Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Sebelum kehilangan


__ADS_3

"Ail, ngapain sih aku lagi kerja"


"Kemana hapelu, gue ngajak kesalon"


"Lagi sibuk Ail gabisa pegang hapeee, tumben nyalon"


"Salonin nelly dia udah kotor banget pengen gue suntik lagi biar steril"


"Yaudah besok deh, udah dulu ya"


"ini presdir, kalau begitu saya permisi"


...----------------...


"Sayang kerja aja, udah ga kangen kan?" tanya Ailsa


"Masih kangen sayang, Aku itu ada rapat nanti malem jadi gabisa jemput kamu" ucap Azka manja


"Trus maunya gimana, kerjaan kamu pasti banyak deh selesaikan cepat biar bisa ketemu aku" pinta Ailsa


"Yaudah deh, padahal nanti malam rapat sama kolega gatau pulang jam berapa"


"dimana ketemunya sayang?"


"diclub star, dia dari luar negri dan memintaku untuk menemuinya disana"


"Sama Alexa?"


"Iya diakan sekertarisku, gimana ceritanya dia gaikut rapat"


"Em yaudah hati hati ya"


"Iya sayang kenapa kamu khawatir ya atau cemburu haha" goda Azka


"ck yaiyalah" kesal Ailsa


Tak lama telefon diruangan Azka berbunyi, "Sayang aku angkat dulu ya, nanti aku telfon lagi kalau udah diapart" pamit Azka


"Iya semangat kerjanya emuachh"


"Makin semangatt deh kalau gini apalagi beneran"


"Idihh bayy" Ailsapun menutup panggilannya secara sepihak.


...----------------...


Malam Hari pukul 7 malam, Azka dan Alexa sudah sampai di bar tempat mereka bertemu dengan Mr. frank. Alexa benar benar ketakutan dirinya belum pernah menginjakkan kakinya di sebuah tempat seperti itu. Alexa hanya mengikuti setiap langkah Azka dengan pelan saking takutnya dirinya hendak pulang dan meninggalkan bosnya.


"Bulu kuduk gue merinding"


"apa gue pulang aja ya" monolog Alexa pelan yang hanya dirinya saja yang mendengar.


"Kamu kenapa? ayo masuk" ucap Azka melihat Alexa berjalan dengan lambat


"baik presdir"


Alexa begitu ngeri kala sudah memasuki pintu bar, disana banyak sekali wanita wanita yang berjoget dengan memakai baju yang kurang bahan. Suara musik yang begitu berdentum keras membuat Alexa terkadang menutup telinganya, Banyak sekali lelaki dan perempuan dipojokan yang berciuman bib*r, bahkan Rokok dan minuman keras begitu tercium menyeruak dihidung Alexa.


"Kamu takut? jujurlah" tanya Azka


"Maaf presdir, saya belum pernah pergi ataupun menginjakkan kaki ditempat seperti ini"


"sa saya sedikit takut, menurut saya ini terlalu asing" jawab Alexa dengan terbata.


"Aku sangat tau dirimu, putri Sekertaris Tio tidak mungkin berani pergi ketempat seperti ini"

__ADS_1


Alexa hanya tersenyum, apa yang dikatakan bosnya itu benar, jangankan ketempat seperti itu dirinya bahkan tidak berani untuk membayangkan tempat itu. Sekertaris Tio memang selalu sibuk tapi dirinya selalu menempatkan bodyguard untuk putrinya, kemanapun jika Alexa pergi dia akan selalu diawasi, Ayahnya akan memarahi dirinya habis habisan saat dirinya melakukan kesalahan.


"Lalu presdir sendiri apakah sudah pernah ketempat seperti ini?" tanya Alexa


"Pernah, Kolega ayahku sering mengajak bertemu di club mereka biasanya bernegosiasi, mabuk , lalu tidur dengan wanita"


"Jadi presdir pun suka tidur dengan wanita?" kejut Alexa


"Aku belum pernah tidur dengan wanita manapun bahkan tidur dengan ibu dan adikku pun tak pernah" jujur Azka


"Aku fikir presdir juga ikut mabuk dan tidur dengan wanita"


"Tidak biasanya aku dan ayahku setelah bernegosiasi kita segera pamit pulang, disisi lainpun aku selalu berkomitmen akan menjaga keperjakaanku untuk istriku kelak"


Saat ini Azka memilih berjalan berdampingan dengan Alexa melihat sekertarisnya itu ketakutan, Hingga sampai di pintu ruang VVIP yang sudah ditentukan oleh Mr.frank , koleganya


"Apapun yang dirinya lakukan hati hatilah, dirinya seorang pecinta wanita jadi apapun yang dirinya inginkan biasanya dia akan mendapatkannya" ucap Azka memberi petuah


Mendengar apa yang bossnya katakan membuat Alexa semakin takut, dirinya begitu takut dan was was dengan apa yang akan terjadi.


"perasaan gue gaenak banget beneran deh" batin Alexa


"Good night, Mr.Azka"


(Selamat malam Tuan Azka) ucap sang kolega


"Good Night" Jawab Azka seraya membetulkan jasnya,


Mereka saling berjabat tangan, begitupun dengan Alexa yang tangannya dengan sengaja dipegang tanpa melepaskan hingga daheman Azka membuatnya terlepas.


"Sit down"


(duduklah) Mr frank mempersilahkan Azka dan Alexa untuk duduk.


