Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
bertemu lagi


__ADS_3

Bimo yang saat ini sudah kembali kemobil oleh perintah Gerald. Kini Ailsa dengan acuhnya tak menggubris keberadaan Gerald karna ia masih memiliki rasa malu dan jengkel terhadap pria yang sangat tampan itu.


Ailsa segera mengantri kembali untuk membayar belanjaannya, setelah beberapa saat kini giliran Ailsa membayar, ketika sampai di depan kasir dan sudah dihitung. Ailsa dengan paniknya mencari dompet yang jelas jelas sudah ia masukkan kedalam tas,


"Loh kemana sih kok gaada, tadikan disini" ucap Ailsa perlahan. Setelah itu Ailsa hendak membayar melalui nontunai ketika ia mencari Ponselnya juga tidak ada.


Gerald yang berada di belakang Ailsa mulai bertanya, "Permisi nona apakah ada yang bisa kubantu? Kau meninggalkan dompetmu?" tanya Gerald dengan suara matchoo nya.


"Aku tidak tahu kemana perginya dompet dan ponselku, tadi sewaktu kemari masih ada" ucap Ailsa makin panik ia bahkan tidak tahu jalan pulang.


"Tolong hitung belanjaanku dan punya gadis ini biar aku yang membayar. Terima kasih" ucap Gerald kepada petugas kasir yang sedari tadi mulai meremehkan Ailsa dengan sangat sopan.


"Tidak perlu, nanti saya kembali kemari lagi setelah mengambil dompetku" ucap Ailsa kepada petugas kasir seraya mulai melangkah menjauhi kasir.


"Tunggu, biarkan aku membantumu dilihat dari reaksimu kamu bukan meninggalkan dompetmu tapi ada kemungkinan dicopet. Kalau kamu tidak mau berhutang budi kau bisa mengembalikannya padaku nanti nona" ucap Gerald seraya menahan tangan Ailsa. Ailsapun diam dan mengangguk, percuma juga dia kembali ia tidak punya uang sepeserpun di apartemen seluruh hartanya ada di atm.


"sudah tuan Gerald, seperti biasa tagihan sudah saya kirim ke email perusahaan. Terima kasih atas kunjungannya Tuan Gerald" ucap petugas kasir hormat.


"Tentu terimakasih" ucap Gerald dengan senyum menawannya seraya menenteng belanjaannya.


"Ini" ucap Gerald sambil menyerahkan belanjaan Ailsa pada sang empunya.


"Terimakasih" ucap Ailsa yang langsung di jawabi anggukan oleh Gerald. Gerald pun mulai keluar toko, Ailsa pun langsung berlari kearah Gerald


"Hei tunggu" ucap Ailsa berlari namun sesaat Gerald yang dipanggil mendadak berhenti dan menoleh kebelakang. Ailsa yang tidak siap menabrak punggung gerald.


Brukk...


Ailsa yang kehilangan keseimbangannya langsung menarik kemeja gerald hingga kancing bagian atasnya terbuka dan terlihatnya dada kekar Gerald. Gerald langsung menarik pinggang Ailsa yang hendak jatuh.


Sesaat posisi mereka saling pandang


"Gila ganteng banget" batin Ailsa


"Cantik" batin Gerald


Tak lama keduanya sadar



"Ada apa?" tanya Gerald dengan gagahnya setelah membenarkan posisi mereka.


"E anu e" ucap Ailsa yang sedang menetralkan jantungnya yang berdegup kencang.


"Bolehkah saya minta tolong lagi?" ucap Ailsa


"Apa?" tanya Gerald datar.


"Bisa pinjam ponselmu sebentar? Aku harus menelfon kakakku, aku sama sekali tidak tau bagaimana aku pulang karna aku belum pernah ketempat ini sebelumnya, kumohon bantu aku" ucap Ailsa dengan wajah innocent nya

__ADS_1


"Ini" ucap gerald seraya menyerahkan ponselnya.


"Terima kasih banyak aku akan langsung mengganti setelah kakakku menjemputku" ucap Ailsa seraya mengetikkan nomor ponsel Rendhy


"Loh nomor kak Rendhy ternyata ada di kontaknya?" batin Ailsa


"Hallo, Tuan Gerald" ucap Rendhy yang mendapat telfon dari nomor Gerald dimana perusahaannya sesang bekerjasama dengan perusahaan Gerald.


"Kak Rendhy tolong aku" ucap Ailsa dengan suara kerasnya.


"Ailsaa?? Kamu diapakan sama Tuan Gerald??" ucap Rendhy panik


"Nona bicaralah dengan suara pelan, orang lain akan salah paham padaku" ucap Gerald menjauhkan ponselnya ditelinga Ailsa.


