
Azka terdiam, bagaimanapun dirinya telah salah melibatkan Alexa lagi. Tapi dirinya benar benar sudah sangat candu dengan tubuh itu, Azka tidak mampu menahan fikirannya untuk bercinta lagi dengan Alexa.
Dirinya makin frustasi, akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartemennya.
...----------------...
Pagi harinya Alexa berangkat kekantor seperti biasa, Meskipun ogah ogahan namun dia harus profesional. Pagi sekali Alexa sudah mual mual, ia begitu khawatir jika dirinya benar hamil. Siang nanti Alexa berencana untuk berkunjung kedokter untuk mengecek apakah dirinya benar hamil.
Kini Alexa sudah berada dilobi kantor, Ia yang mengenakan pakaian casual nampak anggun itu menyemangati dirinya agar tetap semangat dalam bekerja.
"Semangat lexa kamu bisa, yuk profesional yuk gaboleh mencampuri urusan pribadi yuk kamu pasti bisa" semangat Alexa untuk dirinya sendiri.
Pagi itu Azka memasuki ruang kerjanya, dengan sigap Alexa berlalu dan masuk kedalam ruangan tersebut. Alexa mulai dari menyebutkan jadwal yang akan mereka laksanakan setelah selesai Alexa izin berlalu keluar dari ruangan Azka.
Siang hari jam makan siang Alexa meminta izin kepada sang maha presdir untuk pergi ke dokter.
"Presdir saya izin ingin pergi kesuatu tempat" terang Alexa,
"Kemana?" tanya Azka
"Kedokter"
"Kamu sakit?"
"tidak presdir, saya hanya memastikan sesuatu" Jawab Alexa jujur, Azka mulai mengerti jika Alexa akan memastikan jika dirinya hamil atau tidak.
"Baiklah aku ikut"
"Tidak perlu presdir, saya akan pergi sendiri"
"Aku ikut atau tidak perlu izin sama sekali" Tegas Azka seraya mengenakan kembali jasnya yang ia sandarkan dikursi nya.
Dengan terpaksa Alexapun menyetujuinya, sesampainya di rumah sakit milik dirgantara group tentunya. Ternyata Antreannya sangat banyak, Azka yang tidak sabar pun langsung memanggil ketua rumah sakit.
"Bagaimana pekerjaan kalian? apakah perlu beberapa jam untuk segera ditangani?" murka Azka
"Maaf tuan muda, kami sudah berupaya secepat mungkin dalam penanganan kami namun memang kebetulan sangat banyak pasien dan dokter disini hanya ada 1 khusus spesialis kandungan ibu dan anak"
"Cari dokter tambahan segera upayakan, saya tidak punya banyak waktu untuk mengantri biarkan sekertarisku masuk dulu" kesal Azka
"Presdir saya akan mengantri, tidak kah anda melihat banyaknya pasien yang sudah antri dan menunggu beberapa jam lamanya?" ucap Alexa
"Tidak perlu, aku tidak punya banyak waktu untuk menunggu"
"Baiklah presdir silahkan pergi saja, saya yang akan memeriksa sendiri"
__ADS_1
"ck ikut aku" Azka yang kesal menarik tangan Alexa untuk mengikutinya, Azka mulai masuk keruangan dokter itu yang sedang memeriksa pasien. Domter itu nampak terkejut dan hendak berteriak memarahinya namun seketika ia berdiri dan membungkuk
"Selamat siang, Tuan muda"
"Segera selesaikan pasien itu lalu tangani sekertarisku"
"Baik tuan muda"
"Ck presdir anda sungguh gila" lirih Alexa yang terdengar ditelinga Azka
"Aku memang gila kenapa?" ketus Azka.
Kini giliran Alexa diperiksa, dokter mengajukan beberapa pertanyaan pada Alexa.
"Kapan terakhir kali kamu menstruasi?"
"Satu bulan yang lalu dok"
"Apa anda melakukan hubungan seksual dimasa itu?"
"emm i-iya dok" Jawab Alexa ragu karna saat ini Azka berada disampingnya.
