
Dengan geramnya Alexa melepaskan cengkeramannya, ia tidak habis fikir Azka tidak bergegas mengejar dan menjelaskan semuanya pada Ailsa ia hanya diam.
"Saya rasa anda akan menyesali semua ini nantinya" ucap Alexa seraya berbalik pergi.
degg
Azka masih terdiam mematung, ia begitu syok atas apa yang terjadi. Tentang kehamilan Sekertaris Alexa dan darah dagingnya akibat hubungan terlarang serta kenyataan bahwa sahabat sekaligus kekasihnya Ailsa sudah mengetahui semuanya. Fikiran Azka membuncah ia tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini, Disatu sisi ia ingin mengejar dan menjelaskan semuanya pada Ailsa tapi ia yakin Ailsa butuh waktu untuk menenangkan dirinya.
Disatu sisi ia kacau, perasaannya terhadap Sekertaris Alexa tak terbendung lagi ia sangat mencintai Sekertaris nya itu. Apalagi diperutnya tumbuh sosok kecil hasil buah cintanya. Semua terasa begitu tiba tiba, Azka mengambil kotak yang tadi sempat ia buang diambilnya foto hasil USG yang menampilkan janin ukuran kecil. Air mata Azka tiba tiba luruh begitu saja. Azka tidak mampu berkata kata lagi, ia begitu berdosa telah mengatakan ia mau menggugurkan anaknya.
Ailsa yang mendapati kenyataan pahit meneteskan Air matanya ia berjalan keluar kantor Dirgantara group tanpa arah. Alexa yang sudah geram langsung bergegas mencari keberadaan Ailsa sahabatnya. Ia akan tetap menjelaskan keadaan yang sebenarnya meskipun ia tahu mungkin sahabatnya tidak akan mempercayainya. Sekertaris Arez yang melihat Sekertaris Alexa begitu terburu buru akhirnya mendekat.
"Ada apa Sekertaris Alexa" tanya Sekertaris Arez
"Apa kau melihat Ailsa?" ucap Alexa seraya menangis
"Nona Ailsa sudah turun kebawah Sekertaris Alexa" ucap Sekertaris Arez.
"Oke terima kasih" Alexapun langsung bergegas menaiki lift untuk turun.
Sekertaris Alexa langsung berlari keluar, dengan nafas ngos ngosan Sekertaris Alexa mendekati Ailsa yang tampak berjalan sempoyongan. Ia mencekal tangan Ailsa
__ADS_1
"Ail aku bisa jelasin" ucap Alexa seraya masih menangis. Ailsa langsung menatap Alexa tajam.
"Lepaskan" ucap Ailsa
"Ail give me time to explain hu hu" ucap Alexa yang menangis keras
"Aku bilang lepaskan, kamu sudah benar benar menyakitiku" ucap Ailsa yang sudah seperti hilang arah dan hilang rasa.
Ailsa menghempaskan tangan Alexa dengan keras hingga pegangan tangan Alexa terlepas. Ailsa menaiki taksi dan mulai pergi meninggalkan Alexa yang menangis tersedu sedu. Ailsa merupakan wanita yang baik Alexa baru pertama kali melihat sahabatnya kecewa begitu dalam seperti tadi. Kini dengan Tampilan Alexa yang sudah kacau ia mulai memasuki rumahnya. Alexa memilih pulang karena ia benar benar merasa sangat lelah.
"Non Alexa sudah pulang?" tanya seorang maid
"Non, non Alexa tidak apa apa? kenapa pucat sekali"
Hari itu Sekertaris Tio yang merupakan ayah Sekertaris Alexa pulang ke kediamannya, Sekertaris Tio yang menemani Baron berobat keluar negri pulang untuk menghadiri kegiatan di kampus putri bungsunya Emilie. Baron meminta Sekertaris Tio untuk pulang kerumahnya dan menemui putrinya karena Baron tau sebelum berangkat Sekertaris Tio pasti tidak menemui Sekertaris Alexa putrinya. Sekertaris Tio pun pulang ke kediamannya atas perintah Baron tersebut.
"Tuan Prastio"
"Selamat datang Tuan" ucap maid menyambut kepulangan sang tuan yang sudah lama tidak pulang.
"Dimana Alexa?" ucap Sekertaris Tio dengan wajah tersenyum. Ia sangat rindu dengan putrinya itu, ia ingin mengakui kalau putrinya itu benar benar bisa sepertinya. Baron memberitahu jika Azka dan Alexa berhasil menyelesaikan tugasnya di Bali dengan sangat baik bahkan lebih cepat dari targetnya. Bahkan Tuan Alex sangat mengapresiasi kinerja mereka.
__ADS_1
"Nona tadi pulang tuan, namun dari tadi ia belum turun untuk makan. Saya panggilkan saja kalau begitu Tuan" ucap sang maid.
"Baiklah" ucap Sekertaris Tio yang duduk disofa seraya memijat keningnya.
"Non, non Alexa?" sang maid mulai mengetuk pintu kamar Alexa. Beberapa ketukan dan panggilan tak digubris Alexa sama sekali. Tak beberapa lama Sekertaris Tio datang, ia ingin segera menemui putrinya jadi biarkan dia yang berjalan kekamarnya fikirnya.
"biarkan saya saja" ucap Sekertaris Tio.
"Alexa buka pintunya ayah mau bicara" ucap Sekertaris Tio.
"Alexa?" ucap Sekertaris Tio lagi, karena tidak ada yang merespons sama sekali iapun mulai khawatir. Akhirnya ia memutuskan untuk mendobrak pintunya.
brakkk
dan betapa terkejutnya saat apa yang saat ini ia lihat adalah ...
BERSAMBUNG
...----------------...
Halo gaes maaf telat up, nantikan terus kisah Azka-Ailsa-Alexa jangan lupa like komen dan kasih dukungan author dengan kembang atau kopi yaa 😘
__ADS_1
add to favorite ya biar kalian engga ketinggalan eaktu aku upload