
"Presdir kembalikan, saya harus bekerja." Jawab Alexa.
"Memangnya apa yang kau kerjakan, aku bahkan belum menerima tugasku karena jadwal baru dikirim nanti siang" ujar Azka seraya menampilkan senyum miringnya.
"setan nih presdir" cercah Alexa dalam hati.
"Haha Saya memang belum memiliki pekerjaan tapi saya harus mengatur jadwal untuk anda" jawab Alexa.
"Sudahlah kau tidak perlu mengaturnya sekarang, bukankah lebih baik kamu menikmati pemandangan ini? termasuk aku?" ucap Azka
"Tidak terimakasih presdir" ucap Alexa jengah.
"Hei sepertinya kamu tidak senang berada satu ruang denganku" ucap Azka seraya mendekatkan wajahnya kearah Alexa.
"Presdir berhenti" Ucap Alexa seraya mendorong sada bidang sang presdir menjauh.
"memangnya kenapa? apa yang kau fikirkan" goda Azka. Namun Alexa hanya membuang pandangannya. Azka mendekati wajah Alexa, dan berbisik "Kenapa hm kau memikirkan ini?" Tak lama Alexapun membalikkan wajahnya dan tak menyadari kala bi birnya sudah menempel satu sama lain.
Alexa yang terkejut hendak mendorong Azka namun tengkuknya ditahan erat oleh Azka. Bi bir itupun ber ge rak menjadi lu ma t an.
"emppt" Alexa memberontak mendorong Azka menjauh namun tangannya dicekal kuat oleh Azka. Lama kelamaan kekuatannya melemah, hal itu dimanfaatkan sengan baik oleh Azka. Tangannya mulai menelusup kedalam blouse yang dikenakan Alexa. Disana ia bermain main mere *as kuat bukit sintal yang masih tertutup br aaa.
Lenguhan kecil keluar dari mulut Alexa. Sejenak Alexa gerbuai, sesaat kemudian kala tangan sang presdir sudah menuju ke area sen si ti f bagian bawah Alexa tersadar.
"Hah presdir apa yang kau lakukan ini dikantor" ucap Alexa dengan nafas tersengal sengal.
__ADS_1
"Aku ingin, dan bukankah kita belum pernah mencoba bercinta disini. aku rasa ini akan menjadi pengalaman yang menakjubkan" ucap Azka seraya melanjutkan lu ma ***nya di leher Alexa.
"Kau gila presdir, eng ah" ucap Alexa kala Azka menggigit pu ***ngnya" Titik kelemahan Alexa ia tidak sanggup bila sudah diberi kenikmatan. Azka menyerang atas bawah. Sebelum milik Azka benar benar masuk seseorang sudah mengetuk pintu.
tok tokk.. tok..
"Arghhhh sh**" kesal Azka saat dia dlaam mode On. Ia segera merapikan bajunya kembali.
"Rapikan bajumu" perintah Azka kepada Sekertaris Alexa. Tak lama Azkapun membuka pintu, iapun keluar dan menutupnya segera.
"Oh Miss Anya, ada apa?" tanya Azka dengan gugup.
"Saya bawakan dokumen yang anda minta Tuan muda" ucap wanita itu
"Tuan muda, apakah anda baik baik saja?" tanya Miss Anya.
"Saya baik baik saja memangnya kenapa?"
"Itu bibir tuan muda sedikit membengkak dan berdarah" Azka terkejut "shiiii t aku malu sekali" batin Azka
"Oh tidak apa apa ini tadi tidak sengaja tergigit, ah kalau begitu saya pamit kedalam mau mempelajari ini" Ucap Azka
"Baik tuan Muda jika butuh sesuatu jangan sungkan kepada saya" tawar Wanita itu.
"Tentu, terimakasih"
__ADS_1
Azka pun masuk disana ia melihat Alexa sudah berpakaian rapi kembali dan fokus pada tabletnya.
"ck bisa gasih gausah gigit lihat ini berdarah" ucap Azka seraya mendekati meja Sekertaris Alexa.
"Harusnya Presdir tidak boleh melakukan ini, Aku bukan seorang ja***ng presdir. Aku gamau nyakitin sahabatku. Kenapa presdir lakukan ini padaku terus menerus. laki laki breng ***k, kau ingin aku menjadi pemuasmu saja dan mengkhianati sahabatkuu hah fikirrr presdirr apa yang kamu lakukan"
plakkk...
Alexa menampar pipi Azka, "Gimana rasanya? puaskah kamu menyakiti hatiku dan sahabatku hah" ucap Alexa dengan Sarkas.
"Hei aku bertanya padamu, haruskah kamu menggigitku?" tanya Azka lagi melihat Alexa malah terbengong.
"Maaf" satu kata yang terucap dari mulut Alexa.
"hmm andai aku seberani ituu" batin Alexa, ya ia membayangkan menampar wajah sang presdir dengan keras hingga ia sadar apa yg dilakukannya itu salah total.
"Sudahlah jawabanmu membuatku hilang mood untuk bercinta denganmu" ucap Azka final ia kemudian melangkah menuju mejanya dan membaca dokumen yang diberikan Miss Anya padanya.
Bersambung
...----------------...
jangan lupa kembang kopi ya gais ya
like dan komen jugaaaaaa
__ADS_1