"Thank you, well we should just get on with the negotiations. I happen to be not feeling well today"


"Why hurry, we can still have fun first"


(Kenapa terlalu buru buru, kita masih bisa bersenang senang terlebih dahulu) tawar Mr.frank


"We better start right away"


(Sebaiknya segera kita mulai)


"Okay, let's say this, Drink a glass of whisk**y as an opening word. Each of us drank just one glass"


(oke begini saja, Minum segelas whiskey ini sebagai pembuka kata. Masing masing dari kita meminum satu gelas saja)


Alexa dibuat terperangah lagi, bahkan ia tidak pernah menyentuh minuman beralkohol sekalipun, wajah Alexa semakin pucat. Azka menimang ajakan sang kolega ia tahu betul koleganya itu tidak akan memulai negosiasi bisnis jika mereka tidak meminum segelas whisk**y itu, Dia akhirnya memutuskan


"Okay, one glass of hers I will represent"


(Oke, satu gelas miliknya akan aku wakilkan) tawar Azka menyelamatkan Alexa, dirinya tau betul Alexa bahkan tidak pernah menyentuh botol minuman dakjal itu


"okay then your secretary can just drink this orange juice, No alcohol here"


(oke kalau begitu sekertarismu bisa meminum jus jeruk ini saja, disini tanpa Alkohol)


Mr. Frank mulai menaikkan gelasnya dan bersorak


"Cheers! for all of us"


(Bersulang! untuk kita semua)


Azka dan sekertaria Mr.Frank mulai menaikkan gelasnya dan merapatkannya, Alexapun mengambil jus jeruk minuman itu dan mengangkatnya bersamaan. Setelah itu mereka mulai menegak Segelas Whisk*i nya, dan Alexa menegak jus jeruknya.

__ADS_1


satu gelas habis, Azka menegak satu gelas selanjutnya. Kemampuan menolerir Alkohol Azka masih lumayan Bagus, dahulu dirinyapun ketika pertemuan akan meminum alkohol meskipun dengan kadar yang rendah.


"Nice, lets started"


(bagus, mari kita mulai) seringai Mr. Frank dari wajahnya.


Mereka akhirnya segera bernegosiasi, hingga akhirnya mereka menyepakati tawaran dari masing masing. Alexa mulai merasa tidak enak pada tubuhnya, dirinya merasa tidak nyaman panas dan dingin secara bersamaan. Melihat gelagat Alexa, Mr.frank mulai memunculkan seringai diwajahnya.


"Saya permisi ketoilet sebentar" pamit Alexa


Alexa segera berlari menuju toilet, dirinya membasuh wajahnya pipinya sudah memerah, tubuhnya merasakan suatu gejolak yang aneh.


diruang rapat tadi Azka mengakhiri pertemuannya dengan sang kolega


"I'm sorry, I feel my body is getting worse so I'll have enough."


(maafkan saya, Saya merasa badan saya semakin tidak enak jadi saya cukupkan sekian)


"Oke no problem"


(Baiklah tidak apa apa)


Diluar toilet Alexa dicegat oleh dua orang preman yang tak lain merupakan anak buah Mr.Frank


"Mau apa kalian, mundur" teriak Alexa menahan segala gejolak yang ada ditubuhnya


"hah hah gawat sepertinya aku dijebak" batin Alexa yang mulai merasa panas ditubuhnya. Kedua preman tadi melangkahkan maju mendekati Alexa. Dengan segera Alexa berteriak sekeras mungkin hingga


"Kepar*t"


bugh bugh bugh


beberapa pukulan melayang pada kedua preman tadi. Azka begitu bringas memukuli preman tadi, hingga kedua preman tadi tumbang. Azka menghampiri Alexa yang sudah duduk sambil menyender dengan gelagat gelagat seperti ulat.


"Alexa are you oke?" tanya Azka sambil menepuk pipi Alexa


"panass ini panas sekali" racau Alexa sambil memeluk leher Azka.


Alexa mulai menempel pada Azka mencari titik yang bisa membuatnya dingin, Alexa mulai menj*iilat leher Azka. Dengan susah payah Azkapun segera menggendong Alexa menuju mobilnya. Saat ini Alexa mulai seperti cacing kepanasan, dirinya meraba kesana kemari dan mengucapkan kata "panas tolong aku"


"Sepertinya dia diberi obat" ucap Azka


Azka segera melajukan Mobilnya kala Alexa sudah dibaringkan di sebelah kursi kemudi. Azka bingung rumah Alexa sangat jauh, jika dirinya tidak segera direndam di air dingin bisa berbahaya. Akhirnya Azka memutuskan membawa Alexa ke Apartemennya toh disana ada dua kamar fikirnya.


Diperjalanan Alexa benar benar tidak tinggal diam dirinya menggeliat kesana kemari.


"hah panass hah hah" racau Alexa


"Tenanglah" kesal Azka


"hah panas tolong aku" Alexa mulai melepas sealt belt mobil Azka, dirinya segera mendekati Azka dan mulai menggerayangi Azka


"hah panas tolong aku" Ucap Alexa dengan pipi yang merah menahan ga**irah yang ditimbulkan obat perangsang itu.


Alexa mulai menj**lat leher Azka kesana kemari dengan penuh naf*u, Azka saat ini mati matian menahan agar dirinya tidak terbawa nafs*. Alexa benar benar kehilangan akalnya dirinya tidak tinggal diam meraba kesana kemari tubuh Azka. Hingga sampai diapartemen Azka segera membuka pintunya segera Ia menghempaskan Alexa yang saat ini masih terus menggerayangi tubuh Azka



"Aku benar benar tidak bisa menahannya" Ucap Azka yang sudah terpancing gair*hnya diapun segera membuka kancing bajunya satu persatu.


Bersambung,


Adeop


...----------------...

__ADS_1


Maaf ya gais aku sebenarnya sudah Up beberapa kali tapi kok galulus lulus review yaa


__ADS_2