Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Menanti


__ADS_3

"Maaf presdir sedang keluar jadi belum bisa janji temu" ucap resepsionis itu membuat Ailsa sedih dan kesal secara bersamaan.


Ailsa yang mendengar itupun lalu berjalan meninggalkan kantor saat didepan pintu hendak pergi, Terlihat Azka dan Alexa kembali. Ailsa pun mendongak


"loh sayang kamu kemari?"


...----------------...


"Loh sayang kamu kemari?" ucap Azka seraya memegang kedua bahu Ailsa


"Iya, mau nganterin makan siangmu sekalian main kemari tapi aku emang bodoh gatau kalau kamu sibuk" ucap Ailsa dengan senyumnya, Ailsa sama sekali tidak menyalahkan Azka namun dirinya merutuki kebodohannya, jika dia tidak kesana mungkin dia tidak akan menunggu dengan sia sia.


"Kok engga ngabarin dulu, jadikan kamu gaperlu nunggu. Yaudah ayok keruanganku" Ajak Azka seraya memegang tangan Ailsa. Alexapun hanya tersenyum.


"untung saja kita sudah kembali sebelum Ailsa pergi atau Ailsa akan marah padaku juga" batin Alexa


Setelah itu Ailsa digandeng Azka yang akan menaiki lift, sebelum itu ketika melewati meja resepsionis Azka berkata


"Kalau kalian melihat wanita ini suruh langsung keatas dan jangan buat dia menunggu lagi" ucap Azka dingin karena Azka tau sesuai prosedur tamu akan menunggu di ruang tunggu dan Ailsa pasti sudah menunggunya terlalu lama.


"Baik presdir" ucap kedua resepsionis seraya membungkukkan badannya.


Azka membawa Ailsa kedalam lift khusus tentunya Alexa juga mengikuti dibelakang sang presdir itu,


"Sayang maaf ya kamu sudah menungguku begitu lama ya pasti" ucap Azka seraya memegang tangan Ailsa.


"enggak kok,tadi aku pulang karena aku sadar gak seharusnya aku kemari kamu kan juga punya kesibukan dan aku malah maksain buat kemari" ucap Ailsa. Padahal dirinya sudah menunggu hampir 1 jam tanpa mengenal siapapun membuat waktu kian lambat.


"Kamu kan bisa telfon aku, jadi aku bisa suruh petugas dibawah buat ngizinin kamu keatas"


"kamu bisa menunggu diruanganku setidaknya tidak akan sebosan kala menunggu diruang tunggu"


Mereka pun sudah sampai dilantai atas tempat Azka bekerja, Ailsa dibuat terperangah kala melihat ruang yang begitu elegan dengan beberapa rak buku yang tersusun rapi. Sebelum masuk tadi diluar terdapat meja Alexa sebagai sekertarisnya. Ruangan Azka benar benar begitu luas dan tentunya bersih, wangi, serta rapi.


"sini sayang" Azka menuntun Ailsa untuk duduk di sofa dekat pintu.


"Ruanganmu benar benar keren yah" ucap Ailsa


"Ya inilah tempatku mencari uang untuk halalin kamu"


"benar benar rapi"


"Sayang katanya kamu bawain aku makan? suapin dong" ucap Azka manja

__ADS_1


"Iya manja banget sih nih makan sendiri, aku mau kasih ini dulu ke Alexa." Azka mengangguk mengiyakan. Setelah itu Ailsa keluar dan memberi kotak nasi beserta lauk pauknya kepada Alexa.


"Oi ibu sekertaris ini serius banget kerjanya" ucapan Ailsa membuat Alexa menjatuhkan kertas yang sedang ia baca.


"Hah Ailsa luu ngagetin tau ga, gue lagi kerjaaaaa ih sumpah kirain boss presdir"


Melihat Alexa yang terkejut sampai menjatuhkan kertas kertas yang sedang ia baca membuat Ailsa tidak enak.


"yaAmpun maaf deh gatau ternyata kalau lu kerja begini ya" tawa Ailsa mengejek sahabatnya yg terlihat begitu gesit, sopan, dan formal bahkan ia sangat pendiam


"diam lu Aill, gue beneran jadi robot kalo lagi kerja hih" Alexa kesal dibuatnya.


"yaudah nih makan dulu udah gue bawain, kata Azka lu belum makan jadi lo boleh break dan makan ini dulu"


"Aww perhatiannya. gue kira cuman buat pak Azka ternyata sahabatku ini begitu menyayangiku" ucap Alexa yang langsung memeluk sahabatnya.


"Tinggalin kertas kertas itu dan cepetan makan ini"


"oke bu boss" Alexapun semangat seraya memberi hormat kepada sahabatnya Ailsa.


"Sebaik ini lo sama gue Ail, tapi lo gatau gimana aslinya gue sama kekasih lo. Gue makhluk paling berdosa yang udah hianatin sahabat satu satunya yang gue sayangi, Maafin gue Ailsa maafin gue. maaf aku gabisa jujur sama kamu" Batin Alexa seraya menahan air matanya agar tidak turun membasahi pipinya.


