
Tak lama Azka dan Ailsa sampai di hotel Ivander
“Hotel ivander?” tanya Ailsa
“Iya, kenapa kamu gasuka?” tanya balik Azka
“enggak sih ini pertama kalinya kamu ngajakin ke hotel” tanya Ailsa
“hei, mending kamu gausah banyak tanya trus kita masuk kedalem okey” ajak Azka seraya memegang tangan Ailsa erat.
Mereka berduapun masuk dan Azka membawa ke aula tempat ia mengadakan pesta untuk Ailsa
Ting…
Lift yang mereka naiki akhirnya sampai ke tujuan, Azka masih setia menggenggam tangan Ailsa sekarang mereka berada didepan pintu besar
“Nah kita udah sampai” ucap Azka seraya melepaskan genggaman tanganya kepada Ailsa.
“Kamu buka gih” suruh Azka
“Ih emang didalem ada apa? Awas ya kalau kamu ngerjain aku” sebal Ailsa
“Nethink mulu ni kepala” ucap Azka mengacak rambut Ailsa
“isss rambutku rusak nantii” gerutu Ailsa seraya mendorong pintu itu
Surprizee
Disana sudah ada Alexa yang memegang kue ulang tahun dan lilin yang menyala dan beberapa teman teman Ailsa mulai bernyanyi happy birthday
Ailsa dibuat terharu dengan semua ini,
"Happy birthday Ailsa sayang" Ucap Azka dari belakang seraya menyodorkan kotak berwarna merah
Ailsapun langsung memeluk Azka ia begitu bahagia "humm makasih Azka jelek" ucap Ailsa seraya melepaskan pelukannya.
"makasih kejutannya" ucap Ailsa lagi
"ehemm kayaknya yang meleleh bukan elo aja deh Ail lihat nih lilinnya pun ikutan" jeda Alexa
"haha iya iya maaf" ucap Ailsa seraya mendekat kearah sahabatnya
"eitss make a wish dulu dong" pinta Alexa seraya tersenyum
tak lama Ailsa meniup lilin setelah ia memanjatkan harapannya. Ailsa memeluk Alexa sahabatnya dengan erat
"Thankyou Alexa" ucap Ailsa di sela sela pelukannya
"Jadi makasihnya cuman sama Sekertaris Alexa?" tanya Azka
"hihi ya enggak dong makasih juga sayang" Ailsa beralih memeluk Azka dihadapan Alexa. Azka beralih memasangkan cincin yang ia bawa ke jari manis Ailsa. lalu Azka mencium pipi Ailsa
degg..
"Hati gue sakit banget" batin Alexa ia mencoba memaksakan senyum dihadapan sang sahabat dan bosnya.
"gak gak Alexa lo gaboleh jatuh cinta" batin Alexa lagi
"Semuanya silahkan nikmati pestanya" ucap Azka. teman teman Ailsapun segera berpesta, setelah mengucapkan selamat Alexa memilih untuk menghirup udara segar didepan seraya membawa laptopnya.
melihat kemesraan Azka dan Ailsa entah mengapa membuat hati Alexa semakin sakit, kebohongan dan kenyataan yang ia pendam membuatnya merasa bersalah pada sahabat baiknya itu.
"huftt kayaknya gue udah punya rasa sama dia, ck bodoh banget lo Alexa" monolog Alexa seraya menyalakan laptopnya.
saat ia sibuk dengan aktivitasnya sang sahabat menepuk pundaknya
"Kok malah disini" tanya Ailsa seraya memegang pundak Alexa. Alexa yang terkejut memegang dadanya
"kaget aku" ucap Alexa
__ADS_1
"ish lagian disaat ultah gue lu masih aja kerja, kamu ya yang ngasih kerjaan ke sahabat aku yang hampir gaada waktu buat aku ini?" tanya Ailsa seraya menatap Azka yang kini berdiri di samping Ailsa
"enggak kok Ail, ini aku cuman beresin file aja. lagian aku juga lagi nyari udara segar abis ini langsung masuk kok" potong Alexa sebelum Ailsa menuduh bosnya
"tuh dengerin lagian aku udah kasih ijin buat hari ini pokoknya Time to Ailsa" ucap Azka
"Iya, ini juga cuman ngrapihin aja kok Ail, kamu tenang aja hari ini aku gangapa ngapain kok" ucap Alexa seraya tersenyum kearah sahabatnya itu"
"ck disaat ultahku loh ini, kamu masih sibuk aja. yaudah abis ini langsung masuk aku juga gaboleh pulang malem malem sama mama papa" ucap Ailsa seraya memegang tangan Alexa.
