
Azka masuk kembali keruangannya ia melihat Alexa yang sudah menutupi tubuhnya dengan selimut lagi. Azka berjalan mendekat ia mengecup kepala Alexa seraya berkata "Ini bajumu, mandi dan pakailah"
Alexa tidak menjawab ia masih menatap dinding dengan tatapan kosong. "Sekertaris Alexa" ucap Azka seraya memegang bahu Alexa.
Alexa menatap Azka lekat seakan ia berkata mengapa kamu begitu tega padaku namun Alexa terlalu lelah walau hanya mengucapkan satu katapun.
"Bangunlah dan bersihkan dirimu, aku akan mengantarmu pulang" Ucap Azka seraya mengelus kepala Alexa.
"Jika sikapmu begini terus aku bisa jatuh hati padamu" batin Alexa. Alexapun segera bangun dan hendak melangkah namun nyeri dibagian perut dan bagian bawahnya membuat dirinya meringis
"Ssh" rintih Alexa
"kamu tidak apa apa?"
"Apa yang sakit?" ucap Azka seraya memegangi lengan Alexa yang hampir jatuh tadi.
Alexa tidak menjawab, dengan segera Azkapun menggendong Alexa ala bridal style menuju kamar mandi. Ia menurunkan Alexa di bathtup yang sudah terisi air hangat.
"Kamu bisa mandi sendirikan? aku akan membantumu jika kau mau tapi jangan salahkan aku jika juniorku minta main" ucap Azka seraya tersenyum
"Saya bisa mandi sendiri" ucap Alexa. Azka mengangguk lalu keluar dari kamar mandi. Azka kemudian menelfon dokter Rian
"Ya presdir Azka yang terhormat" ucap Dokter Rian kala menjawab telefon dari Azka
"Aku ingin bertanya padamu, obat apa yang bisa menyembuhkan itu yang sakit?" tanya Azka
"Itu apa?" tanya dokter Rian
"Ck itu wanita, jika sakit karena punyaku diberi obat apa???" kesal Azka
"Oh itu, ada salep xxxx beli saja lalu oleskan bagian bibir itu yang bengkak"
"Dan ya jangan bermain terlalu sering bahkan bermain secara kasar pada perempuan" petuah dokter Rian.
"berisik" Azka langsung mematikan sambungan telefonnya dan segera memanggil Sekertaris Arez.
"Ya presdir, ada yang bisa saya bantu?" tanya Sekertaris Arez
"Beli salep xxxx di apotik dan beli ****** yang banyak. Ini uangnya kembalinya ambil saja sesukamu" Azka memberikan uang beberapa juta disana.
__ADS_1
"Baik presdir, Saya permisi"
Tak lama Alexa sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang baru.
"Aku akan mengantarmu pulang tunggu disini dan makanlah dulu" ucap Azka menghampiri Alexa yang melangkah mendekatinya hendak keluar dari ruangan.
"Tidak perlu saya bisa pulang sendiri" ucap lirih Alexa.
"Ini perintah tunggulah, aku hanya akan mandi sebentar" tegas Azka tak terbantahkan. Segera Azka memasuki kamar mandi, sedangkan Alexa memilih untuk kembali kemejanya ia menyelesaikan berkas berkas yang ia tinggalkan hari ini.
Tak lama Sekertaris Arez datang dengan paperbag di tangannya. Ia melihat kearah meja sang kepala sekertaris yaitu meja Sekertaris Alexa. disana terlihat sekertaris Alexa sedang sibuk mengerjakan beberapa berkas, Sekertaris Arez menyapa membungkukkan badannya saat melintasi meja Alexa.
"Selamat sore sekertaris Alexa" ucap Sekertaris Arez dengan melakukan bow.
Alexa yang memang tadi sempat kepergok Sekertaris Arez sedikit malu dan takut disaat yang bersamaan.
"hah Sekertaris Arez, dia udah lihat saat aku dan presdir sedang bercinta tadi, yatuhan aku harus bagaimana" batin Alexa
"Selamat sore" ucap Alexa seraya membuang pandangannya.
