
Azka sudah kalang kabut ia benar benar sudah kehilangan akal. Dia tidak mendengarkan ucapan Alexa sama sekali ia langsung mencium bibir Alexa dan ********** ganas. ******* ******* makin liar dan turun di leher Alexa. Alexa yang tadi menangispun hanya bisa pasrah kala Azka mulai memainkan area sensitif miliknya, kini Alexa pun terhanyut dalam permainan.
...----------------...
Semua mengalir bagai air, kejadian demi kejadian, detik demi detik begitu terasa di dalam ingatan seorang wanita cantik yang saat ini tanpa memakai sehelai benang pun ya dia adalah Sekertaris Alexa. Beberapa saat yang lalu dirinya digagahi kembali oleh bosnya sungguh sakit luka dalam ingatan yang masih belum mengering kembali presdir torehkan lagi dan lagi.
Kini Alexa menatap sendu wajah sang presdir yang saat ini berada dibawah selimut yang sama dengan dirinya.
"Aku gak tau sebenarnya kamu sudah memasuki hatiku sejak kapan hingga aku selalu mau saat memuaskan *****mu. Aku merasa sangat berdosa pada sahabatku tapi entah kenapa aku selalu mau saat kamu mengajakku bercinta." batin Alexa seraya menangis
Alexa kemudian membelakangi tubuh sang presdir dia menangis dalam diam. Merasa ada pergerakan disampingnya tak lama Azkapun terbangun, Ditatapnya bahu sang sekertaris yang bergetar sudah bisa ditebak jika dirinya saat ini tengah menangis.
"Si***al gue ngelakuin lagi dan lagi, gue udah mulai candu banget sama tubuhnya si** lo Azka" Batin Azka berteriak.
Dipegangnya pundak sang sekertaris yang langsung di hempas oleh Alexa. Azka tahu sekertarisnya itu sangat marah padanya dan bisa saja Alexa akan resign dari pekerjaannya.
"kamu jahat presdir, kamu mencintai wanita lain namun kamu hanya mencintai tubuhku saja" batin Alexa disela sela isak tangis Alexa yang pecah.
"Sekertaris Alexa aku tahu kamu marah padaku, aku meminta maaf atas apa yang sudah aku lakukan padamu. Tapi kamu tahu kan jika kamu pergi dariku atau berhenti bekerja dariku? aku tahu kau pasti paham maksudku" ucap Azka
Sakit sangat sakit ancaman yang begitu menakutkan diseluruh hidup Alexa. Alexa tidak punya pilihan harga dirinya sudah diinjak injak tapi dari hatinya yang paling dalam ada sedikit rasa terhadap bossnya itu.
Entah sejak kapan, Rasa terlarang itu kian jelas terasa kala dirinya berulang kali bercinta dengan Azka. Rasa yang membuatnya melayang ke puncak nirwana kian terasa membuatnya candu akan kelakuan bossnya.
Alexa beranjak dari tempat tidur yang ada di ruang pribadi Azka untuk dirinya beristirahat dan memakai bathrobe yang ada dimeja. Badannya terasa remuk, bagian bawahnya pun masih terasa sangat sakit akibat berkali kali di hujam milik Azka yang selalu bermain kasar dengan durasi yang bisa dibilang lama.
Wajar karena milik Alexa yang masih sangat sempit dimasuki milik Azka yang besar dan sedikit berurat itu. Alexa beranjak dan pergi kekamar mandi dia segera mengguyur tubuhnya dibawah aliran shower. Alexa menangis disanalah ia bisa meluapkan segala kekesalannya, kesedihannya.
Azka beranjak, ditatapnya punggung Alexa yang mulai memasuki kamar mandi itu.
"ck bodoh bangett sih kamu Azka, gimana perasaan Ailsa nanti" Ucap Azka seraya mengacak rambutnya.
...----------------...
Sudah hampir satu jam Alexa berada didalam kamar mandi Azka dibuat kalang kabut karena tidak ada suara didalam. Pintunya diketuk beberapa kali
tok tok tok Sekertaris Alexa
__ADS_1
tok tok tok...
tidak ada jawaban didalam kamar mandi itu, Azka mulai panik di dobraknya pintu disana ia melihat Alexa berada didalam bathtub dengan memejamkan matanya.
