Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Menjahili papa


__ADS_3

"udah mulai bohong kamu ya sini gak aku cium beneran loh" ancam Azka. Ailsa seketika berlari seraya mengeluarkan lidahnya mengejek Azka.


"Ailsaa kamu ini bener bener ya, Sayang sini gak!" Ucap Azka seraya berlari mengejar Ailsa yang menjauhi dirinya.


...----------------...


Cinta, rindu, dan benci akan selalu berdampingan dalam hal percintaan wajar dikala jatuh cinta kita akan merasakan rindu namun benci ketika orang yang kita sukai mengabaikan atau dikala kita diselingkuhi.


Setelah Azka meminta maaf kepada Ailsa semalam, ia tidur dalam keadaan senang. Malam hari setelah dari caffe Ailsa, Azka memutuskan untuk pulang kerumah besarnya sesuai perintah sang ayah.


"Pah mah Azka pulang" ucap Azka kala memasuki rumah yang nampak sepi, kedua alis Azka terangkat loh kok sepi batinnya.


"Pahh maahh? emilieee?" ucap Azka lagi


"Apasi pulang teriak teriak kayak orang utan" kesal Emilie yang menuruni tangga. Azka terkekeh seraya mengacak rambut adik kesayangannya itu.


"iiish mau ngajakin ribut? Emilie lagi badmood gausah ganggu Emilie" bibir emilie mengerucut membentuk seperti bebek


"papah mama mana dek?" tanya Azka yang mulai merangkul pundak sang adik.


"Diatas lagi buatin adik buat kita" ucap Emilie seenaknya


"lah emangnya bener dek?" tanya Azka tidak percaya, Emilie menaikkan kedua bahunya seraya berlenggang menuju dapur.


"haha gangguin ah" ucap Azka tersenyum smirk mode jahilnya mulai meronta untuk segera dia laksanakan. Azkapun segera naik ke lantai atas. Sampailah didepan pintu kamar kedua orang tuanya. Azka sedikit mendekatkan telinganya berharap mendengar suara dari dalam kamar bonyoknya.


Azka pun mendengar suara aneh dari dalam ia yakin jika yang dikatakan Emilie tadi benar. Azka dengan santainya mengetuk pintu seperti orang kesetanan tentu saja hal itu membuat orang yang didalam terkejut dan panik. Tak lama pintu kamar dibuka sang ayah menyembul keluar dari dalam pintu.


"S*alan bocah gendeeengg"


"Ganggu lagi *** *** ajaaa" Teriak kesal Baron, Ayah Azka.


Azka tertawa cekikian melihat sang Ayah keluar dengan hanya mengenakan celana pendek dan berten jang dada dengan wajah yang sudah sangat kesal dan memerah.


"Loh papah ini gimana sih katanya Azka disuruh pulang yaudah Azka pulang eh malah papa *** *** sendiri sama mamah" senyum Azka sangat lebar.


"dasar bocah tengikkk gausah pulang menyesal papah nyuruh kamu pulang" Ucap Baron seraya memukul kepala Azka namun berhasil dihindari oleh Azka.


"papah ini gimana sih udah tua plin plan, mana mau bikinin aku adik lagi bwaahh papah ini dah tua pah inget umur" Goda Azka.


"kamu pulang ke apartemenmu saja ganggu papah aja"

__ADS_1


"Ckk lagian ya rasanya tuh enak kamu mana tau kalo udah nyobain sekali beuuuh ketagihan kamu bicah tengikk, apalagi papa LDRan sama mama mu lama paralon papa juga sudah meronta ronta" Goda Baron lagi.


"Iya sih beneran enak apalagi punya Alexa masih sempit, Azka juga mau ngelakuin terus dan terus" Batin Azka


"Ck papa Azka gamau ya kalau sampai punya adik lagi nanti orang orang pada ngira aku menghamili orang diluar nikah lagi" Ucap Azka


"Gagitu juga papa ini udah handal gamungkin gol jadi adik" Puji Baron pada dirinya sendiri.


