Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Azka hampir menyerah


__ADS_3

Azka bahagia akhirnya dia menemukan keberadaan Alexa dan anaknya, Setidaknya ia sudah dapat melihat bagaimana kondisi Alexa sekarang ini.


"kamu dimana sayang?" ucap Raras kepada Azka melalui telefon.


"Aku dirumah sakit dan aku berhasil menemukan Alexa. Aku harus membawanya pulang terlebih dahulu ma" ucap Azka dengan suara antusias. Raras terkejut ternyata anaknya sudah berhasil menemukan keberadaan Alexa dengan usahanya sendiri.


"Wah alhamdulillah, Mama turut senang sayang. Oh iya mama cuma mau berpesan, Alexa mungkin akan sangat susah memaafkan atas semua perbuatan yang kamu lakukan kepadanya jadi mama mohon jangan pernah menyerah atas semua yang terjadi nantinya" ucap Raras pada sang putra.


"Tentu ma, udah dulu ya Azka mau pulang dulu ke hotel" ucap Azka. Lain halnya dengan Alexa yang saat ini tengah menangis,


"Ra gimana ini dia udah tau aku disini, aku takut" ucap Alexa kepada Rara.


"mbak Alexa tenang saja, saya akan selalu menjaga mbak Alexa disini" ucap Rara


"Aku takut Raaa"


"Tenanglah mbak semua akan baik baik saja"


keesokan harinya Azka mulai pergi kerumah sakit karena Alexa dijadwalkan akan pulang kerumahnya. Azka memang sudah mengetahui tempat Alexa tinggal namun ia sengaja ingin mengantarnya pulang. Azka sengaja meminta bantuan sang ayah agar Sekertaris Arez pulang kekantor segera, jadi ia punya kesempatan membawa Alexa pulang.


"Mbak tadi Sekertaris Arez bilang kalau dia tidak bisa mengantar mbak pulang soalnya dia ada urusan mendadak dan harus pulang keibu kota" ucap Rara.


"Yaudah Ra, pesen taksi online saja" ucap Alexa


"Tidak perlu ayo kuantar" ucap Azka yang sudah masuk keruang inap Alexa.


"Ra, pesen sekarang dan ayo segera pulang" ucap Alexa tidak menggubris ucapan Azka.


"Alexa aku tahu aku memang salah tapi aku mohon beri aku kesempatan" ucap Azka seraya memegang kedua tangan Alexa.


"Tidak perlu, lepas" ucap Alexa seraya beranjak dari ranjang.

__ADS_1


"Alexa aku mohon dengarkan penjelasanku"


"Aku bilang tidak perlu, sebaiknya anda pergi saya sudah pergi sejauh yang saya bisa. Jadi tolong pergilah dari kehidupan saya" ucap Alexa tegas seraya menahan air matanya.


"Dan pergi meninggalkan anakku yang ada dikandunganmu? tidak akan. Aku sudah berjanji akan membawamu dan anak kita pulang dan bangun semuanya dari awal" ucap Azka seraya memegang kedua tangan Alexa. Alexa tersenyum dan melepaskan tangan Azka seraya memegang tangan Rara untuk segera pergi.


"Aku sudah berjanji, kamu bisa pegang kata kataku" ucap Azka dengan keras.


Berhari hari Alexa dibuat kesal dengan tingkah Azka yang sering mendatanginya membawakan makanan bahkan bunga yang setiap hari tidak pernah absen. Seperti pagi ini Azka sudah mendatanginya pagi pagi sekali namun entah kenapa Rara pagi ini tidak ada sampai pintu diketuk berulang ulang.


"sebaiknya anda pergi dari sini" Ucap Alexa


"Aku mohon, maafkan aku. Aku menyesal, dengarkan aku" ucap Azka memohon.


"Sebaiknya anda pergi, saya sudah lelah bisakah anda pergi dari hidup saya?" ucap Alexa seraya menutup pintunya dengan keras.


Alexa menangis, sedangkan Azka berniat memberi Alexa waktu, jujur dia sudah tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan maaf dari Alexa, Berbagai cara sudah ia gunakan namun sampai sekarang tidak ada kemajuan apapun.


Emilie menghela nafas pelan kemudian ia menyusul abangnya itu.


"Bang, Emilie boleh masuk?" tanya Emilie seraya mengetuk pintu.


"ya" ucap Azka singkat dari dalam.


Emilie membuka pintu dan segera mendekati kearah abangnya yang terlihat lesu dan murung. Emilie yang sudah mengerti keadaannya tetap menanyakan apa yang menjadi beban fikiran abangnya itu. Jujur Emilie tidak ingin ikut campur terlalu banyak namun melihat abangnya yang terpuruk seperti ini membuatmya takut jika penyakitnya kambuh.


"Abang kenapa? Kok udah pulang bukannya kata mama abang mau membawa pulang kak Alexa tapi mana?" ucap Emilie


"huft, aku bingung aku sudah melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan maaf dari Alexa tapi apa? aku bingung harus bagaimana lagi" ucap Azka.


"Bang apa kamu menyerah cuman sampai sini?" ucap Emilie menatap tajam abangnya itu.

__ADS_1


"Aku bukan menyerah, tapi aku bingung harus dengan cara apalagi agar aku bisa menebus dosaku padanya" ucap Azka.


"ck sekarang abang fikir deh, dulu abang melakukan itu dan memaksanya hingga hamil seperti ini sudahkan abang bilang kalau abang melakukannya karena cinta? gak kan? abang malah masih tetap berhubungan dengan kak Ailsa yang notabenenya sahabat kak Alexa" ucap Emilie menohok


"iya aku melakukannya karena nafsu, tapi aku tidak tahu kapan rasa nafsu itu berubah menjadi cinta" ucap Azka kepada Emilie.


"wajar sih kenapa kak Alexa sampai kekeuh buat bang Azka pergi dari hidupnya, setelah apa yang abang perbuat memang sudah keterlaluan."


"bang, apa abang ga mikir abang punya adik perempuan yang bisa aja disakitin kaya perilaku abang ke kak Alexa?" ucap Emilie membuat Azka bungkam.


"Aku gatau lagi aku harus gimana Emilie" ucap Azka yang mulai menitikkan air matanya. Emilie menarik nafas dalam lalu memeluk abangnya itu


"Aku tahu aku salah Emilie aku harus menyelesaikannya, aku sudah tidak sanggup berada dalam bayang bayang kesalahan seperti ini"


"Abang sudah tahu kesalahan abang?" tanya Emilie


"Ya, kesalahan terbesarku telah menyakiti kedua wanita yang tulus mencintaiku" ucap Azka.


"Bang, Emilie sayang sama abang pergilah perjuangkan apa yang menjadi keputusanmu. Emilie yakin sekeras kerasnya batu dia akan pecah juga kalau kita sering menetesinya dengan air. Jangan pernah menyerah dan tetap perjuangkan apa yang menjadi hakmu" semangat Emilie


"Ya tentu, terimakasih adikku" ucap Azka seraya membalas pelukan Emilie dengan erat.


Bersambung


...----------------...


Siapa yang udah gasabar sama cerita Ailsa??


Tungguin yah hihi like dan komennya jangan kendorr dong biar author juga mood buat nulis


love you,Adeop

__ADS_1


__ADS_2