"Baiklah kita check dulu silahkan ikut saya" dokter itu mengarahkan untuk memasuki kamar mandi. Aexapun mulai menggunakan alat kecil itu sesuai instruksi dokter. Tak lama Alexa selesai menggunakan alat itu, dan keluar disana terlihat Azka yang sedang bermain dengan ponselnya, Dokter melihat hasilnya dan berkata
"Hah syukurlah" batin Alexa dan Azka senang
"Baik dokter terimakasih"
"Sama sama Ibu"
Alexapun tersenyum mengingat dirinya tidak hamil, saat ini justru Azkalah yang paling bahagia karena mereka berarti aman. Setelah itu mereka keluar dari ruang dokter tersebut dan kembali kekantor.
"Eh itu Azka deh, ngapain dia disini" ucap wina yang kebetulan sedang menemani saudaranya periksa kandungan.
"Ini kan tempat dokter kandungan?"
"Ah masa iya Azka kesitu"
Karena merasa curiga Setelah itu winapun memutuskan untuk menanyai Azka langsung namun saat hendak mengejar Azka dan menanyakan langsung ia terlambat karena Azka dan Alexa sudah turun menaiki lift,
"Ah palingan juga salah ruangan bodoamat deh" winapun berbalik kembali bersama saudaranya.
...----------------...
Kini Azka dan Alexa merasa aman dengan semuanya
__ADS_1
"Karena kamu tidak hamil kita berdua aman, akan aman lagi jika kita mampu menyimpan rahasia ini bersama" ucap Azka
"iya" ucap Alexa pasrah, mendengar penuturan Azka kini Alexa mengubah raut wajahnya ia tidak habis fikir dengan Azka tentu mereka berdua akan aman mamun Azkalah disini yang paling aman. Laki laki tidak akan pernah terlihat jika sudah pernah melakukan hal seperti itu namun wanita? sudah pasti akan terlihat jika dirinya sudah cacat dan tidak bersegel lagi
Demikian pula dengan Alexa,tetap saja sudah tidak suci lagi. Alexa sudah kehilangan kehormatannya sebagai seorang perempuan, dan kini ia hanya berharap ada lelaki yang benar benar mencintainya apa adanya tanpa suatu hal. Jika tidak ada yang mau dengannya ia hanya bisa pasrah akan masa depannya nanti.
Hari ini Ailsa yang sudah cantik ingin pergi kekantor Azka sekaligus ingin memberikan makan siang padanya. Ini pertama kalinya Ailsa berkunjung ke kantor Azka, Entah keberanian dari mana Ailsa yang biasanya selalu enggan untuk mengganggu sang kekasih memutuskan untuk berkunjung kekantornya bahkan tanpa mengabari terlebih dahulu.
Ailsa yang cantik itupun mulai mendekati meja resepsionis yang ada di sebelah lift.
"Permisi"
"Selamat siang ada yang bisa saya bantu" ucap seorang resepsionis dengan ramahnya
"Selamat siang saya ingin bertemu dengan presdir Azka"
"Kalau boleh tau sudah buat janji sebelumnya?" tanya resepsionis itu
"belum"
"Sesuai prosedur yang ada, anda harus membuat janji temu dengan presdir terlebih dahulu, kalau begitu silahkan isi formulir ini lalu saya akan sampaikan kepada pihak sekertaris" ucap sang resepsionis dengan senyum ramahnya.
Ailsapun mengisi formulir itu dengan teliti, setelah sudah Ailsa disuruh menunggu di ruang tunggu hingga sang resepsionis tadi memintanya untuk bisa bertemu. Ailsa menunggu dengan setia, dia sesekali mamasang earphonenya seraya mendengarkan musik
hampir satu jam lamanya ia masih tidak dipanggil panggil, Ailsa menghela nafas dirinya sedikit kesal dan menyalahkan dirinya atas kebodohannya ia harus menunggu begitu lama. Jika saja ia tidak kesana ia tidak akan merasa capek seperti ini, Ailsa mendekati meja resepsionis kembali.
"mbak permisi apa masih lama? saya temannya mas Azka" ucap Ailsa
"Maaf presdir sedang keluar jadi belum bisa janji temu" ucap resepsionis itu membuat Ailsa sedih dan kesal secara bersamaan.
Ailsa yang mendengar itupun lalu berjalan meninggalkan kantor saat didepan pintu hendak pergi, Terlihat Azka dan Alexa kembali. Ailsa pun mendongak
"loh sayang kamu kemari?"
bersambung
Adeop
...----------------...
guys jgn lupa like komen dan vote juga ya:"((
aku lagi sakit ini dan gaada ide karna tiduran mulu. Doain otor ya supaya sembuh dan lekas up banyak" lagi 😘❤️
__ADS_1