Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
suatu


__ADS_3

Tak lama Alexapun mulai memasuki ruang CEO milik Azka, ia segera menghampiri presdirnya yang duduk di sofa. Namun ketika sudah sampai disamping sang presdir kakinya terpeleset air yang sepertinya baru saja ditumpahkan oleh Azka. Karena Alexa memakai sepatu berhak tinggi itupun oleng dan


bruk...


Alexa yang oleng tak sengaja menindih presdirnya, tatapan mereka bertemu tanpa ada suara yang terucap keduanya, mereka masih saling tatap hingga benda keras terasa berdiri. Alexa yang merasa ada sesuatu yang bergerak langsung menyadarkan pandangannya menuju sumber benda keras itu berasal.


1 detik


2 detik


3 detik


"aaaaaaaaa" teriak Alexa menjauhi tubuh sang presdir


Ia jatuh dan menyengkeram sang azka junior.


"maaf presdir mm-maaf saya tidak sengaja" ucap Alexa sambil membungkukkan tubuhnya berkali kali.


Alexa yang mengenakan blouse dengan bagian atasnya yang lebar malah memperlihatkan kedua gundukannya saat Alexa membungkukkan badannya untuk meminta maaf kepada sang presdir.


Glek


"Gila sek*i banget" batin Azka.


Azka dengan susah payah menelan salivanya dan kini Azka junior yang aktif akibat dipegang oleh seorang wanita kini semakin mulai meronta ronta.


Azka diam saja menahan ngilu akibat sang junior. Ini baru pertama kalinya sang junior aktif akibat dipegang oleh tangan seorang wanita, bahkan kekasihnya Ailsapun Tidak pernah menyentuhnya bahkan menyenggol sekalipun.


"Presdir maafkan saya" ucap Alexa kembali


"keluarlah dulu" ucap Azka dengan suara serak menahan ngilu gairahnya.


"bbaik predir" Alexapun melenggang keluar dari ruangan presdirnya


"gila gede banget sih rasanya"


"aahh gue udah gilaaa beneran gila tangan gue udah gak suci lagi" monolog Alexa sambil mengacak acak rambutnya


"Sial" umpat Azka yang saat ini tengah bermain solo dikamar mandi ruangannya. sejam kemudian ia keluar dengan mengganti pakainannya yang baru


"Masuk" ajak Azka kepada sekertarisnya


Alexa melongo melihat sang presdir dengan pakaian yang sudah berganti dengan rambut basahnya


"Gila gue kan gasengaja apa presdir segitu nggak sukanya bersentuhan dengan gue ya sampai ganti baju segala" batin Alexa polos


"ini presdir sudah saya revisi sesuai permintaan beliau" ucap alexa


"bagus, aku punya tugas untukmu apakah kamu bisa mencari apartemen yang kosong dekat dengan kantor?" tanya Azka


"emm kebetulan saya punya kenalan sih tapi saya akan mensurvei tempat tersebut terlebih dahulu agar presdir bisa mensurvei setelah saya benar benar pastikan"


"oke aku ingin segera mungkin ya" ucap Azka


"presdir apakah saya boleh bertanya?"


"apa?"


"apakah apartemen ini akan anda gunakan sendiri atau untuk orang lain?" tanya Alexa ragu


"untuk saya sendiri jadi tolong pastikan kenyamanannya ya"


"maaf jika kurang sopan presdir, tapi bukankah anda sudah punya rumah lalu kenapa anda ingin tinggal di apartemen?"


"em benar sekali, tapi aku rasa aku ingin hidup mandiri lagian jarak rumah dengan kantor sedikit jauh aku tidak ingin menghabiskan waktuku dijalan"


"baik presdir saya akan carikan apartemen yang lebih dekat dengan kantor"


"hmm kamu boleh keluar" ucap Azka, dengan sedikit melirik kearah Alexa yang tadi membuatnya harus mandi 2x akibat insiden itu


"baik presdir permisi"


Alexapun mulai menghubungi salah satu temannya


"halo"


"halo sekertaris Alexa" ucap seorang pria seberang


"dio kamu masih punya apartemen kosong nggak sekitar dirgantara group?"


"ada sih tapi mungkin sedikit mahal kalau kamu mau besok bisa langsung survei saja"

__ADS_1


"kalau sekarang bisa nggak? aku lagi free kerjaan aku udah beres aku gabisa janji kalau besok" tawar Alexa


"yaudah deh nanti sore jam 3 ya kita ketemu di alamat yang aku kirim dichat okey" ucap Dio


"Iya makasih Dio seeyou"


"yasama sama"


Alexapun mulai menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.


...----------------...


Ailsa pagi pagi sekali sudah pergi ke caffe yang ia dirikan. Caffe yang selalu ramai pengunjung, karena memang didukung oleh tempat yang strategis. Ailsa mulai mendirikan Caffe tersebut saat ia menginjak semester ke enam.


"nona Ailsa bahan baku sudah siap ini daftarnya"


"terimakasih mbak" ucap Ailsa


Ailsa mulai mengecek daftar bahan baku yang sudah tertata rapi di dapur. setelah semua sesuai Ailsa menuju keruangan pribadinya yang ada dilantai dua caffenya


Ailsa mulai membuka ponselnya tertera pesan dari teman barunya


Wina


Ailsa lagi ngapain?