"Iya, ini bentar lagi selesai kok. kamu masuk dulu gih sama Bos Azka" ucap Alexa seraya tersenyum kearah mereka.
"Yaudah kita masuk dulu ya" ucap Ailsa seraya bangkit dari kursi taman itu dan beranjak bersama Azka.
"huft maaf Ail, aku gakuat lihat kalian berdua. Hati aku benar benar lelah dan merasa bersalah" monolog Alexa seraya memperhatikan Azka dan Ailsa yang mulai menjauh.
tak lama Sekertaris Arez datang dan mendekati ke arah Alexa berada
"Sekertaris Alexa, masih bekerja?" tanya Sekertaris Arez.
"eh Sekertaris Arez, engga kok ini cuman ngrapihin aja file file yang berantakan" ucap Alexa dengan senyum.
"hm sebenarnya ada banyak sekali pertanyaan yang aku ingin tanyakan kepada Sekertaris Alexa tapi aku rasa tidak sopan bertanya hal pribadi atasan saya" ucap Sekertaris Arez seraya menatap kedepan.
Alexa tersenyum kecut, dan mulai mematikan laptopnya.
"Aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan, ketahuilah apa yang kamu lihat dan ketahui mungkin bukan itu yang sebenarnya, aku cukup tahu diri akan hal itu" ucap Alexa.
"Aku tahu dan biarkan ini menjadi jalanku" ucap Alexa seraya tersenyum kecut kearah Sekertaris Arez.
Alexa sangat tahu bahwa Sekertaris Arez tahu segala hal mengenai ia dan bosnya itu. Demi apapun hati Alexa juga tersakiti oleh kesalahan yang jelas ia tidak sepenuhnya salah dalam hal itu.
"Kau tahu seluruh dunia pasti akan membenciku, tapi untuk saat ini aku hanya mengandalkan keberuntunganku dalam hidup, apa yang menjadi jalanku aku akan terima karna saat ini seluruh angan dan cita citaku sudah tak sejalan lagi dengan apa yang sudah terjadi" lanjut Alexa.
"aku tahu kalau Sekertaris Alexa adalah orang yang luar biasa" ucap Sekertaris Arez seraya menatap Alexa. Sekertaris Arez mengusap kepala Alexa yang saat ini berada didepannya.
"sayang kamu lihat apa?" tanya Ailsa
" engga kok yuk kita kesana" ajak Azka seraya tersenyum.
Malam hari menjelang kini waktu menunjukkan pukul 10 malam, Ailsa mulai pamit karena ia berjanji tidak akan pulang malam lagi.
Azka mengantarkan Ailsa setelah berpamitan dnegan rekan rekannya.
"lexa gue pulang duluan ya, gue udah diwanti wanti bokap buat gapulang malem" pamit Ailsa
"Iya, sekali lagi Happy birthday ya sahabatku" peluk Alexa
"Makasih banyak, gue pulang dulu" ucap Ailsa
"Iya hati hati dijalan" ia melambaikan tangan menuju arah Ailsa dan Azka yang menatapnya tajam
Alexa yang merasa aneh dengan sikap Azka tidak mau berfikiran negatif ia kembali masuk dan bergabung dengan teman temannya yang lain yang masih berpesta.
Azka mengantarkan Ailsa pulang, ia menyetir dengan kecepatan tinggi, Ailsa yang duduk disampingnya langsung bertanya pada sang kekasih.
"kamu kenapa? jangan ngebud ngebud"
Azka yang tersadar langsung mengurangi kecepatan mobilnya
"maaf biar sampe rumah cepet, aku takut dimarahi ayahmu" kilah Azka. sebenarnya Azka sangat badmood melihat Alexa dekat dengan Sekertaris Arez.
"kenapa gue jadi emosi gini ya semenjak liat Sekertaris Arez dan Sekertaris Alexa berduaan tadi, ck bikin emosi jangan jangan gue mulai suka sama Sekertaris Alexa. gak gak sadar Azka orang yang lu cintai itu Ailsa bukan Alexa" batin Azka seraya menggeleng gelengkan kepalanya
"kepala kamu kenapa lagi hum? tanya Ailsa yang melihat Azka aneh.