"Hehe maaf ya" ucap Ailsa seraya menunjuk tangannya agar dilepaskan gerald


"Haloo haloo Ailsa" teriak Rendhy panik


"Kak aku tidak apa apa, aku ke toko alat tulis tapi kayaknya aku kecopetan ponsel dan dompetku semuanya hilang" ucap Ailsa.


"Dasar membuatku khawatir saja, kamu dimana? Kakak jemput sekarang." ucap Rendhy.


"Segera kak" ucap Ailsa merengek pada kakaknya.


"Iyaa adikku yang cantik" ucap Rendhy. Ailsa menutup panggilan itu dan mengembalikan kepada Gerald.


"Ini, terima kasih banyak sekali lagi. Entahlah jika aku tidak bertemu denganmu aku akan menangis disepanjang jalan." ucap Ailsa


"Tunggu, kakakku kan belum sampai lalu kemana aku harus mengganti uangmu?" ucap Ailsa tidak enak karna belanjaannya tadi bemar benar habis banyak.


"Tidak perlu nona" ucap Gerald


"Tidak katamu tadi aku bisa menggantimu" ucap Ailsa.


"Baiklah ini kartu namaku, aku buru buru harus kekantor" ucap Gerald


"Tentu, Terima kasih banyak Tuan e Gerald" ucap Ailsa seraya membaca kartu nama Gerald yang tadi diberikan.


"Sure" ucap Gerald membenahkan kemejanya yang terbuka kemudian mulai masuk kemobil.


"Anda kenal dengan gadis rese itu tuan?" ucap Bimo pada bosnya yang justru terlihat akrab dengannya.


"siapa yang kau maksut bim?" tanya Gerald sambil membuka tabletnya.


"gadis yang bersamamu diluar ini tadi tuan muda Gerald" ucap bimo dengan sedikit ndongkol.


"aku tidak mengenalnya bim, tapi mungkin dia kekasih Rendhy Hernandez yang perusahaannya akan bekerjasama dengan kita." ucap Gerald dengan masih mengotak atik tabletnya.


Tak lama sang kakak sampai ditempat lokasi Ailsa menunggu.

__ADS_1


"Kak akhirnya kakak sampaj juga" ucap Ailsa


"lagian kok bisa sih gabawa dompet sama ponsel? Aku kira kau diapakan sama Tuan Gerald karna kau teriak teriak" ucap Kak Rendhy memarahi Ailsa.


"Aku kecopetan kak, dompet dan ponselku hilang, untung tadi ditolong itu orang" ucap Ailsa.


"hati hati makanya jangan teledor, kita lapor polisi supaya berkas berkas didompetmu aman" ucap Rendhy.


Setelah itu Rendhy dan Ailsa pergi kekantor polisi kemudian Rendhy membelikan ponsel baru untuk Ailsa.


"kakak harus kembali kekantor" ucap Rendhy pada adiknya.


"Hati hati kak" ucap Ailsa


"Nanti malam kakak bawakan makan, sekarang untuk makan siang pesanlah saja dan ini uangnya" ucap Rendhy


"Okey kak Rendhy emang yang terbaik" ucap Ailsa


Dikantor, Gerald yang mulai sibuk dengan segudang tumpukan berkas didepannya mulai membacanya satu persatu.


"Tuan muda, bersiaplah 10 menit lagi tuan ada rapat" ucap Bimo


"Ya bim thanks" ucap Gerald.


Rapat pun dimulai terlihat Rendhy datang bersama seorang wanita, dia benar benar terlihat mesra dimata Gerald. Karena memang saat ini Rendhy sedang rapat internal bersama dengan perusahaan Gerald. Rapat berakhir dan Gerald hendak keluar dari ruangan.


"Tuan Gerald, saya sampaikan terimakasih banyak sudah membantu adik saya Ailsa. Entahlah jika tidak ada anda mungkin dia sudah menangis disepanjang jalan" ucap Rendhy


"Tentu, kalau begitu saya permisi" ucap Gerald sopan seraya tersenyum dengan manisnya kearah Rendhy.


......................


Pagi harinya Ailsa berencana akan pergi keperusahaan Gerald untuk mengembalikan uang yang kemarin, dia sudah bersiap siap dan hendak pergi.


"Kak Rendhy pasti sudah berangkat lagi deh, tu orang bener bener ya ga bangunin aku semalem. Im felt very hungry sekarang" ucap Ailsa ketika sampai dimeja makan.


Ailsapun sarapan, setelah itu pergi kekantor Gerald. Sesampainya disana ia ke resepsionis,


"Maaf bisa bertemu dengan Tuan Gerald?" ucap Ailsa.


"Apakah sudah membuat janji sebelumnya?" ucap sang resepsionis.


"em belum" ucap Ailsa jujur.


"Dengan nama siapa?" tanya resepsionis


" Ailsa"


"baik mohon ditunggu diruang tunggu nanti saya kabari kembali" ucap sang resepsionis.

__ADS_1


"Tentu terima kasih" ucap Ailsa ramah


__ADS_2