Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Keluarga Azka


__ADS_3

Baron yang saat itu sedang menjalani pengobatan diluar negri ditemani oleh Sekertaris Tio pun harus terjun lagi kekantor karena putranya yang sedang mengalami depresi itu. Sejujurnya Baron sangat tidak nyaman karena tidak ada Sekertaris Tio disisinya dahulu dia akan bergantung pada Sekertaris Tio untuk membantunya menyelesaikan segalanya namun kini ia kerjakan sendiri dibantu Sekertaris Arez karena Baron tidak memiliki asisten lagi selain Sekertaris Tio.


Sekertaris Tio merupakan segalanya bagi Baron dirgantara karena ia merasa sangat puas terhadap kinerja Sekertaris Tio yang gesit dan mengerti banyak hal. Baron sangat terbantu dengan itu, Baron yang merupakan anak tunggal merasa memiliki saudara jika sedang bersama Sekertaris Tio. Merasa kehilangan sosok yang selalu ada disampingnya itu benar benar baron alami. Jujur Baron merasa tidak enak karena putranya lah yang sudah merusak putrinya.


"huftt" ucap Baron Dirgantara menghembuskan nafas dalam dalam.


Baron ingin sekali meminta maaf pada sang Sekertaris meski maaf tidak mampu mengembalikan segalanya namun setidaknya ia tidak kehilangan dan putus hubungan dengan sang sekretaris. Mulai saat Sekertaris Tio tau tentang kebenaran ia seperti hilang ditelan bumi, sering kali Baron ingin bertemu dengan Sekertaris Tio namun Sekertaris Tio tidak pernah mengangkat telefonnya bahkan ketika Baron kerumahnya namun sang maid mengatakan bahwa tuannya tidak dirumah.


Baron makin gusar ia memutuskan untuk kerumah Sekertaris Tio lagi sepulang kekantor. Sore harinya Baron sengaja pulang lebih dahulu ingin bertemu dan menyelesaikan masalahnya sesegera mungkin. Bangunan mewah rumah Sekertaris Tio mulai terlihat, Baron memasuki kawasan rumah dan mulai mengetuk pintu. Namun yang muncul adalah seorang Maid.


Baron mulai menanyakan pada sang maid keberadaan Alexa karena iapun akan merawat Alexa dan cucunya dan menjelaskan bahwa Azka belum bisa menikahinya karena sedang depresi.


"Dimana Alexa, putri Sekertaris Tio saya ingin bicara dengannya" ucap Baron namun sang maid hanya diam saja. Kemudian Baronpun menanyakan ulang


"Bi, bolehkah saya bicara dengan Alexa?" tanya Baron.


"Maaf tuan Baron, nona Alexa sudah diusir oleh tuan Prastio. no- nona Alexa sudah pergi dari rumah ini" ucap sang maid takut takut.


"Apa? jadi Alexa dan cucuku diusir Sekertaris Tio?" kaget Baron. Seketika Baron merasa sangat bersalah pada Sekertaris Tio dan putrinya. Baron memang sudah tahu kebenarannya tentang hubungan Azka dan Alexa karena saat dihipnotis Azka jujur segalanya mulai dari bagaimana perasaannya, bagaimana awal mula hubungannya, bahkan sudah berapa kali mereka melakukannya sengaja Baron tanyakan.


Sekertaris Tio bahkan seperti hilang dan sama sekali tidak bisa dihubungi membuat Baron semakin merasa tidak enak kepada sang sekretaris yang sudah seperti saudara sendiri tadi.


"kumohon jika Sekertaris Tio ada dirumah hubungi saya, ini nomor saya. saya sangat membutuhkan waktu untuk berbicara dengannya.


mengingat hal itu Baron mulai naik pitam saat ini baron mulai cuek dengan kondisi putranya ia hanya memfasilitasi agar dia mendapatkan pengobatan dokter selebihnya ia malas berurusan dengan putra yang sudah mengecewakannya. Baron yang sudah kecewa saat itu memutuskan untuk pulang kerumah.


Namun diam diam Baron mengutus orang agar mencari keberadaan Alexa dan cucunya berada. Biar bagaimanapun itu adalah cucu pertamanya, jujur saja Baron sangat menyukai anak anak diapun sebenarnya ingin menikahkan Azka agar lekas diberikan cucu. Namun semuanya berubah ia berhasil mendapatkan cucu namun dengan cara yang salah.

