
Tak lama Azka yang baru saja selesai mandi keluar dengan handuk yang melilit menutupi tubuhnya, Alexa kembali terpukau melihat perut kotak kotak Azka yang masih basah dengan rambut yang masih mengeluarkan Air membuat Azka begitu maskulin.
Drrtt.. drtt.. drttt
Bunyi panggilan masuk dari ponsel Alexa memecahkan perhatian Azka dan Alexa yang saat ini saling memandang satu sama lain.
"Hahhh Bagaimana ini" Ujar Alexa panik,
Alexa mengusap wajahnya yang masih dipenuhi air mata, melihat Alexa kebingungan dan panik Azkapun kian mendekat lalu bertanya
"Siapa?" tanya Azka
"Ailsa" jawab Alexa cepat
deggg
Jantung Azka seraya berhenti berdetak, Ia menghianati Ailsa lagi. Namun jujur dihati kecilnya ia sangat candu dengan tubuh Alexa dia benar benar menikmatinya.
"Tadi saat anda menelfon saya, saya sudah berjanji dengan Ailsa untuk pergi bersama" lanjut Alexa seraya menangis
"hiks hiks" Azka mendekat dan menghapus air mata Alexa.
"Angkatlah atau Ailsa akan curiga" ucap Azka, kemudian Alexa menggeser tombol hijau dan mengangkat telepon sahabatnya itu.
"Ya Ail"
"Kamu dimana? aku sama wina sudah ada dimall dan udah mau pulang tapi kamu masih ga dateng dateng" ucap Ailsa diseberang.
"M-maaf Ail Aku tadi ada panggilan mendesak" jawab Alexa terbata
Azka yang mengertipun langsung meminta ponsel Alexa.
"Sayang Alexa tadi ikut rapat dadakan denganku, karena kliennya akan segera pergi jadi kita langsung pergi dan lupa mengabarimu, ini aja kita baru selesai" ucap Azka berbohong kepada Ailsa.
"Sayang ini kamu?" Jawab Ailsa
"Iya dan tadi Alexa udah cerita ada janji denganmu, maaf ya karena panggilan ini kamu jadi menunggunya, aku jadi merasa tidak enak"
"oh gitu yaudah gapapa kok sayang aku lega dengernya, kita juga udah mau balik kok jadi kita ngabarin Alexa dulu soalnya tadi aku udah wa dia takut dia nyusul kemari padahal kita udah pulang" jawab Ailsa
__ADS_1
"Yaudah hati hati dijalan ya, aku juga mau pulang. nih aku kasihin ke Sekertaris Alexa" ucap Azka sambil tersenyum. Ia memberikan ponselnya kepada Alexa lagi.
"Halo Ail, maaf ya aku tiba tiba pergi nggak ngabarin kamu"
"Iya Alexa gapapa kok, aku faham posisimu kamu harus selalu siap sedia saat Azka menelfon" terang Ailsa tanpa curiga sedikitpun.
"Maaf ya Ail, Besok deh sabtu aku akan ijin dan pergi denganmu sebagai gantinya" terang Alexa yang tidak enak membohongi sahabatnya
"Tak perlu Alexa, kasihan Azka jika nantinya kamu izin. Minggu aja besok aku ajak wina ngelukis didanau disana tenang banget cocok untukmu melepas penat gimana?" pinta Ailsa. Alexa merasa tersentuh sahabatnya tidak pernah marah bahkan curiga sedikitpun dengannya.
"Maaf Ail, aku membohongi dan menghianatimu bahkan dengan orang sebaik dirimu" batin Alexa.
"Oke baiklah, kalau gitu aku pulang dulu ya Ail" pamit Alexa
"Oke baiklah akupun sedang dijalan"
Mereka mengakhiri percakapannya, sesaat Alexa langsung menangis ia menekuk kakinya dan menopang kedua tangan seraya menundukkan kepalanya. Alexa begitu berdosa pada sahabatnya orang sebaik dan setulus Ailsa, Ia tidur dengan kekasihnya kekasih sahabat baiknya. Azka mendekat dan memeluk Alexa dari samping,
"Hei jangan menangis, asal kita tidak memberitahukan ini kita berdua akan aman" ucap Azka, Alexa melepaskan pelukan Azka dan mendorong Azka agar menjauhi tubuhnya.