Azka mendekat dibangunkannya Alexa dengan menepuk nepuk pipinya.
"Sekertaris Alexa"
"Sekertaris Alexa bangun"
Karena tak kunjung bangun juga Azka langsung mengangkat tubuh polos Alexa. Azka bergegas menelfon rekannya seorang dokter, sebelum itu Azka memakaikan bathrobe ditubuh Alexa. Tak lama sang dokter sampai,
"Ada apa presdir Azka yang terhormat" goda sang dokter yang tidak tahu Azka sedang panik
"Cepat kau periksa dia brengs**" Emosi Azka
Dokter rian itu pun terkejut melihat sahabatnya ternyata sedang dalam keadaan panik.
Dokter itupun melirik kearah gadis yang saat ini sedang terbaring diatas ranjang. Dikeluarkannya alat medis yang ia bawa, setelah diperiksa dokter rian itupun menceritakan alasan Alexa pingsan.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Azka
"Syukurlah" lega Azka
"Dia siapa?" tanya dokter rian
"Dia hanya sekertarisku" ucap Azka ringan
"Dia pacarmu?" tanya dokter itu yang dijawabi gelengan kepala Azka
"bukan"
"Bolehkah aku bertanya sesuatu?"
"Apa?" tanya Azka
"emm apa kalian habis berhubungan badan?" tanya dokter itu ragu ragu
Azkapun terdiam, Dokter rian pun tahu dibalik diamnya Azka artinya membenarkan apa yang ia katakan.
__ADS_1
"Ehm, bukan maksudku bertanya demikian bro tapi aku harap kamu tidak melakukannya secara kasar."
"Aku rasa dia kesakitan" ucap dokter rian seraya menepuk bahu Azka.
Dokter Rian pamit kemudian mengemasi barangnya dan melangkahkan kakinya setelah menuliskan resep untuk Alexa. Namun ketika diujung pintu ia berkata
"Aku harap kamu tidak bermain kasar lagi dan jika kamu ingin melakukannya lagi pastikan memakai alat kontrasepsi" lalu dia benar benar pamit dan undur diri dari ruangan pribadi Azka.
Azka mendengar hal itu menjadi tersadar bahwa ia melakukannya secara kasar. ditatapnya wajah pucat sang sekertaris yang masih menutup matanya. Disingkirkan anak rambut milik Alexa yang menutupi wajahnya.
"Cantik" satu kata yang terucap dari mulut Azka. Ditatapnya wajah Alexa dalam dalam. Entah ada sedikit perasaan yang mengganggunya.
"Maafkan aku, Tapi aku sudah benar benar candu dengan tubuhmu" batin Azka.
"Maafkan aku juga Ailsa yang masih menginginkanmu dan takut kehilanganmu"
Tak lama Azka meminta Sekertaris Arez untuk menebus obat yang sudah diresepkan dokter Rian tadi. Azka masih menatap lekat Alexa. kini Alexa mulai menggerakkan tangannya dan membuka matanya.
Azka mendekat, namun suara Alexa membuatnya berhenti melangkah
"Stop jangan pernah mendekat" teriak Alexa. Air matanya mulai menetes namun perlahan Azka mendekat
"Saya bilang jangan mendekat" teriak Alexa kembali namun tak dihiraukan Azka ia meraih tubuh Alexa dan mendekapnya.
Azka merasa bersalah pada gadis yang saat ini sedang memberontak didekapannya. Alexa menangis seraya memukul mukul dada bidang Azka. hingga makin lama ia berhenti.
Azka masih belum melepaskan dekapannya entah kenapa ia merasa tidak ingin melepaskan Alexa sekertarisnya itu.
Setelah dirasa tenang Azka memulai pembicaraan diantara mereka.
"Makanlah dan minum obat yang sudah diresepkan
Bersambung,
Adeop
...----------------...
Jangan lupa support otor ya, jangan lupa like, komen, vote yaaa🤩🖤
__ADS_1