Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
kantor


__ADS_3

"Ada apa tuan muda Azka kenapa melihat saya seperti itu" tanya Sekertaris Tio dengan wajah yang sedikit dingin


"Tidak, aku aku hanya" ucap Azka terbata


"sebaiknya aku bertanya tidak mungkin kan Sekertaris Tio tau tentang aku dan Alexa?" batin Azka


"Aku hanya terkejut kenapa tidak menemui Sekertaris Alexa, yang aku lihat dia selalu mencontoh dan banyak menirumu dalam bekerja. Yah bisa dibilang Sekertaris Alexa sangat mengagumimu" ucap Azka


"Dia pasti bisa menemukan jalannya sendiri" ucap Sekertaris Tio.


"Apa maksut jawaban Sekertaris Tio" batin Azka


"hei sudahlah sebaiknya kita main bilyard, Sekertaris Tio ini sepertinya tidak merindukan putrinya. Ingat temui putrimu ini perintah dariku" Baron ikut menyela


Mereka bertiga pun menuju ke ruang bilyard.


"Pa apa aku boleh mengajak Ailsakan?" Tanya Azka


"Ajaklah, hei kenapa dia tidak kemari aku sangat merindukan anak itu" ucap Baron


"Dia jarang kemari sekarang karna Azka sibuk, lagian aku sudah tinggal di Apartemen." jawab Azka


"Jangan sampe kelewatan kalau pacaran" ucap Baron


"Iya"


"maaf pa, aku bahkan sudah melewati batasanku" batin Azka.


...----------------...


Pagi hari menyapa, Azka mulai bersiap menuju kantor setelah semalam menghabiskan waktu dengan videocall Aisa.



Seperti biasa Azka yang baru turun dari mobil menjadi pusat perhatian dikantor. Banyak karyawati yang mengidam idamkan sang presdir, selain pengusaha muda nan sukses Azka dikenal ketampanannya.


Pagi itu Alexa yang sedikit berangkat terlambat berpapasan dengan bosnya itu didepan lobby. Dengan terpaksa Alexa menyambut kedatangan sang presdir lelaki yang paling ia benci sekaligus lelaki yang sudah mulai masuk kedalam hatinya.


Alexa ikut membungkuk seperti para satpam yang sedang berada di pintu lobby seraya mengucapkan selamat Pagi. Azka yang melihat Alexa terlihat cantik seperti biasa membuatnya ikut tersenyum padahal Azka tipe yang cuek dan dingin. Azka berlalu masuk menaiki lift diikuti Sekertaris Alexa.

__ADS_1


"Buatkan aku kopi dan antarkan keruanganku" pinta Azka kepada Alexa yang sibuk dengan tablet ditangannya.


"Baik presdir" jawab Alexa seraya tersenyum terpaksa.


Sesaat sampai di lantai paling atas, Alexa bergegas menyiapkan kopi pesanan sang presdir.


"ini presdir kopi pesanan anda" ucap Alexa yang buru buru berlalu dari hadapan sang presdir.


"Tunggu" tangan Azka sudah memegang tangan Alexa.


"Presdir tolong lepaskan sekarang juga" pinta Alexa


"Aku hanya ingin memberitahumu, aku akan ditugaskan ke kantor sahabat ayahku selama sebulan. berkemaslah dan ikut aku ke Bali." ucap Azka


Alexa menarik tangannya dan menampilkan senyum seraya mengucapkan "Baik presdir" Ia segera berbalik badan dan bergegas keluar dari ruang kerja sang presdir.


Alexa menyenderkan badannya di pintu. "Huft ck" Alexa menarik nafas dalam dalam. Entah Alexa harus senang atau sedih disisi lain ia akan pergi selama satu bulan dengan bosnya disisi lain ia sangat membenci lelaki tersebut. Tiba tiba pintu ruangan Azka terbuka, ia terkejut dan limbung kebelakang.


Azka dengan sigap menangkap tubuh Alexa, keduanya saling pandang sesaat kemudian Alexa sadar dan langsung berdiri dengan tegak.


"Terima kasih presdir" ucap Alexa


"Kenapa kau menyender dipintu bodoh, kalau aku tidak menangkapmu tadi kau akan terjatuh" ucap Azka seraya menyentil jidat Alexa.


"haha maaf maaf" ucap Azka seraya ikut mengusap jidat Alexa. mereka saling pandang, namun Alexa yang tersadar segera menjauh.


"Ya presdir ada apa, apa butuh bantuan?" tanya Alexa dengan formal.


"Ya aku lupa mengabari Sekertaris Arez untuk ikut ke Bali juga" jawab Azka


"Baik nanti saya sampaikan kepada Sekertaris Arez. permisi" ucap Alexa yang segera berlalu


Malam hari Alexa pulang kerumah, kakinya lecet akibat terlalu lama mengenakan high heels jadi dia memilih untuk tidak memakai alas kaki. Alexa berhenti di sofa kala memasuki rumah rasa nyeri akibat luka lecet dibagian kakinya membuat ia harus memijatnya.


"baru pulang?" tanya Sekertaris Tio.


"hah iya ayah" Alexa langsung berdiri saat ia terkejut melihat ayahnya berada di rumah, Ia tersenyum kearah ayahnya itu. Jujur Alexa menahan rindu dengan seorang lelaki yang kini berada dihadapannya ingin ia peluk tapi sifat dan sikap Sekertaris Tio yang begitu dingin ia mengurungkan niatnya.


"Istirahat dan tidur kau harus kembali bekerja paginya" perintah Sekertaris Tio.

__ADS_1


"Iya ayah" ucap Alexa yang sedikit kecewa dengan sikap ayahnya.


"kukira ayah akan sedikit perhatian padaku, aku rasa aku tidak akan pernah bisa seperti ayah. aku sudah kehilangan kehormatanku, aku sudah kehilangan angan dan harapanku, yang tersisa hanya keberuntungan supaya ayah masih mengakuiku sebagai anak" batin Alexa tersenyum kecut meratapi nasibnya. Alexa mengambil tas dan berkas yang tadi ia bawa dan berlalu sambil menenteng sepatu heels nya.


Sekertaris Tio melirik sekilas dan berkata "Kerja kantor gunakan sepatu yang nyaman jangan tinggi tinggi kau disana bekerja bukan untuk jadi seorang wanita penggoda"


jleb, batin Alexa sungguh sakit mendengar penuturan sang ayah. Sungguh tidak bisa dibayangkan ayahmya saja belum tahu apa yang terjadi padanya namun sudah berkata demikian apalagi sudah tahu yang sebenarnya.


"Iya ayah" ucap Alexa sebelum meninggalkan ayahnya.


tok tok tok


"ya masuk" ucap Alexa dari dalam


"Non, apakah non Alexa sudah makan?" tanya maid yang setia menemaninya.


"belum, aku tidak berencana untuk makan jadi tidak usah disiapkan" ucap Alexa


"Loh kaki non Alexa kenapa?" tanya maos


"gapapa bi lecet sedikit" elak Alexa.


"Non Alexa sini biar saya pijit biar tidak sakit"


"gausah bi, bibi istirahat saja ini sudah malam" ucap Alexa ramah.


"Tidak apa apa non"


"gausah bi Alexa juga udah mau tidur kok" ucap Alexa


"Yaudah nanti kalau sakit bilang ya non"


"Iya bi makasih" ucap Alexa


...----------------...


bersambung


AdeopšŸ–¤

__ADS_1


hallo add favorite biar gaketinggalan pas aku up yaah


like komen juga dong


__ADS_2