"engga kok, ini sedikit pusing aja nib dah sampe rumah" jawab Azka yang sudah memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Ailsa.
"humm makasih banyak hari ini aku seneng banget" ucap Ailsa sebelum turun.
"Sama sama, happy birthday ya sayangku" ucap Azka seraya memeluk Ailsa.
__ADS_1
"Humm aku pulang dulu deh, kamu juga pulang jangan kelayapan kemana mana lagi" ucap Ailsa
"Iya abis ini langsung pulang kok kamu tenang aja" ucap Azka
"Hati hati sayang" ucap Ailsa yang mulai membuka pintunya.
"Wah ceria banget anak mama, abis kemana?" tanya Airin kala Ailsa duduk disofa
"ih mama, abis dikasi kejutan dong sama Azka" ucap Ailsa
"Cie seneng banget sih, anak mama sana keatas istirahat" pinta Airin ibu Ailsa
"Iya ma" Ailsapun beranjak menuju kamarnya
...----------------...
Azka POV
Sesaat setelah ia mengantarkan Ailsa pulang, ia benar benar masih kepikiran dengan Alexa. Alhasil ia kembali lagi ke hotel Ivander dan mencari keberadaan Sekertaris Alexa.
15 menit setelah sampai di Hotel Ivander, Azka check in dikamar presiden suite. Ia naik ke Aula tempat pesta Ailsa, disana ia mencari cari gadis yang ia inginkan. Sesaat kemudian ia melihat sekertarisnya duduk disofa bersama kedua temannya dan ada Sekertaris Arez disampingnya. Azka yang melihat hal tersebut naik pitam ia mendekati Alexa dan menariknya sangat kasar tanpa kata kata.
Sekertaris Arez dan kedua teman Alexa terkejut melihat kedatangan Azka.
"emm mungkin, ada sedikit masalah urusan kantor jadi presdir marah terhadap kinerja Sekertaris Alexa biarkan saja yuk kita lanjut makan" terang Sekertaris Arez agar kedua teman Alexa tidak curiga.
"Aw, presdir lepaskan ini sakit" Alexa mulai meronta ronta saat tangannya dipegang sangat kasar.
"Diam" bentak Azka. Alexa yang terkejut hanya diam kala ia dipaksa melangkah kearah kamar yang berbeda.
"Presdir kita mau kemana, tolong lepaskan ini sakit" tanya Alexa yang mulai kesakitan tangannya digenggam sekuat tenaga oleh Azka.
tak lama Azka membuka kamar yang sudah ia pesan dan mendorong Alexa masuk kedalam, Azka mengunci pintu kamar tersebut.
"Presdir kenapa pintunya dikun.." ucapan Alexa terpotong
"sstt.." jari telunjuk Azka sudah berada di bibir Alexa.
Azka mendorong tubuh Alexa keranjang dan menindihnya.
"Presdir apa yang kamu lakukan" ucap Alexa yang terkejut.
Azka langsung menyambar dan melu*at bibir Alexa itu.
"Hah presdir apa yang kamu lakukan hiks hiks" teriak Alexa dan menangis histeris.
"mana yang tadi dia sentuh, ini ? ini?" Azka secara brutal menunjuk tubuh Alexa dan melu**tnya"
"Apa yang presdir maksut" ucap Alexa yang masih menangis
"Dasar jal***, ini semua adalah punyaku kamu milikku cuman aku yang boleh menyentuhmu ingat itu" ucap Azka seraya memasukkan juna kedalam gawang Alexa yang kini sudah tidak memakai sehelai benangpun.
Alexa menggigit bibir bawahnya menahan desa** saat Azka mulai memaju mundurkannya
Azka menggigit kedua gund*** milik Alexa yang meninggalkan bekas merah keunguan.
"Sakit sekali" ucap Alexa
"Tenanglah honey, aku akan memua***mu dan hanya aku yang boleh menyentuhmu" jawab Azka
Tak lama setelah itu mereka sampai kepuncak pelepasan. Azka mengerang usai menyemburkan benih benih dirahim Alexa.
"Kamu milikku dan hanya milikku" ucap Azka kearah Alexa yang saat ini sudah terkulai lemas di dekapannya.
"aku gasuka punyaku disentuh orang lain, ingat itu atau kuhukum lebih berat dari ini" ancam Azka.
Alexa yang sudah tidak sanggup akhirnya memilih tidur.
...----------------...
Bersambung
Adeop 🖤
__ADS_1