
"Ck dasar, sudah istirahat sana kamarmu disebelah kiri. Udah makan belum?" tanya kak Rendhy
"Udah, aku mau tidur aja abis ini" ucapku
"Yasudah istirahat besok kakak ada rapat pagi kamu pesen aja sarapan pake online, nanti siangnya kakak jemput kita jalan jalan okey" ucap kak rendhy seraya mengacak rambutku.
"Oke bosss" ucapku seraya menarik koperku menuju kamar itu. aku sangat tertegun melihat kamar yang begitu elegan dengan nuansa putih sangat cocok dengan kepribadian kak Remdhy yang sangat gila kebersihan.
Aku merebahkan tubuhku, kupandangi kisahku lagi. Aku berharap dengan aku disini aku bisa melupakan semua kejahatan mereka yang sudah berlalu. Aku harus kuat dan gaboleh lemah, aku berjanji pada papa jika aku sudah kembali aku akan melupakan segalanya dan kembali seperti sedia kala.
Tidak terasa waktu sudah larut aku pun tertidur dalam keadaan masih sama seperti di bandara tadi. Pagi hari aku terbangun akibat ketukan pintu dari depan apartemen, aku pun membuka pintu dan ternyata nampaklah seorang gadis cantik dengan wajah terkejutnya, dia menatapku dengan mata yang berkaca kaca.
"ya ada perlu apa ya?" ucapku dalam bahasa inggris.
"kalo boleh tau mbaknya ini siapa ya?" ucap gadis itu seraya mengusap air mata yang sudah jatuh
"Ah saya Ailsa, ad-" ucapku namun sudah terpotong suara kak Rendhy.
"Mau apa kamu kemari?" ucapnya datar.
"Rendhy dia siapa?" tanya gadis itu kemudian dengan cepat kak Rendhy menjawab
"Dia pacarku, sebaiknya kamu pergi jangan mengganggu waktu kami" ucap kak Rendhy yang sangat kasar. Aku menatap tajam pada kakakku ini, bagaimana bisa dia berkata seperti itu.
"Oh yasudah maaf mengganggu saya permisi" ucap gadis itu seraya berbalik. Aku sungguh tidak tega melihatnya sebenarnya dia siapa dan ada masalah apa dengan kak Rendhy.
Aku langsung menutup pintu dan menatap kakakku tajam seperti itu, siapa dia kak? bentakku.
"apaan sih gatau orang gila kali, udah ah kakak mau berangkat. Nih uang pesen sarapan online sendiri." ucapnya seraya mengambil tas kerjanya.
"Enggak jawab dulu, aku bilangin papa lho" ucapku
"Ck iya iya, dia itu pacar kakak. Tapi itu dulu sebelum kakak lihat kemarin dia jalan sama cowo lain" ucap kak Rendhy kesal.
"Dih emang itu cowo siapa? emangnya kak Rendhy kenal?" ucapku tambah kesal yang hanya dijawabi gelengan saja.
"ck, emangnya kak Rendhy ga mikir bisa aja itu cowo sepupunya ya kaya kita ini, gadis itu juga tadi percaya kan kalo aku pacar kak Rendhy padahal nyatanya aku ini adikmu. Semua yang terlihat emang belum tentu sama kaya aslinya tau" ucapku melihat kebodohan kakakku itu.
"hei kok aku ga kepikiran ya? duh bodoh amat sih gue" ucap kak Rendhy seraya menepuk jidatnya.
"Trus aku sekarang harus gimana?" tanya kak Rendhy dengan polosnya.
__ADS_1
"Masuk sumur sana, pake nanya lagi sana kejar trus minta penjelasan dia baik baik. Masa gitu aja gatau, oh iya bilang kalau aku ini adikmu ntar dia salah paham lagi"ucapku seraya memesan makanan lewat ponsel.
"Aaak ada untungnya juga punya adek cantik kaya elu, okeh makasih udah nyadarin abang lu yabg goblok ini. oh iya satu lagi mungkin kamu harus ngomong sama Azka tentang kejadian aslinya dimasalahmu siapa tau salah paham sepertiku yakan" ucap kak Rendhy seraya ngacir pergi.
deggg
Iya juga ya yang dikatakan kak Rendhy, aku kan belum tau penjelasan mereka? ah tapikan Alexa bilang kalau itu anaknya Azka. Hah tapi aku juga penasaran juga sih kok bisa mereka seperti itu dibelakangku?
Arrrghhh Ailsaaaa lu mikir apaan sih inget lagi kan sekarang, udah ah fokus fokus saat lu siap nanti baruu deh cari tau kebenarannya. Akupun langsung memesan sarapan yang tertunda tadi, ingin memasak tapi kak Rendhy ini tipe CEO yang gabisa masak mana mungkin ada bahan makanan dilemarinya, sudah aku duga kalau isinya hanya mi instan. Tak lama makanan pun datang akupun sarapan dengan lahapnya.