"Apa anda tidak memikirkan perasaan Ailsa sama sekali? aku merupakan sahabatnya apa kau fikir aku akan tenang tidur dan bercinta dengan kekasih sahabatku hahhhh?" teriak Alexa
"Aku tau dan aku memang bersalah hal ini, tapi aku benar benar dijebak tadi yang difikiranku hanya kamu karna Ailsa tidak mungkin mau jika harus bercinta denganku"
"Iya kau benar, aku dan Ailsa berpacaran sudah lama dan kau pasti tau Ailsa tidak akan mungkin aku ajak bercinta dan merenggut keperawanannya"
"Tapi kamu Alexa, aku sudah pernah bercinta denganmu dan kamu juga yang sudah menikmati keperjakaanku. Aku tidak tahu harus meminta tolong dengan siapa lagi" ucap Azka bertubi tubi
Alexa diam saja dia tercengang mendengar penuturan Azka "Kenapa Anda tidak menyewa perempuan lain saja, aku bukan wanita bayaran pemuas *****" teriak Alexa dengan wajah dingin. Azka mendekat dan meraih kedua tangan Alexa, meskipun Alexa mengibaskan untuk melepaskannya namun Azka mulai mengeratkan genggamannya lagi dan lagi.
"Dengarkan aku, aku tidak pernah menyentuh wanita manapun selain dirimu aku juga tidak suka membiarkan bibitku tercecer kemana mana cukup kamu wanita pertama yang aku sentuh" ucap Azka
Alexa menangis dan menangis, begitu menyedihkannya dia.
"Mandilah lalu pakailah baju yang sudah kusiapkan aku akan mengantarmu pulang" ucap Azka seraya pergi mengenakan pakaiannya.
Alexa dengan berat hati menuruti perkataan bosnya, sungguh hatinya teriris harus menghianati sahabatnya.
"Kau tahu Ail, kekasih yang kau cintai itu begitu berengsek"
__ADS_1
Hatiku sudah sakit, sangat sakit, apakah hal ini akan terjadi lagi dan lagi. Alexa mulai menyalakan shower dan berdiri dibawah guyuran air yang dingin. Diusapnya bekas bekas hasil ukiran Azka yang begitu banyak menghiasi leher dan badannya. Alexa menangis dalam diam dibawah guyuran air yang terus membasahi tubuhnya. Area bawahnyapun masih nyeri dengan perlakuan Azka yang kasar. Diluar Azka menyenderkan tubuh dan kepalanya didepan pintu kamar mandi dirnya mulai bingung bagaimana mengatasi masalahnya kali ini.
Alexa mandi begitu lama, Azka yang sudah satu jam menunggunya mulai mengatuk pintu kamar mandi.
"Alexa, kau sudah selesai?" tidak ada jawaban
"Alexa"
Tak lama Alexa muncul dari balik pintu dengan pakaian lengkap. Ia begitu cantik dengan rambut basah dan hidung yang memerah akibat menangis.
"Ayo kuantar pulang"
"Tidak perlu" jawab Alexa datar
"sudahlah mari kuantar"
"Aku bilang tidak perlu" teriak Alexa.
"Aku tidak menerima penolakan apapun" Ucap Azka seraya menarik tangan Alexa.
"Lepaskan Aku, lepasss" racau Alexa. Azka hanya diam tidak menjawab
"Lepaskan ini sakit" genggaman Azka tak mengendur sedikitpun. Akhirnya Alexapun pulang kerumah diantar oleh Azka.
Dengan perasaan kesal dengan orang disampingnya ini Alexa membanting pintu mobil Azka dengan sangat keras ketika keluar. Azka yang melihat tingkah Alexa itupun langsung terkejut pasalnya mobil mahal itu merupakan mobil kesayangannya.
"Alexa" teriak Azka sambil turun dari mobilnya
"Apa? anggap saja sebagai biaya tubuhku yang kau nikmati" ketus Alexa lalu berlalu masuk kedalam rumah.
Azka terdiam, bagaimanapun dirinya telah salah melibatkan Alexa lagi. Tapi dirinya benar benar sudah sangat candu dengan tubuh itu, Azka tidak mampu menahan fikirannya untuk bercinta lagi dengan Alexa.
Dirinya makin frustasi, akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartemennya.
^^^Bersambung,^^^
Adeop
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa VOTE yaa, Like komen juga boleeh
terimakasyiii😍🖤