
Azka saat ini sudah mengerahkan anak buahnya, termasuk meminta Sekertaris Arez membantunya. Sampai malam dia masih belum menemukan jejak Alexa berada.
"Maaf tuan muda, sebenarnya mereka sudah pergi sekitar 7 bulan yang lalu. Tuan besar Baron juga memperintahkan saya untuk mencarinya sejak 7 bulan yang lalu, namun saya masih belum memiliki jejak mereka di luar negri. Kemungkinan besar mereka pindah di Luar kota bukan diluar negri" ucap salah satu anak buah Azka.
"Baiklah terus cari sampai kau menemukannya" ucap Azka seraya mengendarai mobilnya pulang kerumah.
Penampilan Azka sudah acak acakan.
"Habis ngegembel dari mana kamu?" ucap Baron sarkas.
"Aku habis mencari Istri dan anakku pah" ucap Azka murung.
"Gausah ngaku ngaku istri dan anak kamu bilang? Mana mau Sekertaris Alexa sama berandalan kaya kamu, kamu udah mengusir mereka dari hidup kamu apa sekarang kamu masih menganggap mereka ada?" ucap Baron mengejek
"Papa!! papa apaan sih Azka ini belum sembuh total papa bisa membuat penyakitnya kambuh tau nggak" ucap Raras keras pada suaminya.
__ADS_1
"Kamu sebaiknya keatas mandi bersih bersih lalu makan. Kamu bisa mencari mereka besok lagi, jaga kesehatanmu supaya kamu bisa menjaga calon istri dan anakmu." ucap Raras pada putranya itu.
Raras menatap tajam pada suaminya yang saat ini dengan santainya meminum kopi,
"Apa?" tanya baron santai
"Papa kalau mau nyari masalah jangan sama Azka, dia udah berusaha menebus dosanya bahkan dia sudah gila karena rasa bersalahnya. Sekarang papa malah dengan mudahnya memicu pikiran yang membuatnya kambuh lagi" ucap Raras setengah berteriak.
"Biarkan saja papa cuman pengen tau bagaimana anak itu mampu menghadapi kenyataan. apa kau fikir Sekertaris Tio dengan mudahnya menyerahkan putrinya pada berandal macam Azka?" ucap Baron tidak mau kalah.
"Sudah hentikan, apa kalian berdua tidak malu berdebat seperti ini?" ucap Emilie yang baru datang membawa setumpuk buku.
"Ck lihat sama anak sendiri aja kalah kan kamu" ucap Raras pada Baron.
"Ututuu anak papa sudah besar udah pinter nasehatin papa mamanya" ucap Baron seraya menguyel uyel Emilie kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Iiiih papa Emilie capek tauuu" protes Emilie yang masih dipelukan papanya.
"Papa kasihan Emilie, biarkan dia istirahat" ucap Raras yang geleng geleng melihat kelakuan suaminya. Sejak dulu Emilie selalu dijadikan ratu olehnya, bisa dibilang Emilie selalu dia jaga bak emas permata.
Berbeda dengan Azka yang saat ini tengah memandangi foto Alexa seraya menitikkan air mata.
"Aku pasti akan menemukanmu, dan aku berjanji akan membawamu kesisiku" ucap Azka. Azka kini tengah menyesal kembali, ia berharap akan dipertemukan oleh Alexa dan anaknya segera.
Azka kemudian membuka kotak yang berisi testpa** dan hasil USG yang Alexa berikan waktu itu. Dia melihat lagi dibalik hasil USG terdapat tulisan
"My baby one month pregnant" dengan tanda love tulisan tangan Alexa.
Azka tersenyum melihatnya, ia masih punya kesempatan menebus semua rasa bersalahnya dan menemani Alexa melahirkan nantinya. Azka bertekat akan berusaha semaksimal mungkin untuk segera menemukan mereka dalam waktu dekat.
Bersambung
__ADS_1
...----------------...
tidak bisa author pungkiri Jiwa menulis Author menurun selaras dengan menurunnya like dan komentar dari kalian