Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Bohong?


__ADS_3

Kebohongan adalah suatu tindakan yang mampu membuat kebohongan lain, saat kamu berbohong sekali kamu akan terus menerus berbohong.


......................


Hari ini Ailsa memutuskan untuk mengunjungi rumah Azka sendiri, Jika biasanya ia akan datang bersama Azka kini ia memutuskan untuk datang sendiri mengingat Azka selalu sibuk. Sudah lama dirinya tidak bertegur sapa dengan Ibu Azka dan adiknya Emilie. Dengan mengenakan baju berwarna hitam dengan rambut tergerainya Ailsa mulai mengetuk pintu rumah Azka.



tok tok tok


"ya sebentar"


ckleek saat pintu terbuka Ailsa langsung diberi sambutan pelukan erat dari orang itu.


"Kaaaakk Ailll" teriak Emilie tidak melepaskan pelukannya. Ia sangat kangen dengan calon kakak iparnya itu. Ailsa tersenyum dengan manisnya


"Kak Ailsa lama sekali ga kesini aku jadi kangen" Ucap Emilie yang masih berada dipelukan Ailsa.


"Iya Maaf ya, kakak sibuk. emm lagian mas Azka juga kan sibuk jadi jarang ngajak aku kesini" terang Ailsa dengan suara lembutnya. Emilie mengurai pelukannya ditatap sang calon kakak ipar yang makin hari makin cantik menurutnya.


"Iya abang laknat itu sibuk bener dia, mana udah tinggal di apartemen lagi Emilie aja kangen bangunin kak Azka kali lagi susah dibangunin haha" Emilie tertawa mengingat dirinya selalu mengusili abangnya ketika hendak membangunkan Azka.


"Emilie siapa? kok gadisuruh masuk" tanya Raras yang menuruni anak tangga, tak lama ia menghampiri Emilie dan Ailsa yang masih berada didepan pintu


"Ailsaa sayang yaAmpun tante kangen banget" ucap Raras sang ibu Azka yang langsung memeluknya erat.


"Ayo masuk sayang" ajak ibu azka seraya menarik tangan Ailsa.


"Ini tante Ail bawain kue kesukaan tante Raras, harusnya sih sesuai kaya buatan ibu"


"Ah sayangg terima kasih kamu malah repot repot bawain kaya gini. kamu tau banget tante kangen kue buatanmu".


Ailsa tersenyum manis kala calon mertuanya itu menyukai apa yang ia bawa. Dirinya sangat dekat dengan sang calon ibu mertuanya itu karena memang dulunya mereka adalah tetangga dan Ailsa sering berbagi kue buatannya dan ibunya kepada keluarga Azka. Ailsa dan Azka dulunya adalah tetangga dekat bahkan keluarga keduanya sudah sangat akrab, Sejak kecil Azka dan Ailsapun selalu belajar dan bermain bersama jadi tidak heran jika mereka memiliki hubungan yang lebih dari seorang sahabat hingga Ailsa pindah rumah karna suatu hal.


"Gimana sayang mama papamu sehat sehat kan? tanya Raras ramah


"Iya tante alhamdulillah baik, tante dan om Baron gimana kabarnya?, mas Azka jarang bercerita" tanya Ailsa karena memang Azka jarang menceritakan keadaan keluarganya karna saat videocall ataupun telefon mereka hanya membahas seputar kegiatan mereka dan selebihnya hanya ucapan kangen kangenan.

__ADS_1


"Tante sehat, tapi mas Baron saat ini sedang perawatan diluar negri bersama Sekertaris Tio."


"Semoga om Baron lekas membaik ya tan, nanti kita bisa bersama sama lagi kaya dulu. Om Baron kalau pulang kerja selalu bawain mas Azka dan Ailsa Manggo squash kalau lagi belajar bareng"


"Iya ya jadi inget dulu kamu sering bantuin tante masak dan jagain Emilie" ucap Raras yang disambut gelak tawa keduanya


Ailsa masih berada di rumah Azka, dirinya kesana setelah pukul 3 sore. Ailsa memang sengaja agar Azka bisa menyusul ketika dirinya masih berada dirumah Azka.


"Ailsa, gimana kamu sudah siap menikah?" tanya Raras. Ailsa mendongak dirinya diam saja, dalam hati dirinya ingin sekali menikah namun dirinya teringat kala Azka memintanya untuk menunggu hingga dirinya cukup mampu membahagiakannya atau paling tidak dirinya punya bekal kala menghadap Ayah Ailsa.


Ayah Ailsa memang tidak menuntut suami Ailsa kelak akan sekaya apa tapi Ayah Ailsa ingin melihat tanggung jawab dari calon suami Ailsa. Toh Ayah ibu Ailsa sudah tau tentang hubungan mereka berdua.


