
Lain halnya dengan Alexa yang baru saja bangun dari pingsannya, Alexa yang saat ini memegangi kepalanya yang serasa ingin pecah turun dari ranjang menuju kamar mandi.
"Non Ale sudah bangun?" tanya maid
"Iya bi sudah" ucap Alexa tersenyum.
"Non alexa, ternyata tadi non alexa pingsan Tuan prastio yang berteriak kala mau menemui non Alexa" ucap sang maid
"Hah ayah pulang bi?" ucap Alexa terkejut
"Iya non, tapi tidak tahu setelah selesai dari kamar non Alexa beliau uring uringan barang barang yang dirumah pun banyak yang pecah. sekarang Tuan prastio sedang pergi entah kemana, memangnya ada apa dengan tuan ya non?" terang sang maid
"Aku yakin ayah sudah tahu kehamilanku, sebaiknya aku lekas berkemas. Ayah pasti akan mengusirku cepat atau lambat." monolog Alexa.
"Bi, mungkin Alexa sebentar lagi akan pergi dari sini. Maksut ale, Alexa akan pindah sendirian. Alexa mohon jaga ayah baik baik selama Alexa ga disini. Alexa cuman punya bibi yang bisa bantu Alexa." ucap Alexa seraya meneteskan air mata.
__ADS_1
"Non Alexa memangnya mau kemana non dan sebenarnya ada apa non?" tanya sang maid dengan perasaan sedih.
"Bi, Alexa akan pindah ketempat baru dan lingkungan baru. Disana Alexa mau hidup dengan lembaran baru" ucap Alexa seraya tersenyum.
"Kenapa non Ale pergi? kenapa tidak disini saja non dekat sama bibi" ucap sang bibi sendu.
"Bibi, ada alasan kenapa Alexa harus pergi. Bibi akan tahu nanti. bibi bantu Alexa berkemas ya bi, Alexa rasanya pusing" ucap Alexa. Saat ini Alexa sangat tahu ayahnya pasti akan mengusirnya, ia sangat hafal dengan sifat keras ayahnya boro boro hamil diluar nikah seperti ini, nilai turun saja ia sudah dimarahi habis habisan. meskipun begitu Alexa sangat menyayangi dan ingin seperti ayahnya, satu satunya orang tua yang ia miliki.
setelah selesai dengan barang bawaannya ia mengambil kotak berisi hasil USG nya disana, ia menuliskan surat dan menyisipkan didalam kotaknya. Lalu ia memberikan kepada sang maid
"Bi, tolong ini berikan dimeja kerja Ayah ya nanti kalau Alexa sudah pergi." ucap Alexa seraya menghapus sisa sisa air matanya.
Alexa kini turun kebawah setelah tadi ia mendengar suara mobil sang ayah memasuki area rumah. Tekad Alexa sudah bulat, ia akan berkata sejujurnya kepada sang ayah toh ayahnya sudah tahu. Ia rasa sudah saatnya berkata jujur tanpa memikirkan apa akibatnya nanti, Alexa sudah tidak perduli lagi. Tujuan hidup alexa yang baru dan selama ini ia sembunyikan ialah ia bisa mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk bisa memulai hidup baru ditempat yang jauh dari orang orang yang sudah ia kecewakan. Alexa tidak ingin hidupnya merugikan orang lain lagi, jadi ia memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan kehidupan kecil nan sederhana ditempat yang baru lingkungan yang baru.
Ia memimpikan itu setelah dunianya hancur dan cita cita yang selama ini ia idamkan sudah ia rasa tidak mungkin tergapai lagi. Keberanian dan tekat yang bulat hanya Alexa tunjukkan agar tidak ada lagi orang yang ia kecewakan. Disinilah Alexa sekarang, ia sudah bertemu pandang dengan sang ayah. tergurat jelas wajah kecewa sang ayah, dengan menghembuskan nafas dalam dalam Alexa mendekat kembali dan berkata "Ayah, Alexa tahu ayah sudah tau tentang Alexa. Alexa akan jujur sama ayah kalau Alexa hamil diluar nikah dan ini adalah anak presdir Azka" ucap Alexa bergetar dengan mengeluarkan air mata.
__ADS_1
Alexa tidak sanggup melihat wajah sang ayah yang selama ini menaruh harapan besar padanya kini terpampang jelas aura kekecewaan yang mendalam.
"Apakah kamu begitu bangga sudah merayu tuan muda Azka?"
"Apakah selama ini kamu kekurangan uang hingga berniat menjadi seorang ja**ng Alexa!!!" bentak Sekertaris Tio.
Sakit rasanya mendengar kata kata kasar yang keluar dari mulut sang ayah bahkan Alexa sendiri tidak melakukannya. Alexa tahu semua orang akan menganggap Alexa lah yang menggoda dan merayu presdirnya tapi menurut Alexa ia sudah tidak perduli lagi biarkan orang lain mau berkata apa padanya karena saat ini fikirannya hanya satu pergo dari kehidupan itu dan memulai hidup baru meskipun dengan keterbatasan sekalipun.
"Maafkan Alexa ayah" ucap Alexa yang tidak kuat membendung air matanya lagi.
"Apa dengan maafmu kamu bisa kembali seperti semula hah?! ayah begitu malu kepada tuan Baron karena memiliki putri yang menggoda majikannya hingga hamil diluar nikah sepertimu" ucap Sekertaris Tio seraya menampar pipi putrinya. Ini adalah pertama kali Sekertaris Tio memukul putrinya itu seumur umur ia hanya mendidik Alexa dengan kata kata yang keras namun ia tidak pernah melayangkan tangan. Alexa tersungkur kebawah dan dengan sisa sisa tenaganya ia berniat kembali berdiri namun ia tak kuasa tubuhnya begitu lemas.
"hik hiks Alexa minta maaf ayah" ucap Alexa seraya memegangi pipinya. sakit sangat sakit ini adalah tamparan pertama kali yang ia dapatkan seumur hidupnya, tapi Alexa memaklumi karena memang apa yang sudah ia lakukan benar benar sangat salah dan tidak bisa dibenarkan sedikitpun.
Bersambung
__ADS_1
...----------------...
one day one episode ya, tolong dong kasih komentar like juga. apalagi kalo ngasih kembang atau kopi boleh bgtt biar author cepet uploadnya xixi