Setelah perut kenyang, aku merasa bosan. jam masih menunjukkan pukul 9 siang sedangkan kak Rendhy akan menjemputku pas jam makan siang 3 jam lagi tapi harus di dalam apartemen ini. bosan sekali batinku. Ah keluar bentar deh, deket deket aja biar ga tersesat. Akupun berganti pakaian dan keluar
Apartemen yang elit memang karena disini sangat sepi, akupun keluar dengan mengenakan baju serba hitam. Aku ingin berkeliling sampai ia menemukan sebuah taman disana sejuk dan tidak terlalu ramai. sayang sekali tidak membawa kertas untuk melukis.
Akupun mengelilingi taman itu, sampai aku dibuat terkejut oleh seseorang.
"Loh itukan orang kemarin. Kok dia disini masa iya ngikutin gue?" ucapku lirih. Karena penasaran siapa dia dan mau apa sampe diapun ikut kemari, aku sengaja mendekatinya.
"Hello sorry bolehkan aku duduk disini?" ucapku, tapi dia cuek dan masih tetap dingin sambil memegang kertas dan pensil sepertinya dia sedang melukis.
"Hih lihat mukanya nyebelin banget, kalau engga karena pengen minta maaf dan kepo kenapa dia disini gue mah ogah"
"Ck kenapa sih, aku ngomong dengan anda tuan bisakah anda mendengarkan lawan bicara anda?" ucapku kesal seraya mendorong buku gambar tadi kebawah sehingga terlihat wajah pria itu.
deggg
"gila ganteng banget, argh apa sih Ailsa" batinku jujur saja dia terlihat sangat tampan.
"kenapa" suara bariton itu membuat hatiku tuba tuba meleleh.
"Kamu dengerin aku ngomong gasih dari tadi?" ucapku kesal.
"Kamu ngomong denganku?" ucapnya dengan ekspresi wajah yang menyebalkan sangat sangat menyebalkan.
"Oke saya ulangi, saya minta maaf karena kelakuan saya kemarin soalnya saya benar benar lagi sakit hati dan baru kali itu saya seperti itu, oiyaa sama minta maaf udah ngatain kamu tukang bersih bersih." ucapku lantang.
"Its ok" jawabnya seraya melanjutkan kegiatan menggambarnya.
"What ini cowo yakin gitu doang ekspresinya?" batinku
__ADS_1
"Ck maaf siapa namamu dan kenapa bisa disini?" ucapku seraya mendorong buku gambarnya lagi hingga mata kami saling pandang.
"gadis berisik" ucapnya seraya melanjutkan gambarnya. Akupun naik pitam bagaimana bisa ini cowo sangat menyebalkan.
"Hei kau tidak mengikutikukan? jujur saja apa alasanmu kemari dan siapa namamu pria menyebalkan" ucapku dengan kesal setengah mati.
"Ck tidak usah geer aku tidak mengikutimu dan memangnya ini duniamu ya sampai orang lain tidak boleh kemanapun sesukanya?" ucap pria itu.
"enggak siapa tau kamu mata matain aku" ucapku asal. Tak lama seseorang yang dahulu pernah memanggil pria itu dengan sebutan tuan muda mendekat.
"Tuan muda apa gadis ini mengganggumu? biar saya usir" ucapnya seraya maju mendekatiku.
"Tidak bim, dia hanya anak ayam yang kehilangan arah" ucap pria itu tanpa menoleh dari buku gambar.
"hei apa kau bilang? anak ayam? berani sekali kamu" ucapku seraya meninju buku gambarnya. Pria yang disebut bim tadi langsung mendekat dan menarik tanganku.
"Jangan kurang ajar nona, lebih baik menyingkir dan pergi dari sini" ucap pria bernama bim yang sepertinya bimo atau bima tidak tahulah aku.
"Lepas apaan sih sakit tau" ucapku seraya mencoba melepaskan genggaman pria tadi.
"bim lepaskan" ucap pria tadi seraya berdiri dari tempat duduknya.
"Tapi dia telah lancang tuan muda"
"Sudahlah bim, aku sudah selesai ayo balik kekantor" ajak pria tadi seraya berbalik.
"Ailsa" teriak seseorang yang sepertinya kak Rendhy.
"Ail lu kemana aja lo ilang gue yang dimarahi papa" ucap kak Rendhy ngos ngosan.
"bim ayo" ucap pria itu seraya berjalan perlahan.
"Tuan gerald anda disini?" ucap kak Rendhy
Bersambung....
...----------------...
Maafin yaa Author rada telat up soalnya author lupa hehe
Visual visual author kemarin kelupaan ngasi visual next episode aja ya hihi
__ADS_1
jangan lupa like komen vote dan kasih hadiah buat author!