Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Curiga


__ADS_3

.....


“huh, selamat” ucap Alexa setelah menutup pintu. Bertepatan saat Azka membuka pintu dengan handuk yang masih melilit menutupi pinggang kebawah. Dengan rambut yang basah dan masih menetes membuat Azka terlihat maskulin.


“Sudah selesai memandangku, apa kamu mau memegangnya?” goda Azka. Seketika Alexa blushing pipinya semerah tomat.


“Apaan sih” ucap Alexa seraya menuju kekamar mandi namun sebelum itu ia mengingatkan sang presdir untuk turun sarapan.


Satu bulan kemudian....


Pekerjaan Azka di Bali rampung lebih cepat diluar target yang sudah ditentukan, Satu bulan berjalan Azka dan Alexa banyak menghabiskan waktu berdua. Baik dikantor maupun dirumah neneknya, Bahkan mereka tiap malam tidur bersama dan sering melakukan penyatuan. Tentu saja hal itu hanya di ketahui oleh beberapa orang saja yaitu Sekertaris Arez tentunya.


menolak? tentu saja namun Alexa sudah terlanjur mati rasa dia sudah siap akan konsekuensi yang ia dapat baik sekarang atau nanti dia yakin bahwa endingnya akan tetap sama. Alexapun tak berdaya semua yang dikeluarkan dari mulut presdir yang sudah berhasil masuk kedalam hatinya terasa seperti sihir yang mampu menghipnotis secara perlahan.


Hari ini adalah hari terakhir mereka di Bali. Setelah berkemas dari rumah neneknya, Azka yang didampingi sekretaris Arez dan Sekretaris Alexa menuju kantor untuk berpamitan.


"Terima kasih sekali Tuan Muda Azka" ucap Miss Anya


"Tentu saya senang sekali mampu menyelesaikan project ini" jawab Azka serya menjabat tangan miss Anya.

__ADS_1


"Sangat luar biasa, kemampuan keluarga dirgantara memang tidak perlu diragukan lagi" ucap miss Anya


"Tidak perlu berlebihan miss Anya, saya senang dapat berkolaborasi dengan perusahaan ini" jawab Azka.


"Dengan pintu terbuka kapanpun Tuan muda mau berkunjung kemari, kami sangat menerima kedatangan tuan muda" ucap Miss Anya seraya meraih tangan Azka.


"Tentu" ucap Azka.


Merekapun kembali dari rumah. Azka mengantar Sekretaris Alexa untuk pulang kerumahnya.


"Lekas Istirahat dan terima kasih atas kerja kerasmu" ucap Azka seraya mencium kening Alexa lembut kala mereka sudah sampai didepan rumah Alexa. Alexapun diam tidak merespons ucapan presdirnya.


Beberapa hari kemudian Alexa merasakan badannya tidak enak, rasanya mual dan kepalanya pusing serasa ingin jatuh. Hari ini tidak banyak yang dilakukan dikantor sebab Azkapun juga sedang tidak enak badan dan meminta untuk pekerjaannya dikurangi. Alexa menarik pintu ruangan sang Presdir kala presdirnya itu memesan untuk dibuatkan kopi.


"Ini kopi anda presdir" ucap Alexa lalu Azka mulai mengambil kopi yang dibawa Sekertaris Alexa. Disana Alexa melihat Azka sedang meminum kopinya. Entah kenapa Alexa ingin terus berlama lama melihat wajah sang presdir. Hingga suara Azka yang menyebalkan keluar dari mulutnya.


"Sudah liatinnya? kamu mau kopinya?" tanya Azka ketika melihat sang sekretaris tidak langsung keluar seperti biasanya dan malah melihatnya ketika meminum kopi.


"Enggak, saya permisi" ucap Alexa seketika. Azka geleng geleng kepala melihat kelakuan sekretaris kesayangannya itu.

__ADS_1


Alexa membuka artikel tentang kehamilan, pasalnya ketika tadi ia sedang di pantry membuatkan kopi untuk presdirnya ia tidak sengaja mendengar staff yang lainnya membicarakan salah satu karyawan mereka yang sedang hamil. Ia mendengarkan banyak sampai kopi sudah siap pun ia masih mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Hal itu yang membuat ia sangat penasaran akhirnya ia membuka situs tentang kehamilan.


Alexa melihat ciri ciri ibu hamil, hampir sama seperti yang ia rasakan. hingga ada salah satu ciri yang menyebutkan bahwa haid terlambat, seketika Alexa terbelalak ia mengingat ingat lagi kapan terakhir kali ia haid. Dan benar saja Alexa sudah terlambat kurang lebih hampir satu bulan. Alexapun was was jangan sampai apa yang ia takutkan benar benar terjadi.


Jam makan siangpun tiba, Alexa meminta izin setengah hari kepada presdirnya akibat kurang enak badan dan hal itu langsung diperbolehkan mengingat Azka juga sedang tidak enak badan. Alexa segera turun dari mobilnya kala sudah sampai di depan apotek. Ia sengaja ingin melakukan test apakah dirinya memang benar sedang hamil.


"Hamil yang keberapa bu?" tanya ibu penjaga toko apotek itu setelah Alexa menyebutkan apa yang ingin Alexa beli.


"Yang pertama bu, rencananya saya mau buat kejutan untuk suami saya kira kira testpack mana yang hasilnya paling akurat ya bu?" Alexa terpaksa bohong, ia tidak ingin ibu ibu tadi curiga kalau Alexa belum menikah.


"Oh yang ini, tapi semua merk juga bagus. kalau ingin hasilnya akurat tesnya pas pagi hari setelah bangun tidur bu" jawab ibu penjaga toko.


"Oh baiklah, saya ambil ini ya bu" Jawab Alexa. Dengan rasa malu Akhirnya Alexa membeli beberapa test pack dengan merek yang berbeda.


sampai didalam mobil wajahnya mulai pias, ia bingung apa yang akan dia lakukan selanjutnya saat plan yang ia susun belum tercapai namun ia takut jika apa yang ia khawatirkan selama ini menjadi kenyataan. Alexa menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Kala ia sudah tenang akhirnya ia melajukan mobilnya. Sesampainya dirumah ia memilih Istirahat karena rasa pusing dikepalanya.


BERSAMBUNG


...----------------...

__ADS_1


Kira kira apakah Alexa benar benar hamil? komen dibawah ya! jangan lupa like komen and Add to Favorite untuk dukung author.


jangan lupa kasih kembang kopi juga yaa


__ADS_2