__ADS_1


"Bagaimana bi" ucap Sekertaris Tio setelah Baron meninggalkan rumahnya.


"tuan Baron ingin bertemu dengan nona Alexa dan Tuan prastio, beliau menitipkan pesan agar mengabarinya jika Tuan Prastio dirumah" ucap sang maid takut takut.


"Baiklah terima kasih Lanjutkan pekerjaanmu" ucap Sekertaris Tio dengan wajah datar.


"Tuan, sepertinya Tuan Baron sangat ingin menemui Tuan Prastio. Apakah saya harus jujur jika Tuan Prastio sudah dirumah?" tanya sang maid dengan menunduk


"tidak perlu, saya cukup malu menemui Tuan Baron" ucap Sekertaris Tio setelah menghembuskan nafas dan beranjak pergi.


Baron yang sudah pulang kerumah mulai masuk tanpa kata kata apapun. Raras menghampiri suaminya itu yang terlihat capek dan sedih menjadi satu.


"Ada apa pah" ucap Raras seraya menyiapkan baju untuk suaminya.


"Capek gara gara anak kurang ajarmu itu" ketus Baron seraya berlalu menuju Kamar mandi.


Berbeda dengan Raras, ia dengan telaten menemani putranya sembuh dari depresi yang dialami meskipun ia juga sangat kecewa dengan putranya. Ditemani oleh sang adik yang selalu membantu dan merawat sang kakak Raras bersyukur putra putrinya saling mendukung satu sama lain.


"Sayang, terima kasih sudah bantu mama jaga abangmu. Sebejat bejatnya abangmu dia tetap kakak kandungmu. Mama juga sangat kesal dan kecewa terhadap kakakmu tapi biar bagaimanapun dia tetap anakku sama sepertimu Emilie" ucap Raras


"Iya ma, Emilie tahu kok. Emilie akan selalu support keluarga Emilie. abang mungkin salah dalam cara mengungkapkan rasanya jadi semua ini dapat terjadi." ucap Emilie yang kemudian langsung dipeluk raras.


"Anak mama sudah dewasa ternyata gimana udah punya pacar belum" ucap Raras seraya mengusap lembut rambut putrinya.


"Ih mama apaan sih, Emilie lagi sibuk ngurusin tugas kuliah males banget mikirin ayang" ucap Emilie seraya mengerucutkan bibirnya.


"Iya sayang mama percaya kok sama Emilie, mama cuman pesen jangan sampai seperti abang ya" ucap Raras kepada sang putri.

__ADS_1


"Iya mama"


"Maafin Emilie ya mah ,Emilie belum bisa cerita semuanya ke mama. Emilie juga menyayangi abang jadi sudah tugas Emilie untuk membantunya agar berada dijalan yang benar" Batin Emilie.


"Abang lihat deh mama milikku wlee" ucap Emilie dihadapan Azka yang sedang duduk diam tanpa sepatah katapun.


"Ck bang lihattt, abang sayang gasi sama Emilie" ucap Emilie seraya menangkup kedua pipi Azka.


Azka tak merespons sama sekali ia hanya diam dengan tatapan datarnya.


"Emilie kamu apakan abangmu" ucap Raras geleng geleng melihat tingkah Emilie putrinya.


"Dia ini mesti diajakin berantem mah biar sembuh, mana bisa orang depresi kaya abang gantengku ini didiemin aja" ucap Emilie seraya memainkan kedua pipi Azka hingga mulut Azka membentuk kerucut seperti bebek.


"Emilie...." tegur Raras seraya tersenyum melihat putrinya.


"haahha kapan lagi sih ma bisa mainin abang kaya gini kalau dia lagi waras nyebelinnya setengah mati soalnya" ucap Emilie seraya mengeluarkan ponselnya. Ia mengambil beberapa foto dan Video ia sedang memainkan wajah sang Abang.


"Emilie jangan begitu ah" tegur Raras yang mulai mendekat.


"Iyaiya mah, wkwk lihat deh lucu banget" ucap Emilie seraya menunjukkan hasil jepretannya. Selanjutnya emilie ngacir melarikan diri.


Bersambung


......................


Guys jangan lupa ya Like komen Bab ini, Author panjangin nih jumlah katanya seneng gak? kalau seneng boleh dong Kasih Author Hadiah. caranya gampang Klik Hadiah trus pilih kembang atau kopi abis itu kirim! Thxx readers ku

__ADS_1


__ADS_2