Ail kita gambar yuk diluar aja tapi aku tunjukin tempat yang bagus buat digambar


^^^Ailsa^^^


^^^lagi di caffe sih lagi ngecek bahan baku tadi, Ayok aja kalau mau gambar bentar lagi ini selesai kok.^^^


wina


gaudah bagus deh, aku jemput ke caffemu sekarang tolong kirimin alamatnya ya


^^^Ailsa^^^


^^^oke, udah ya^^^


Ailsa mengirimkan Keberadaan caffenya,


"lah inikan deket banget sama kampus gaada 15 menit dah sampe nih" ucap wina


winapun menghubungi Ailsa agar segera turun menemuinya. Tak lama Ailsa mulai turun menuju mobil Wina


"Hai Ailsa"


"Hai win, kita masuk dulu ya aku ambil barang barangku dulu diatas"


"okeiy"


Wina terpana melihat caffe Ailsa, tempatnya nyaman dan terlihat ramai.


"ini caffe milikmu ya Ail?"


"Iya hehe, oiya kamu pesen aja nanti kita bawa ke tempat kita gambar"


"okey Ail"


"mbak biarkan temanku ini pesan lalu bungkus ya, bungkuskan aku matcha latte seperti biasa ya mbak"


"Wina, kamu pesan aja aku tinggal keatas dulu ya beresin barang barangku" ucap Ailsa


"Iya Ail sana cepetan" dorong wina sambil tertawa


tak lama setelah itu wina melajukan mobilnya bersama Ailsa menuju sebuah sungai. Sesampainya disana Ailsa dibuat kagum karna ini pertama kalinya ia pergi kesungai yang sangat asri.


"bagaimana kau bisa tau tempat seperti ini? bahkan akupun yang sudah lama tinggal di sini tidak tau" ucap Ailsa


"Kebetulan sepupuku suka traveling dia menyarankanku untuk kemari kalau aku lagi suntuk"


Wina dan Ailsa mulai menggelar tikar yang sudah Wina bawa lalu dengan peralatan melukis yang bisa dibilang cukup lengkap mereka mulai menggores kanvas yang kosong. Wina dan Ailsa menikmati suasananya mereka habiskan melukis dan bercengkerama bersama.


"kamu suka melukis Ail?" tanya wina


"Iya suka banget, dari dulu aku suka menggambar aku juga gambar disela sela mengurus caffe dan kuliah"


"kamu jual?"


"Iya aku jual tapi uangnya aku serahin keyang lebih membutuhkan"

__ADS_1


"wih kerenn banget kamu Ail" ucap Wina kagum


"Kamu sendiri juga suka melukis?"


"bisa dibilang begitu, itu cuman hobi aja sih hasil lukisannya juga cuman aku simpen kalau engga aku juga biasanya buang" ucap wina ringan


"kenapa nggak kamu jual"


"enggak ah ail karyaku itu tidak bernilai aku cuman iseng aja mana mungkin ada yang mau beli"


"setiap karya yang dihasilkan pasti punya nilai seni tersendiri" ucap Ailsa


"Aku gak pede Ail, lagian juga aku itu gakpunya temen mana aku tahu kalau karya jelek bisa terjual"


drtt.. drt... drtt...


panggilan masuk dari Azka, Ailsapun segera menggeser tombol hijau.


"Halo sayang" terdengar suara bariton milik Azka


"iya sayang kenapa?"


"kamu lagi apa?


"aku lagi ngelukis nih sama wina" jawab Ailsa


"wah dimana yang"


"Di area sungai gitu, wina yang ngajak. tau nggak yang disini indah banget viewnya"


"oh ya?"


"iya ayang, kenapa telfon?"


"kangeeenn sayang"


"idih" goda Ailsa


"beneran sayangg nanti aku jemput yah"


"iya nanti, udah dulu ya mau lanjut kasian si wina jadi obat nyamuk hihi"


"yaudah bye sayang"


"bye"


"Azka?" tanya wina


"Iya"


"Kamu udah lama ya pacaran sama Azka?"


"sebenarnya Aku sama Azka sahabatan dari kecil cuman dia nembak aku ya kurang lebih 5 tahun yang lalu"


"wow langgeng banget, Pantesan sih dulu si Azka itu kalau disekolah banyak yang ngedeketin selalu menghindar ternyata punya tambatan hati secantik kamu" goda wina.


wina memang kagun sosok Ailsa sejak pertama kali bertemu, Ailsa yang ramah dan sangat cantik.


"Kamu bisa aja, iyasih dulu dia sering cerita kalau yang deketin dia banyak tapi saat itu akupun juga sama haha"


"Pantes dong kan kamu cantik, aku aja yang cewe beneran suka loh sama kamu" ucap Wina diselingi senyum manisnya


"Eh kamu udah jadi?" ucap Wina


"udah nih, kalau sudah kita foto berdua yah" ajak Ailsa


"Sudah nih yuk kita foto"


^^^ckrik..^^^


...----------------...


Hai welkam tu nopel halu,


Yuk tinggalkan jejak


Like


Favorite


Hadiah juga boleeh bangeet

__ADS_1


maksa nih hihi,


Salam Sayang dari deop haluđź–¤


__ADS_2