Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Alexa jatuh


__ADS_3

Brukk


"Auch" Rintih Alexa ketika terpeleset didepan kamar mandi.


"mbak Alexa" teriak Rara ketika melihat sang boss terjatuh dengan sigap ia membantu Alexa dan memapahnya menuju sofa.


"Ra, perutku sakit banget" ucap Alexa seraya memegangi perutnya yang kini sudah membuncit.


"What?! mau mberojol mbak dede bayinya??" ucap Rara Panik seraya mondar mandir.


"Engga lah ini masih tujuh bulan, Raa tolong ambilin hapeku sshh" ucap Alexa seraya menahan rasa sakitnya.


"ini mbak, mbak ayo kita kerumah sakit saja" ucap Rara.


"Iya tunggu Ra, aku telfon kak Helen dulu dokter kandungan aku" ucap Alexa yang hendak menelfon tapi ia tidak sanggup menahan sakitnya lagi, iapun pingsan.


"Mbakk mbak Alexa, mbak kok tidur mbakk" ucap Rara seraya menepuk pipi Alexa perlahan.


"Alexa aku datang bawain kamu Pizza nih" ucap Sekertaris Arez yang baru tiba.


"Alexa kenapa?" ucap Sekertaris Arez yang langsung mendekat saat melihat Rara menepuk nepuk pipinya seraya menangis.


"Tolong bawa mbak Alexa kerumah sakit, Ia sepertinya pingsan" ucap Rara sesenggukan.


"Apa?!"dengan sigap Sekertaris Arez membopong menuju mobilnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Tak lama Alexa dibawa keruang IGD, disana langsung ditangani.


"Gimana ceritanya Alexa bisa Pingsan Ra?" tanya Sekertaris Arez


"Mbak Alexa terpeleset sepertinya, tadi langsung aku tolong tapi dia sempat bilang perutnya sakit ga lama dia langsung pingsan.


"Semoga tidak terjadi apa apa pada keduanya" ucap Sekertaris Arez terlihat khawatir.


Setelah itu tak lama dokter yang menangani Alexa keluar


"Bagaimana keadaan adiknsaya dokter?" tanya Sekertaris Arez


"keduanya baik baik saja, dia hanya mengalami keram tolong jaga baik baik jangan sampai terjadi benturan lagi." ucap dokter itu.


"Huft, syukurlah mbak Alexa tidak kenapa kenapa"ucap Rara seraya menyenderkan kepalanya ketembok dengan capeknya.


"Tidak apa apa saya disini saja" ucap Rara.


Disisi lain Azka mendapatkan informasi oleh anak buahnya yang melihat Sekertaris Arez berada di salah satu rumah sakit. Dan disanalah anak buah Azka mendapatkan berita terbaru keberadaan Alexa.


Dengan segera Azka meluncur kerumah sakit tersebut. Setibanya disana Azka bertanya tempat Alexa dirawat, saat itu juga Azka langsung menemui Alexa.


"Tidak akan aku lepaskan lagi" batin Azka seraya berlari menuju ruang Alexa dirawat.


"Presdir Azka" ucap Sekertaris Arez yang begitu kaget melihat bosnya bisa berada di rumah sakit ini. Azka menatap Sekertaris Arez dengan sangat tajam, kemudian ia berlalu untuk masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


"Presdir anda tidak boleh masuk" cegah Sekertaris Arez.


"Brengsek brughh beraninya kau menyembunyikan semua ini dariku" ucap Azka seraya memukul Sekertaris Arez.


"Tenanglah ini rumah sakit" tegur Rara keras. Azka pun segera masuk kedalam ruangan Alexa.


Pintu ia buka dengan perasaan takut, kecewa, dan senang bercampur menjadi satu Azka masuk kedalam, dilihatnya wanita cantik yang selama ini ia cari sedang terbaring dengan selang infus dan perut yang membuncit. Azka mendekat kearah ranjang dimana Alexa tertidur setelah diberi obat. Azka mengusap kepala Alexa perlahan seraya berkata


"maaf"


Alexa yang merasa ada seseorang mengusik tidurnya segera membuka matanya meskipun dengan sangat berat karena ia berada dalam efek obat. Pandangan pertama yang ia lihat adalah Presdirnya, ayah dari bayinya dan orang yang ia cintai. Alexa memejamkan matanya kembali kemudian membuka lagi perlahan saat dirasa pandangannya sudah normal ia terkejut kala memang Azka lah yang berada dihadapannya seraya menciumi tangannya.


Dengan segera Alexa menarik tangan yang ada digenggaman Azka.


"Apa yang anda lakukan disini, Raa Rara" panggil Alexa dengan suara lemahnya.


"sst aku mohon maafkan akuy izinkan aku disini menemanimu" ucap Azka


"Tidak perlu sebaiknya anda pergi dari sini, Raaa Rara dimana kamu" teriak Alexa.


Taklama karena mendengar suara Bossnya akhirnya Rara memasuki ruangan ditemani Sekertaris Arez.


"Ada apa mbak Alexa" tanya Rara ketika sudah masuk.


"Tolong usir pria ini, aku ingin sendiri" ucap Alexa ketus.

__ADS_1


"plis aku mohon sama kamu, aku ingin minta maaf Alexa" ucap Azka kekeh ingin menemaninya.


"Saya hanya menjalankan amanah, segera keluar atau saya akan laporkan kepada satpam disini" ucap Rara. Azkapun hanya menatap tajam, lalu ia keluar dari ruangan setidaknya ia sudah menemukan keberadaan Alexa saat ini.


__ADS_2