
Pagi hari menyapa, aku terbangun dan melihat disekeliling. Aku ternyata ada dikamar ku, jadi kemarin itu bukan mimpi. Aku membersihkan diri dan mandi tak lupa aku memberikan usapan dan memotret diri terhadap perkembangan si kecil. Hari demi hari panjang sudah kulalui namun tetap saja aku tidak ingin melewatkan satu haripun terhadap pertumbuhan anakku. Dia begitu berarti untukku, dia satu satunya harta yang aku miliki yang paling menguatkanku untuk tetap melanjutkan hidup.
Tiada waktu paling membahagiakan kala kita akan menjadi seorang ibu, dia yang sudah hadir meskipun semua orang tidak menganggap kehadirannya ada tapi akuu.... Aku lah orang pertama yang akan selalu menggenggam tangannya, merawatnya dengan sekuat tenaga, dan membimbingnya hingga dewasa nanti.
"mbak Alexa, itu anu" ucap Rara gelagapan.
"Ada apa Ra?" tanyaku pada Rara yang terlihat gelagapan dan menggaruk rambutnya terus menerus
"Itu mbak, emm" ucap Rara menjeda ucapannya. Aku mendekati Rara dan menyuruhnya duduk
"Ada Apa, coba bicara baik baik"
"Jadi gini mbak ceritanya... Tadi waktu kita mau sarapan pagi, ada Tuan Azka datang kemari" ucap Rara yang berhasil membuatku terpaku.
"Lalu Tuan Prastio menemuinya dan...
*Flashback*
Pintu diketuk, Azka dengan pakaian rapi mengetuk pintu rumah Prastio berkali kali. Ayah Alexa yang saat ini sedang duduk seraya akan memulai sarapannya dibisikkan sesuatu oleh Bibi, Tak lama Ayah Alexapun berjalan menuju pintu.
"Mau apa anda kemari, Sebaiknya anda pergi dan jangan pernah injakkan kaki anda kemari" ucap Ayah Alexa.
"Izinkan saya bertemu Alexa, saya tahu dia didalam" ucap Azka seraya memohon.
"saya tidak ingin melakukan kekerasan khususnya anda, saya masih menghormati Tuan Baron ayahmu, saya beri waktu untuk anda pergi dari sini sekarang juga." ucap Ayah Alexa.
__ADS_1
"Saya mohon izinkan saya bertemu Alexa" ucap Azka lagi dan lagi
"Sudah kubilang jauhi putriku, aku tidak akan segan lagi kalau sampai kamu berani menyentuh putriku lagi" ucap Prastio seraya mencengkeram kerah Azka erat.
"Pukul saya, tolong pukul saya jika itu bisa mengurangi rasa kesalmu pada pria yang sudah menghancurkan hidup putrimu" ucap Azka penuh keyakinan.
"Pergilah, jauhi putriku. Kamu laki laki yang tidak hanya membuat putriku hancur tapi juga membuatnya harus menderita mengandung anak yang bahkan semua orang tidak menginginkan kehadirannya terutama ayahnya sendiri" ucap Sekretaris Tio seraya mendorong Azka mundur kebelakang.
*Flashback End*
Alexa yang mendengar cerita Rara langsung bergegas turun kebawah.
"Saya akui saya Salah, tapi saya mohon tolong izinkan saya bertemu Alexa. Saya akan mempertanggung jawabkan semua yang sudah kulakukan padanya" ucap Azka yang kini berlutut.
"Betapa percaya dirinya, aku tidak akan pernah sudi menyerahkan putriku kepada orang sepertimu" ucap Sekretaris Tio yang sudah tidak sabaran lagi.
"Alexa ingin berbicara berdua dengannya Ayah" ucap Alexa pada Ayahnya.
"Oke, tapi bisa ayah pastikan jika orang ini menyakitimu lagi dia akan menyesalinya seumur hidup" ucap Sekertaris Tio seraya memasuki rumahnya.
Alexa menatap Azka yang masih berlutut, "berdirilah presdir jangan tundukkan dirimu demi bertemu denganku lagi" ucap Alexa kemudian Azkapun bangun dan berdiri. Dia mendekat dan memegang kedua tangan Alexa, namun dengan segera Alexa melepaskan tangannya.
"Ikuti aku, kita harus bicara" ucap Alexa pada Azka. Disinilah mereka taman dengan Gazebo yang ada di rumah Alexa, tempat inilah dimana ia sering habiskan waktunya untuk belajar kelompok dengan Ailsa.
"Aku harus bicara ini, aku harap setelah ini kita bisa menjalani hidup kita masing masing" ucap Alexa setelah sampai.
"Izinkan aku bilang segala hal padamu terlebih dulu, huftt" ucap Alexa seraya membalik badan menatap Azka.
"Aku akan berkata Jujur, pertama aku sangat sulit untuk memaafkanmu, karena kamu orang yang membuatku harus menghianati sahabatku satu satunya. ya Ailsa adalah salah satu sahabat yang selalu ada untukku. Kamu membuatku layaknya orang jahat yang menghabiskan malam malam bersama pacarnya bahkan sampai aku hamil. Kau tahu kebahagiaan Ailsa adalah kamu, dan kamu membuatku menghancurkan kebahagiaan sahabatku sendiri" jeda Alexa seraya menghapus cairan bening yang membasahi wajahnya.
