
Satu bulan kemudian Alexa mulai membuka tokonya setelah mengetahui strategi apa yang cocok digunakan, Alexa juga beberapa bulan ini sering ketempat Bu ratri untuk sekedar bermain dan berkonsultasi. Bu ratri sempat melarang jika Alexa berjualan sendiri karena Alexa tengah hamil muda ia tidak tega melihat bumil itu kelelahan nantinya. Namun Alexa berjanji akan merekruit orang sembari melihat prospek tokonya. Dalam satu bulan ini Alexa sembari bekerja paruh waktu ditempat bu ratri sebagai penjaga toko meskipun hanya digaji sedikit namun cukup untuk dirinya yang tinggal sendiri bahkan lebih sering Alexa makan dan tidur di tempat bu ratri dan suaminya.
Bu ratri dan suaminya begitu penyayang ia bahkan sudah menganggap Alexa anak sendiri. Disana memang jarang ada tetangga yang bergosip mengingat mereka tinggal dikawasan ruko yang masih jarang dihuni. Kawasan ruko yang lumayan elit dan tempat yang strategis sebenarnya membuat orang ingin berwirausaha disana namun harga ruko yang fantastis membuat orang lain enggan membuka ruko disana.
Alexa tergolong orang yang matang dalam bertindak. Ia mempertimbangkan segalanya dan terbukti ketika caffe yang ia buka beberapa hari sudah ramai pengunjung. Alexa membuka caffe ala anak muda dengan menu yang cocok untuk dikantong pelajar. Alexa tidak menginginkan laba yang tinggi karena menurutnya lebih penting pelanggan tetap dari pada laba tinggi namun pengunjungnya tidak stabil.
Satu bulan berlalu Alexa bahkan kelimpungan, caffe yang ia jalankan selalu ramai pengunjung. Disatu sisi dirinya bahkan sering kelelahan mengingat ia bekerja sendiri dan sedang berbadan dua. Bu ratri terkadang sampai harus turun tangan untuk membantunya, ia juga kadang yang memarahi Alexa karena tidak menjaga dirinya dan bayinya.
Alexapun memutuskan untuk membuka lowongan pekerjaan. Namun ketika akan memasang informasi tiba tiba muncullah seorang wanita tomboy yang datang menghampiri Alexa.
"Saya Rara saya mau ambil pekerjaan ini, tolong terima saya" ucap wanita itu dengan santainya. Alexapun melongo dibuatnya.
"Atas dasar apa saya harus menerima anda? Jika ingin melamar bawa perlengkapan pribadimu" ucap Alexa hendak merebut selebaran yang ada ditangan wanita bernama Rara itu.
"Saya diusir dari rumah, tidak punya pekerjaan tidak punya tempat tinggal. Saya tidak minta gaji saya hanya minta izinkan saya bekerja dan tinggal disini" ucapnya.
"Apa kau benar benar tidak ada maksut lain bekerja disini? Aku tidak tau kamu jahat atau bukan" ucap Alexa.
"Huft baiklah saya akan buktikan izinkan saya tinggal dan bekerja dengan masa percobaan seminggu bagaimana?" Ucap wanita itu
"Kenapa kamu jadi menawar?" Ucap Alexa mulai jengah dengan gadis menyebalkan dihadapannya.
"Kumohon kamu satu satunya harapanku untuk hidup, aku tidak tau lagi harus pergi kemana. Aku janji tidak memerlukan gajimu aku hanya ingin diizinkan tinggal dan bekerja padamu." Ucap Rara penuh keyakinan.
"Oke kalau begitu masa percobaan satu minggu" ucap Alexa yang tidak tega.
"Baik boss saya mulai bekerja hari ini namun izinkan saya mandi hehe karena sudah 2 hari saya tidak mandi" ucapnya dengan polos. Alexa yang mendengarnya pun hanya bisa tertawa.
"Ah iya nama bos siapa?" Ucap Rara
"Panggil aku Alexa jangan bos" ucap Alexa
"Siap nona Alexa"
Tak lama Rara menghampiri Alexa yang sedsng mendata bahan bahan yang akan ia beli.
__ADS_1
"Loh kamu pakai baju itu lagi?" Tanya Alexa
"Hehe saya kan diusir gasempat ambil barang" ucap Rara
"Tunggu sebentar" Alexapun pergi kedalam kamarnya. Untung Ruko 2lantai itu terdapat 2 kamar didalamnya jadi Rara dapat tinggal bersama dengan Alexa.
