
Alexa terbangun ketika ada kain yang terasa basah menempel di sela sela paha. Ya itu adalah Azka, dia membersihkan sisa sisa per cin t**nya ditubuh Alexa. Namun karena rasa lemas yang mendera Alexa tidak mampu mengeluarkan kata untuk protes terhadap kelakuan presdirnya.
"Tidurlah biarkan aku bersihkan, nanti aku akan membangunkanmu lagi" ucap Azka yang melihat sekretarisnya masih terlihat mengantuk. Azkapun menaikkan selimut yang menutupi tubuh polos sang sekretaris, dan Alexapun kembali tertidur. Bagaimana tidak ia mendapatkan pele pasan berkali kali entah berapa banyak kecebong yang memenuhi rahimnya akibat tidak memakai pengaman.
Setelah selesai Azkapun mengusap pelan rambut Alexa dan menc iyumnya setelah selesai ia memakai pakaiannya kembali. Ia menuju toilet dan memutuskan untuk mandi. Saat ia mandi, ia baru teringat kala ia tadi lupa tidak mengenakan pengaman saat menggempur Alexa berkali kali.
Rasanya sangat berbeda dan sempat berfikir bagaimana ia menghu j** miliknya berkali kali dan keluar di da lam. Azka menjambak rambutnya.
"Sh iiiit aku benar benar lupa"
"Apa dia akan hamil?"
"Ngga ngga mungkin kemarin kemarin saja aman, ya pasti kali ini juga aman" monolog Azka. Bagaimanapun rasa takut itu masuk kedalam dirinya, Ia lupa dan hilang kendali mengingat ia bersemangat mencobanya ditempat baru.
Setelah selesai mandi ia melihat sang sekretaris yang masih terlelap tidak menunjukkan tanda tanda akan bangun, Azka memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaannya hingga waktu bekerjanya selesai. Hari sudah hampir petang disana Alexa mulai meregangkan ototnya, terdengar suara rintihan yang membuat Azka menoleh kearah suara.
"Kamu sudah bangun? Mandilah setelah itu kita kembali ke hotel" ucap Azka.
"Setan punyaku sakit sekali, dan apa ini dia tidak memberiku baju atau kimono gitu. Yakali aku harus polosan gini." Batin Alexa
__ADS_1
"Hei kenapa? Bukankah harusnya kamu mandi?" Tanya Azka lagi. Dengan kesal Alexa menggulung tubuhnya dengan selimut dan beranjak menuju kamar mandi, namun lagi lagi miliknya merasa nyeri akibat gempuran yang dilayangkan.
Melihat Alexa kesusahan Azkapun segera mendekat dan menggendong Alexa menuju kamar mandi.
"Presdir lepaskan aku bisa sendiri" teriak Alexa saat tubuhnya serasa melayang.
"Diamlah" ucap Azka seraya hendak melepaskan tangannya, Alexapun refleks mengalungkan kedua tangannya keleher Azka.
"Goodgirl" ucap Azka.
"Maafkan aku disini tidak ada bathup, jika itumu masih sakit aku akan mintakan salep pada sekretaris Arez nanti" ucap Azka lagi seraya menurunkan Alexa di kloset.
"Sebaiknya presdir keluar sekarang tidak perlu mengatakan apapun pada sekretaris Arez."
"Kau yakin tidak apa apa?" Goda Azka
"Keluar presdir" jawab Alexa
Azkapun keluar dia sudah meminta baju baru untuk sekretaris Alexa. Tak lama ponselnya berdering disana Ailsa memanggil.
__ADS_1
"Halo sayang?" Ucap Azka kala ia mengangkat telefon.
"Halo kamu pulang jam berapa? Aku sendirian" gerutu Ailsa
"Sebentar lagi aku pulang, loh kok sendiri Emilie kemana?" Tanya Azka
"Emilie pulang duluan tadi pagi, dia lupa ngabarin kamu"
"Kenapa tu bocah pulang duluan, kemarin katanya ngebet mau ikut, belum ada 3hari udah balik aja"
"Iya jadi kapan kamu balik? Aku sendirian disini"
"Sebentar lagi ya, habis Maghrib selesai aku otw pulang. Sabar ya sayangku" ucap Azka.
"Hm okeyy cepetan ya" pinta Ailsa
"Oke sayang yaudah aku tutup dulu ya biar cepet selese"
" Iya sayang" terang Ailsa. Tak lama setelah itu Alexa kekuar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya. "Oh iya ini bajumu" Azka memberikan paperbag kepada Alexa dan Alexapun dengan segera berganti baju.
__ADS_1
"Kita pulang ke hotel sekarang ya, Ailsa sendirian di hotel" ucap Azka seraya membereskan dokumen dokumen yang ia kerjakan.