita makan dulu, Sekertaris Arez sudah ada di restoran itu"


"Pesanlah sesuka kalian" tawarku pada mereka semua. Setelah pesanan kami datang akhirnya kami memakannya dengan tenang, Ailsa sesekali menyuapiku dan aku menerimanya dengan senang hati. Setelah memasuki pesawat ternyata sekertaris Alexa duduk disebelahku, sepertinya aku salah memberikan tiket sebelum aku angkat bicara Sekertaris Alexa langsung mengajak Ailsa untuk bertukar tempat.


setelah mereka pindah aku meminta maaf pada Ailsa karna aku tidak mau dua salah paham.


"Maaf aku salah kasih tiket" ucapku kepada Ailsa yang dijawabi anggukan. Setelah kami tiba aku memberikan kartu akses pada mereka.


"Ini kartu akses kamar kalian, masing masing satu" ucapku


"Sayang kenapa 1 orang 1 sih, aku kan bisa sekamar dengan Alexa dan Emilie" tanya Ailsa, karna tidak mau membuat kecewa aku mencari alasan.


"Tidak apa, aku masih mampu membayar kamar untuk kalian jadi enjoy! Sudahlah kalian sebaiknya segera istirahat besok kita akan jalan jalan sebelum aku kembali bekerja." ucapku dan merekapun pergi kekamar masing masing.


Aku sudah berencana akan tidur satu kamar dengan Sekertaris Alexa, entah kenapa aku selalu ingin dekat dengannya dan menghabiskan malam bersamanya. Setelah mereka kekamar masing masing akupun ikut menyusul Sekertaris Alexa menuju kamarnya.


aku membuka pintu dengan kartu aksed cadangan yang diberikan pihak hotel, kala aku memasuki kamar aku melihat sekertaris Alexa sedang menanggalkan bajunya didepan pintu.

__ADS_1


"Gila adik kecilku sudah bangun hanya melihatnya" ucapku yang sudah sesak menahan gejolak dari junaku.


Sekertaris Alexa menuju kamar mandi, aku yang saat itu hanya bisa berusaha menidurkan adik kecilku. Aku tidur diranjang seraya menunggu Sekertaris Alexa selesai dari ritual mandinya. aku melepas bajuku meninggalkan kaos hitam dan celana pendek karena sesak akibat junaku. Tak lama aku terbangun kala mendengar sekertaris alexa berteriak "Apa yang presdir lakukan disini? inikan kamarku"


aku membuka mata dan menjawabnya enteng "Ini kamarku juga, kamar hotelnya sudah penuh". Aku mendekat kearahnya yang ternyata hanya mengenakan handuk yang melilit ditubuhnya bahkan kedua gun****nya terlihat menyembul hampir keluar.


Dia mundur seraya bertanya "pres- dir apa yang kamu lakukan berhenti disana". Ia melangkah kebelakang hingga sudah terbentur tembok, aku mulai mendekatinya. Aku menatapnya dan mencium bibirnya namun ia memalingkan wajahnya. Aku menggigit lehernya hingga berbekas, ia mendorong tubuhku tapi aku menggenggam tangannya.


"Sekertaris Alexa aku mohon kali ini ayo kita lakukan dengan kesenangan, aku tidak ingin memaksamu tapi aku benar benar tidak bisa menahannya" ucapku seraya mengusap wajah cantiknya.


akupun mulai membuka bajuku namun ia berkata


"Aku tidak mau, sadarlah presdir apa yang kita lakukan itu salah aku mohon jangan ubah kesalahan yang sudah berlalu dengan kesalahan yang baru"


aku tersenyum smirk "Apa yang menjadi kesalahan? kita melakukannya karna kita menikmatinyakan?" jawabku seraya memajukan tubuhku dan menciumi lehernya.


"Presdir jangan gila, ingatlah Ailsa apa yang kita lakukan menghianati Ailsa. Aku mohon jangan lakukan ini" ucapnya seraya menangis


degg hatiku teriris, jujur saja aku tidak ingin Ailsa tau tapi aku juga tidak bisa melepaskan sekretaris Alexa. akupun mengusap air matanya dan berkata jujur tentang apa yang aku rasakan saat ini.


"Kau tahu jujur saja saat ini aku benar benar berada diantara kebingungan, aku tidak tahu apa yang ada di otak dan perasaanku. Aku mohon aku akan melakukannya pelan pelan" akupun mulai melu*** bibirnya yang manis itu dia mulai membalas akupun melepaskan handuk yang melilit tubuhnya.


Rupanya ia tidak memakai sehelai benangpun, aku menelan ludah kasar aku benar benar bern**** aku mendorong tubuhnya keranjang. Junaku sudah berdiri tegak akupun langsung meraih ko*** yang ada di nakas dan memakainya dengan cepat.


Aku sudah berada dipuncak tanpa aba aba aku memasukinya. Gila rasanya sungguh nikmat meskipun sepertinya ia belum basah tapi aku sudah memasukinya. Aku memacu dengan cepat, Dia hanya pasrah dan hanya mende***. si**nya suaranya benar benar meningkatkan gai***ku


"Akh"


"Call my name babe" erangku dengan masih memacu memaju mundurkan milikku.


Dia sepertinya akan sampai, aku semakin cepat memacu mencari kenikmatanku. s*** mengenakan alat kontrasepsi tidak bisa seenak itu, setelah melakukan sekitar 4 ronde aku ambruk di atas tubuhnya. Aku menci** keningnya,


"Sekertaris Alexa sepertinya aku sudah mencintaimu" tak ada jawaban darinya karena dia terkapar lemas. Kamipun tertidur dengan pulas dengan posisi dia berada didalam dekapanku tanpa mencabut juna dari sarangnya.


...----------------...


Bersambung,

__ADS_1


Adeop


yukk dukung author, kalian bisa like komen vote dan add ke FAVORITE biar ga ketinggalan pas aku upload


__ADS_2