
Lanjuttt!!!
Siang hari kemudian, sudah saatnya jam makan siang dan presdirnya masih fokus dengan dokumen dokumen didepannya. Alexa mendongak ia menatap Azka dalam sungguh betapa tampannya laki laki dihadapannya saat dia fokus membaca dokumen dokumennya semakin menambah kesan tampan.
"Kenapa aku tampan kan?" ucap Azka yang seolah tahu dia diperhatikan dari tadi oleh sekertarisnya. Alexa yang mendengar itupun gelagapan.
"Apa aku- aku tidak" jawab Alexa gugup
"Akh presdir ini sudah jam makan siang, bukankah kamu sudah berjanji akan makan siang dengan Ailsa?" tanya Alexa dengan nada sedikit kesal.
"Hmm" Azka menutup Dokumennya kemudian menatap Sekertaris Alexa. mendengar pertanyaan ketus Alexa membuatnya berfikir apakah wanita didepannya ini sedang cemburu.
"kenapa presdir malah menatapku" ucap Alexa.
"Kau cemburu? kalau kau cemburu aku tidak akan makan siang dengan Ailsa" ucap Azka to the point
"Kenapa presdir menanyakan itu padaku, haha lucu sekali. Saya ini bukan siapa siapa presdir justru Ailsa lah yang wajib cemburu kala presdir mementingkan pekerjaan daripada dirinya" ucap Alexa seraya menampilkan senyum kecut.
"Iya presdir aku sangat cemburu, aku gamau berbohong lagi aku benar benar cemburu saat ini. kumohon mengertilah, Tapi aku sadar aku ini siapa" batin Alexa.
__ADS_1
"Aku kira kamu akan cemburu, tolong katakan pada Ailsa. Maaf aku tidak bisa makan siang dengannya aku harus menyelesaikan ini dan pesanlah makan siang untukku dan kamu juga kita makan disini saja" putus Azka. Semburat senyum muncul di wajah Alexa dan berkata "Baiklah presdir" hal itu tidak luput dari penglihatan Azka. Sudah ia duga jika Alexa akan cemburu, namun entah apa itu hanya perasaannya saja.
Tak lama makan siang yang ia pesan sudah datang. Alexa segera membuka dan menyiapkan makanannya untuk sang Presdir.
"Presdir makanan sudah siap, presdir bisa langsung makan sekarang" ucap Alexa.
"tentu" Azka menutup dokumen itu dan mulai pindah menuju sofa.
Azka dan Alexa menyantap makanan mereka. Setelah mereka selesai Azka bersandar pada bahu sofa.
"Aku kekenyangan" ucap Azka.
"Sekertaris Alexa tolong buatkan aku kopi" pinta Azka
"Baik Presdir" ucap Sekertaris Alexa.
Tak lama setelah itu Alexa kembai dengan secangkir kopi panas. ia meletakkan di depan Presdirnya yang saat ini menutup mata.
"ck dasar orang ini nyuruh nyuruh eh malah ditinggal ngorok" batin Alexa.
__ADS_1
"Presdir ini kopinya" ucap Alexa namun Azka tak kunjung bangun Alexa pun kesal ia berdiri dan sedikit membungkuk mendekati sang presdir yang terlelap.
"Presdir kopinya" seketika Azkapun membuka matanya, Alexa begitu terkejut kala pandangannya dan pandangan sang presdir bertemu. Azka menarik lengan Alexa seketika Alexa yang masih terbengong itupun terjatuh kedalam pangkuan Azka. Azka memegang pinggang ramping milik Sekertaris Alexa, ia melingkarkan pelukannya dengan erat. Azkapun berbisik lirih
"kamu sudah mengganggu macan tidur" ucap Azka
"Ah maaf presdir sa-sa saya tidak tahu" ucap Alexa gugup. seraya mencoba melepaskan pelukan sang Presdir. Azka menyibak rok Sekertaris Alexa keatas dan mera b aa nya.
"Kamu juga membangunkan singa kecilku yang sudah tertidur kamu harus tanggung jawab" ucap Azka, dengan suara yang sudah serak. Mengerti arah pembicaraan Presdirnya Alexa dengan segera beranjak dari pangkuan sang presdir.
"Duh gawat, Alexaa kamu bodoh banget sih udah tau kamu berhadapan dengan orang mesyum masih saja nekat" ucap Alexa lirih merutuki dirinya.
"Maaf presdir saya izin ke toilet" ucap Alexa kemudian membungkuk.
"Lihatlah ia begitu Imut sekali" ucap Azka seraya menampilkan seringai di wajahnya.
...---------------...
Hai readers jangan lupa ritualnya yaa, Like komen kalian sangat berarti untuk kemajuan Novel iniš„°
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan berupa kembang atau kopi yaaa !!! vote juga