__ADS_1
"kedua Kamu memaksaku untuk melakukan hubungan badan terus menerus hingga aku layaknya seorang ja*** pemuas ****u, kamu tahu tiap kali melakukannya tiap kali aku harus meminta maaf pada Ailsa. Pernahkah kamu memikirkan rasanya? bahkan aku melakukan sexs dengan pria yang hatinya bukan untukku"
"ketiga, pernahkah kau tau aku begitu menderita selama kehamilanku. Aku sendirian tanpa siapapun disampingku atau mendukungku saat itu, kau tahu aku yang selalu menahan diriku agar bertahan dari fase nyidam yang kadang aku tak mampu untuk membeli sendiri apa yang aku inginkan. dan disaat aku sudah bersusah payah agar tidak ada satupun dari masa lalu datang lagi dihidupku, kamu malah datang dan menyuruhku kembali lagi merasakan penyesalan dihidupku,"
"Kau tahu, tidak pernah satu haripun aku lewatkan untuk tidak menyesali semua perbuatanku" hiks hiks tangis Alexa kini sudah pecah.
"Mmaaf Alexa" Azka kini menundukkan kepala ia juga ikut menangis, begitu kejamnya ia pada kedua gadis yang sangat berarti dihidupnya terutama gadis yang kini sudah memenuhi hatinya, dialah gadis yang kini ada dihadapannya. Azka memegang kedua pundak Alexa agar mau menatapnya.
"Maafkan segala yang telah aku lakukan padamu, kini giliranku izinkan aku mengatakan segalanya padamu."
"Maaf karena dulu telah memaksamu melakukan hubungan suami istri tanpa adanya suatu kejelasan hubungan. maaf membuatmu harus kehilangan sahabatmu, maaf telah membuatmu menyesali seluruh hidupmu, maaf telah membuatmu tersiksa dan maaf aku datang terlambat. Jujur pertama dan kedua kali aku tidak merasakan apapun padamu namun setelah beberapa kali melakukannya entah kenapa aku begitu ingin memilikimu, aku tidak pernah bisa berhenti memikirkanmu dan bahkan aku tidak bisa menahan ****u ku saat didekatmu. hingga kamu datang mengatakan kalau kamu hamil, saat itu aku benar benar terkejut. Aku benar benar tidak habis berfikir disaat aku belum yakin dengan perasaanku padamu namun kamu mengatakan bahwa kamu mengandung anakku. Aku terlalu bahagia sampai aku tidak sadar kalau aku tau Ailsa mendengarkan apa yang kita bicarakan.
Saat itu aku mengejar Ailsa karena aku akan meminta maaf dan mengakhiri hubunganku karena bagaimanapun aku akan tetap mempertahankanmu apapun keadaannya, namun Ailsa sudah terlanjur kecewa padaku hingga aku tersadar jika kamu masih dikantor saat itu juga aku berlari lagi kembali kekantor. Namun saat sampai kamu sudah tidak ada, setelah itu aku pergi kerumahmu tapi semuanya diblacklist aku bahkan diusir ayahmu. Aku kembali kerumah dan aku dihabisi ayahku.
Beberapa hari kemudian aku tidak sadar apapun yang kulakukan, Aku stress berat saat tahu kamu pergi. Kamu pergi disaat aku belum mengatakan apapun, kamu pergi disaat aku belum mengatakan isi hatiku bahwa Aku mencintaimu Alexa. Pagi siang sore aku selalu mencarimu hingga kondisi mentalku terganggu, butuh beberapa bulan untuk aku sembuh dari gangguan jiwa itu. Saat sadar dan dinyatakan pulih oleh dokter aku berhasil menemukanmu. Maaf karena aku datang terlambat, maaf kamu harus melalui masa kehamilan yang berat tanpa aku disisimu." ucap Azka tanpa jeda dengan air mata yang sama sama membanjiri kedua orang tadi baik Azka maupun Alexa tidak ada yang berhenti menangis.
"Aku mohon maafkan aku, pria bodoh yang belum sempat mengatakan bahwa Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimuu Sekertaris Alexa. Aku mohon menikahlah denganku" ucap Azka seraya memeluk Alexa. Alexa tercengang mendengarkan penuturan pria didekapannya ini. Ternyata apa yang dikatakan Emilie benar adanya.
Azka melepaskan pelukannya dan beralih menghapus air mata Alexa.
"Aku mengatakan semuanya dengan penuh kejujuran, aku mohon ayo kita perbaiki semuanya dari awal. Aku mohon terima aku dan jadilah istriku, aku tidak ingin kehilanganmu. hanya kamu yang kini berhasil memenuhi hatiku" ucap Azka
Bersambung
...----------------...
Sapa Author,
Hai semuanyaa maaf ya membuat kalian semua tergantung. Siapa yang udah ga sabar cerita Ailsa??? Tenang ya part Azka Alexa tinggal beberapa episode lagi habis itu aku akan ceritakan kisah Ailsa (tapi aku akan selingi bonchap buat Azka dan Alexa)
__ADS_1