"Saya ingin memberikan pesanan presdir apakah presdir ada didalam?" tanya Sekertaris Arez. Alexa diam dan tampak berfikir, "langsung masuk saja" ucap Alexa tanpa melihat sang lawan bicaranya.
Sekertaris Arez yang tahu sikap sang kepala sekertaris itu memilih untuk diam dan segera mengetuk pintu sang presdir.
disisi lain Azka yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut melihat ruangannya kosong tanpa ada Alexa. Dia segera berpakaian dan langsung mencari Sekertaris Alexa, namun saat akan keluar pintu diketuk dari luar. Azka membuka pintu dia melihat sekertaris Arez yang berada didepannya dan ia sedikit melirik ke meja Sekertaris Alexa
"Dia disana" batin Azka
"Masuklah" ucap Azka kemudian terhadap Sekertaris Arez yang dijawab anggukan. Sekertaris Arez masuk dan memberikan paperbag yang ada didalamnya.
"Ini pesanan Anda, Presdir"
"Oke terima kasih. Aku harap kamu menutup mulutmu atas apa yang kamu lihat hari ini" ucap Azka seraya duduk di kursi kebesarannya.
"Saya janji dan saya sudah berkomitmen terhadap apa yang saya dengar maupun lihat tidak akan saya bicarakan kepada siapapun" jawab Sekertaris Arez mantap.
"Bagus kalau begitu kamu boleh kembali bekerja" ucap Azka dan dijawab anggukan "Saya permisi presdir" ucap Sekertaris Arez.
Azka mengambil salep itu dan menyimpan pesanannya yang lain kedalam laci. Azka beranjak dan berjalan keluar seraya membawa beberapa berkas yang ingin dia bawa pulang.
__ADS_1
"Sekertaris Alexa, tinggalkan pekerjaanmu dan ayo ikut aku" ucap Alexa namun ia masih tidak menghiraukan kata kata Azka.
"Aku bilang ikut aku" ucap Azka seraya menarik tangan Alexa
Alexa pun menurut, ia berjalan disamping Azka tangannya masih digandeng oleh Azka. Jantungnya berdebar debar. Azka membawa Alexa masuk kedalam mobilnya menjauhi area kantor.
"Kita makan dulu ya" ucap Azka memecah keheningan, namun tidak dijawab oleb Alexa. Azka sedikit menoleh kearah Alexa, namun Alexa tetap tidak mau berbicara.
"Kenapa kau diam saja tidak bisakah kamu berbicara" ucap Azka
"ya" ucap Alexa singkat
Azka melirik kearah Alexa, ia akhirnya mengurungkan niatnya untuk ngobrol berdua dengan dirinya
...----------------...
Mereka sudah sampai direstoran, namun Alexa terlihat enggan untuk turun dari mobil. Azka melirik Alexa dan berkata "Ayo turun atau kau ingin kita bercinta disini?"
Seketika Alexa langsung turun dari mobil Azka dan berjalan masuk mendahului Azka.
Azka menyunggingkan senyumnya, ternyata mudah juga membuat Alexa menurut. Azka menuju tempat dimana Alexa sudah duduk, Azka sengaja tidak membooking restoran itu karena ia ingin Alexa tidak kesepian dan merasa canggung kalau hanya berdua.
mereka memesan makanan, mereka makan dalam keadaan hening tidak ada satu ucapan yang keluar dari mulut keduanya.
Azka mengusap sudut bibir Alexa yang terlihat kotor oleh saus spageti yang ia pesan. pandangan mereka bertemu, dan akhirnya mereka saling menatap.
deg deg deg
Jantung Alexa berdegup sangat kencang "Hah kenapa ini perasaan apa" batin Alexa sedangkan Azka ia merasakan sesuatu pada dirinya "Aku ini kenapa sih"
Sesaat Azka melepaskan tangannya dari bibir Alexa.
Bersambung,
Adeop
...----------------...
Bahagiain otor yang sibuk ini plis, jangan lupa like dan komeen
__ADS_1