"Ini pakai bajuku, kita ke pasar sekalian beli baju untukmu ya, aku sebenarnya juga tidak membawa banyak baju jadi lebih baik kita beli untukmu" ucap Alexa seraya memberikan bajunya.
"Tidak tidak jangan saya pakai ini saja" ucap Rara
"Ambilah atau mau aku pecat?" Tawar Alexa
"Baiklah nanti saya akan bekerja keras untuk mengembalikan ini" ucap Rara
"Iya yaudah ikut aku kepasar ya, kita belanja barang barang yang sudah habis." Ucap Alexa.
Merekapun pergi kepasar, Alexa sering kepasar sendiri dan menyewa becak untuk membawa barangnya. Pagi ini Alexa mulai tidak mual seperti biasanya, namun parahnya ia nyidam makan ayam dalam jumlah banyak. Setu jam belanja kaki Alexa sangat pegal, memang selama hamil Alexa merasakan sering capek tidak seperti dirinya yang dulu. Alexa kini duduk disalah satu kursi taman yang ada di pasar.
"Bos gapapa? Bos capek ya?" Ucap Rara
"Jangan panggil bos ah ra" ucap Alexa
"Iya ra, kakiku pegal banget. Selama hamil kakiku sering cape" ucapnya pada Rara
"Mbak Alexa hamil? berapa bulan? Kenapa bekerja sendirian?" Rara membrondong berbagai pertanyaan pada Alexa.
"Iya saya hamil sudah 2 bulan jalan 3 bulan" ucap Alexa
"Ah iya lalu kenapa masih bekerja sekeras ini, ini minum mbak" ucap Rara seraya menyerahkan air mineral.
"Bagaimana ya Ra, pembeli caffe diluar dugaanku ternyata banyak sekali aku sampe kualahan, kalau aku tutup nanti pengunjung akan pergi dari caffeku" ucap Alexa.
"Em iya juga ya, yasudah mbak Alexa disini saja. Saya yang akan belanja sisanya ya" ucap Rara bersemangat.
"Loh jangan kamu tidak tahu tokonya" ucap Alexa
__ADS_1
"Ah serahkan padaku tunggu saya disini" ucap Rara menjauhi Alexa dan barang belanjaannya.
Tak kurang 10 menit Rara berhasil membeli semua bahan yang tersisa. Rara menyerahkan uang kembalian yang diberikan Alexa.
"Ini mbak lebihnya" ucap Rara seraya memakan snack ringan.
"Loh ra kok masih banyak banget sisanya? Kamu beli sesuai di catatan kan merk sama jumlah yang dibeli?" Tanya Alexa
"Iyalah mbak itu cek saja" ucap Rara.
"Ko bisa ra? Kamu nggak nyolong kan?" Tanya Alexa yang syock bagaimana bisa Rara berbelanja dengan sisa sebanyak itu dirinya sudah sering belanja namun tidak sisa sebanyak itu.
"Tawar setinggi mungkin kalau tidak mau tinggal pergi" ucap Rara polos seraya memanggil becak untuk mengangkut belanjaannya
"Loh darimana kamu tau kita mau angkut pake becak?" Ucap Alexa.
"Tukang becaknya kasian lagian bukannya lebih murah pake becak?" Tanya Rara
"Eh iya bener juga ya" ucap Alexa seketika bego didepan gadis tomboi didepannya.
Merekapun pulang dari belanja, dan bersiap siap karena akan buka caffe. Alexa dibuat terkesan oleh Rara yang bekerja sangat gesit dan selalu sempurna.
"Ra" panggil Alexa
"Hmn kenapa mbak tunggu sebentar" ucap Rara sedang mengelap meja.
"Kemari makan siang dulu" ucap Alexa.
"Oke mbak" rara mendekat dan duduk dihadapan makanan.
"Emm ini enak bgt mbak, pantesan ini cafe ramai betul" ucap Rara
"Ra aku ingin tanya kamu ini sebenarnya kenapa sampai bisa diusir, kerjamu gesit begitu?" Tanya Alexa
bersambung...
__ADS_1
...----------------...
selamat hari raya idul fitri minal aidzin wal faidzin. author mohon maaf apapbila ada kata yang kurang berkenan, salah dalam bertingkah laku, perkataan, ataupun salah rasa author mohon maaf yang sebesar besarnya.