"Pah Azka udah disini nih main bilyard yok" ajak Azka


"Ogah papa mau *** *** sama mama aja, minggir sana jangan ganggu papa" usir Baron


"paaaah ayoo main bilyaard" Ucap Azka dengan nada yang cukup keras


"Heh diem mama kamu lagi tidur, jangan bangunin singa tidur kamu" ujar Baron


"Ayoo pah main bilyard atau Azka gangguin *** *** papa hayoo"


"bocah tengikkk besok saja masukin bola kelubang sekarang papa mau *** *** dulu masukin paralon ke lubang jadi minggir" usir Baron lagi


"Ckk kaliaan ini bisa diam tidak sih, dari tadi ribut saja mama mau tidur keganggu"


"Kalau mau berantem sana diluar" ucap Raras mama Azka yang berada dalam mode kesal dan galaknya.


Ucap Azka tidak bersalahnya


"Heii bocah tengikk papa gak ngomong gitu ya"


"Azka aja diusir mah, katanya Azka berisik nanti bangunin singa tidur" Azka mulai mengompor ngompori agar papanya kena marah sama mamanya.


"Hei diamm kau jangan mengada ngada kamu"


"Papa sendiri yang bilang jangan ganggu singa tidur"


"Papaaaaahhhhh" teriak Raras dalam mode marah yang sudah diubun ubun. Tatapan tajam ia lontarkan pada Ayah Azka.


"ppfttt" Azka tampak menahan tawanya.


"Papah Tidur diluar, daan kamu Azka diamlah mamah ngantuk kembalilah kekamar jangan teriak teriak seperti orang utan disini"


"Ckk mamah" ucap Baron dan Azka bersamaan.

__ADS_1


"Apaa" Teriak Raras dengan garangnya


"hehe enggak mah" ucap Azka


"Sayangku ayok kita tidur lagi" ucap Baron dengan merangkul pundak istrinya. Dengan segera tangan Baron dihempaskan oleh Raras seraya berkata "Sudah kubilang papa Tidur diluarr"


brakk


Pintu kamarpun segera ditutup dengan kerasnya dan dikunci dari dalam oleh Raras.


"Pffttt ahhaaha papah kasian sekali" ledek Azka yang mulai tertawa terpingkal pingkal.


"Kurang ajar kamu bocah tengikk liatkan gara gara kamu" kesal Baron seraya berjalan menuju kamar tamu.


"Makanya Ayoo masukin bola kelubang bilyard ajaa yok pah" Ajak Azka seraya merangkul pundak sang Ayah.


"Ck maless"


"Ayolah paa gamau beneran nih, gini deh nanti kalau papa menang Azka bakal mohon sama mamah supaya papa bisa tidur bareng mamah gimana?" tawar Azka. Dengan terpaksa Baron meng iyakan kata kata anaknya, mereka pun berlenggang menuju ruang bilyard dilantai 3, Emilie yang baru saja hendak memasuki kamar terkejut melihat ayahnya hanya bertelanjang dada kala melewati kamarnya.


"Papa ngapain?" tegur Emilie. Azka melirik kearah adiknya seraya menempelkan telunjuknya kebibirnya sebagai isyarat agar adiknya itu diam. Namun tampaknya Emilie tidak merespons kelakuan sang kakak


"papa mau keatas bilyard kenapa?"


"Ck papa ni mau main bilyard pake baju kenapa si pah itu juga cuman pakai kolor aja gak berkelas banget si papa" Ucap Emilie dengan santainya kemudian berlenggang masuk kekamarnya. Seketika Baron melihat apa yang sedang dia kenakan, Ia langsung menoleh ke putra sulungnya yang saat ini sudah cengengesan.


"bocahhh gendeengggg"


"berani sekali kamu mengerjai papamu ini" ucap Baron seraya menjewer telinga putranya itu. Azka meringis dan meminta maaf kepada Ayahnya itu, "paa maaf pah bukanya tadi Azka udah ngomong sih papa aja yang gasadar" ucap Azka.


"Mana ada, kok papa gatau kurang ajar kamu ya"


"haha maaf pah lepasin telinga Azka sakit"


Azka begitu puas mengerjai papa nya, sudah menggganggu ayahnya yang sedang ena en a, masih harus keluar pakai celana kolor saja.


Bersambung,


Adeop


...----------------...

__ADS_1


Haii maaf sekali para readers, Aku akan Up 2 hari sekali mulai hari ini karna aku sudah mulai disibukkan aktivitas kuliah dan harus berangkat kekampus jadi sedikit kecapean untuk ngelanjutin nulis. Hope you like it!


Jangan bosen buat Like, komen, vote dan kasih hadiahnya yaa. Terima kasih 🖤🖤


__ADS_2