Ailsa mengangguk seraya tersenyum menampilkan wajah cantiknya,


"Iya tante, tapi tidak sekarang tunggu mas Azka mencapai mimpi dan cita citanya terlebih dahulu" Raras tersenyum dirinya bersyukur memiliki calon menantu seperti Ailsa, gadis yang sangat baik.


"Kak Ail, kapan kapan kita jalan jalan bareng yuk kemana gitu. Sekarang semenjak udah jadi presdir bang Azka tu jarang banget ngajakin aku main" kesal Emilie seraya melipat tangannya kedepan dada.


Umur Emilie 2 tahun lebih muda dari Ailsa, karena saat Azka usia 5 tahun sang Adik baru lahir. ketika kecilpun Ailsa suka bermain masak masak dengan Emilie.


Ailsa mengangguk "boleh kamu main aja ke caffe aku sering disana sih"


Ailsa mengirimi Azka pesan jika dirinya berada dirumah Azka saat ini, Dia ingin agar Azka menyusul.


"Ail, beritahu anak nakal itu suruh pulang. Semenjak pindah ke apartemen dia belum pernah kemari" ucap ibu Azka


"loh tante Raras bukannya kemarin mas Azka bilang kemari ya"


Ailsa mulai curiga, apa iya dirinya dibohongi oleh Azka, tapi kenapa? bukankah dirinya baik baik saja monolog Ailsa dalam hati


"Kapan, engga pernah tuh. Dirinya cuman kesini ambil barang dan itupun seminggu lalu"


"masa sih tan, soalnya kemarin Ailsa ngajak keluar dia nggamau katanya mau kemari"


Hati Ailsa mulai bertanya tanya. Baru kali ini Azka membohonginya, dia akan menanyakan langsung pada orangnya nanti. Tidak ingin berprasangka buruk lagi Ailsa memutuskan untuk mengganti topik.


Ailsa, Emilie, dan ibu Azka berbincang bincang membahas kesana kemari hingga waktu telah menujukkan pukul 6 sore, Mobil Azka mulai terdengar didepan rumah. Azka mulai memasuki rumah dengan wajah yang lesu dan terlihat lelah. Azkapun menghampiri Ailsa, Emilie, dan ibunya yaitu Raras yang masih mengobrol di ruang tamu.

__ADS_1


"Pulang juga kamu anak nakal" sinis Raras melihat sang putranya yang baru kemari karena ada Ailsa kekasihnya. Azka tersenyum menampakkan gigi giginya sambil bersalaman dengan ibundanya.



"Abanggg lama banget gakesini, give me big hug pleasee" ucap Emilie dengan manjanya. Dari kecil memang Emilie selalu menempel pada sang kakak. Azkapun menarik adiknya kedalam dekapannya, Azka sangat menyayangi adiknya itu. Adik kecil yang dulu ia gendong kemana mana sudah sebesar kekasihnya.


Ailsa yang melihat kakak beradik berpelukan lama pun kembali menampilkan senyum lebarnya, dirinya teringat dulu saat Emilie ikut bermain ditaman kota Azka selalu menggendongnya. Pernah sekali Emilie terjatuh dari perosotan dan terluka Azka dengan sayangnya meniup niup luka Emilie


"Abang kamu kurusan ya" tanya Emilie seraya mengurai pelukannya itu


"Pasti jarang makan kan gaada yang masakin di apartemen" ledek Emilie


"Iya, abang stres gaada yang masakin kerjaan numpuk jadi lupa makan"


"makannya kak Ailsa halalin bang biar kak Ailsa yang masakin kan masakan kak Ailsa mantep banget" ujar Emilie mengkode abangnya itu. Ailsa hanya tersenyum mendengar keduanya, ia memang ingin menikah dan hidup bersama Azka namun ia tidak mau memaksakan dirinya akan menunggu Azka siap dengan segala persiapannya.


Azka makin terhentak, ia akan menikahi Ailsa jika dirinya sudah memastikan jika Alexa tidak hamil anaknya. Lagi pula Azka masih baru menjabat jadi Presdir diperusahaan ayahnya dirinya masih sibuk dengan urusan dan masih belum terbiasa membagi waktu, ia takut istrinya akan kesepian jika Azka masih sibuk dikantor.


Malam hari setelah makan malam bersama dirumah Azka, Ailsa pun berpamitan dengan ibu Azka beserta Emilie. Ailsapun diantar Azka pulang saat diperjalanan Ailsa mulai bertanya tentang apa yang diomongkan Ibu Azka tadi


"Sayang" ucap Ailsa


"hmm" Azka sedikit menoleh kearah Ailsa


"kenapa sayang"


"Kata mama kamu tadi kamu jarang main kerumah ya"


degg..


bersambung,


AdeopšŸ–¤


...----------------...


Apa yang akan diucapkan Azka?

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak yah!


__ADS_2