Ailsa yang sedari tadi sudah masuk kembali keruangan Azka memilih untuk duduk dan melihat sang kekasih makan dengan lahapnya.


"Apa kamu belum makan siang sayang?" tanya Ailsa melihat Azka yang sedang makan itu


"Emangnya kalian dari mana tadi kok gasempet makan" tanya Ailsa


deggg


Azka bingung harus menjawab apa tidak mungkin dirinya menjawab sejujurnya.


"em aku tadi abis survei lokasi proyek, aku gamau mampir karna aku pengen langsung kekantor buat nyelesain berkas berkas yang tersisa karna kalau makan di cafe bakal lama dan gabisa di sambi"


"Yaudah kamu gajadi selesaikan berkasmu? apa gara gara aku disini kamu jadi malas?" tanya Ailsa


"Ya engga dong sayang, aku lagi makan karna makanan didepanku kecuali kamu mau suapin aku"


"gamau ah, makan sendiri aku udah bawain masa suruh nyuapin mana aku disuruh nunggu lagi" goda Ailsa


"Ah iya deh lagian udah mau selesai ini huh" lanjut Azka.


Ailsa menggelengkan kepalanya pelan, ditatapnya sang kekasih yang bekerja tak kenal waktu. Azka yang sangat jarang menghabiskan waktu berdua dengan Ailsa membuat seorang Ailsa kesepian. padahal dulunya setiap hari Azka dan Ailsa bertemu. Tak lama Azka telah menghabiskan makanannya hingga tandas tak tersisa.

__ADS_1


Ailsa tersenyum melihat makanan yang ia bawa sudah dihabiskan oleh sang kekasih.


"Makasih ya Ailsayangku, udah bawain makanan enak buat aku dan maaf juga tadi sewaktu aku masih tugas keluar kamu jadi nunggu aku. Sayang lain kali kalau kamu ingin kemari kabari aku dulu ya atau langsung keatas saja juga boleh, dan tunggu diruanganku jika aku lagi ga disini." Ucap Azka panjang lebar terhadap kekasihnya itu.


"Iya, gapapa kok tadi untungnya kamu udah disini kalau engga aku akan marah hihi" tawa Ailsa.


"Sini peluk dulu dong tes marah nggak"


"Gaboleh peluk peluk jaga jarak sana" tegas Ailsa seraya mengeluarkan lidahnya.


"Ailsaaa kamu menantangku ya" seringai Azka mendekati tempat duduk Ailsa.


"Mau ngapain deket deket aku aduin ke papaku loh" peringat Ailsa sambil melipat tangannya didada.


"Ck kamu nih gaasik yang, tau aja aku paling takut sama papamu" Azka seketika nampak lesu dan mulai duduk normal disamping Ailsa sambil menyenderkan kepalanya disofa. Ailsa tertawa melihat perubahan seketika raut wajah kekasihnya itu,


"Udah tau takut mau macem macem makanya halalin dulu dong bossqiuuu" ucap Ailsa diselingi tawa


"Aku pengen banget nikahin kamu Ail tapi aku masih belum sanggup, Gimanapun aku sudah tidak perjaka lagi. Bahkan lebih parahnya aku begitu candu dengan tubuh sahabatmu yang aku renggut keperawanannya" Batin Azka


"Tunggu aku ya sayang, tunggu sampai aku benar benar sudah memenuhi kewajibanku dan tunggu aku sampai aku siap untuk menghadap kedua orang tuamu" Itulah ucapan Azka yang tersampaikan sungguh dirinya ingin jujur namun ia tidak ingin Ailsa marah dan malah memutuskan hubungannya.


"Iya Presdir Azka, I always stay here. Aku akan menunggu sampai mas Azka siap" ucap Ailsa seraya menampilkan senyumannya.


"Sangat cantik" Azka lalu mendekatkan kepalanya dengan kepala Ailsa


"Azka kamu mau apa?" tanya Ailsa yang sudah panik melihat Azka yang semakin mendekat.


Azka semakin mengikis jarak hingga deru nafasnya dapat Ailsa rasakan, namun seketika tangan Ailsa terangkat dan menampar pipi Azka yang sudah mulai menempelkan hidungnya ke hidung Ailsa.


plak


Pipi Azka terasa berkedut, seketika Azka sadar dan meminta maaf kepada Ailsa. lalu bagaimana reaksi Ailsa saat ini? jangan ditanya lagi Ailsa sudah mulai


Bersambung,


Adeop


...----------------...


Mulai apa ya kira kira? Haha kayaknya aku sakit karna kena karma deh sering gantungin dan bikin para readers kepo 😂


emm yagimana yaa kayaknya seru aja membuat jiwa kekepoan kalian meronta ronta haha

__ADS_1


Gapapa tenang aku udah siap untuk mendengar kecaman kalian boleh deh marahin aku di kolom komentar hihi :"))


jangan lupa kasi vote, hadiah , dan like yaa Aku tunggu 🤗🖤


__ADS_2