Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Terungkap


__ADS_3

Pagi harinya Alexa mulai mual mual, hal itu membuatnya lemas setiap kali ia mau makan, makanannya akan keluar lagi. Hari ini ia pergi kekantor membawa kotak berisi hasil USG dan testpack yang ia sembunyikan di tasnya. Alexa berniat ingin memberitahukan kehamilannya pada sang presdir. Biar bagaimanapun menyembunyikan apa yang tidak perlu disembunyikan adalah suatu kesalahan. Azka adalah ayah kandung dari anak yang ia kandung saat ini sudah merupakan hak Azka untuk mengetahui keberadaannya.


Alexa tahu pasti Azka tidak akan menerima anak itu tapi ia hanya akan memberitahukan saja hasilnya ia tidak perduli lagi. Alexa sudah punya planning ia juga membawa surat pengunduran dirinya.


tok tok


"Masuk, suara maskulin yang membuatku terpana"


"Sekertaris Alexa kamu kemana saja, kamu sudah sehat?" tanyanya langsung memelukku.


"Saya baik baik saja, ada sesuatu hal yang harus saya katakan"


"Apa?" ucap Azka seraya mendekatkan bibirnya. Belum sempat Alexa membuka mulutnya untuk menjawab, Azka sudah dulu ******* bibirnya. Ciuman yang begitu lama membuat nafas keduanya tersengal sengal.


Azka menyatukan keningnya dengan Alexa seraya mengusap bibir Alexa yang basah akibat ulahnya dengan jempolnya.


"Presdir" Ucap Alexa seraya mendorong dada Azka pelan dan tak lama ia merogoh tasnya dan mengeluarkan kotak itu.


Azka terheran apa isinya kenapa wajah Alexa serius sekali. Azka  membuka kotak tersebut rasa bingung muncul. Ia memegang hasil testpack yang menampilkan dua garis biru. Alexa masih diam, Azka mulai bertanya tanya "Ini punya siapa Sekertaris Alexa?" Alexa masih diam hingga keduanya hening akhirnya Alexa bersuara.


"aku hamil"


deg

__ADS_1


"Apa Alexa hamil?"


"gak gak mungkin kan ini hasil percintaanku dengannya?" tanya Azka dalam hati.


Melihat keterdiaman sang Presdir Alexa bersuara lagi


"Usianya satu bulan, kalau dihitung hitung tepat saat kita melakukannya di Bali. Waktu itu presdir sama sekali tidak memakai pengaman dan waktu itu waktu aku masa subur" ucap Alexa bergetar.


"Bagaimana mungkin?" tanya Azka


"Kita bahkan melakukannya tidak hanya sekali tapi berkali kali, kamu juga yang mengeluarkannya didalam. Aku sudah memperingatkanmu sebelumnya untuk tidak melakukan kesalahan ini" ucap Alexa meninggi dan terisak dalam tangisnya.


Pikiran Azka berkecamuk, Ia sangat frustasi dan bingung apa yang akan ia lakukan. Azka akhirnya mengeluarkan suaranya.


"Kita gugurkan saja anak ini, hal itu supaya semua orang tidak tahu tentang ini" ucap Azka seraya memegang kedua tangan Alexa.


"Cukup, Aku tidak mau menggugurkan anak yang tidak berdosa ini. Aku sudah cukup berdosa melakukannya dengan bosku berkali kali, aku sudah cukup berdosa dengan Sahabatku yang sudah aku bohongi dan aku sudah berdosa sudah mengecewakan ayahku. Aku tidak mau menambah dosa hanya demi mengubur dosa lainnya" teriak Alexa histeris.


deggg


ucapan Alexa berhasil membuat hati Azka tertampar


"Dari awal aku sudah menghentikanmu, aku sudah memaksamu untuk berhenti melakukannya tapi kamu tetap mementingkan hawa na**mu saja. Presdir tidak perlu bertanggung jawab atasku bahkan kalau presdir tidak menganggap anak ini ada biarkan aku yang akan membesarkannya semampuku, Aku hanya ingin memberitahumu kalau aku tengah mengandung anakmu. Aku sudah selesai. permisi" ucap Alexa seraya meninggalkan surat pengunduran dirinya didada Azka yang saat ini hanya terdiam.

__ADS_1


Alexa berbalik dan tepat didepan Alexa saat ini ada sahabatnya Ailsa yang sudah mengeluarkan air mata.


"Hah Ailsa, apa yang" ucapan Alexa belum selesai namun sudah dipotong oleh Ailsa.


"Aku dengar semuanya, Aku dengar. kenapa kalian lakukan ini dibelakangku? Apa salahku sampai kalian menyakitiku sampai seperti ini?" ucap Ailsa


mendengar ada suara Ailsa, Azka menoleh kesamping betapa terkejutnya kala melihat sang kekasih berderai air mata melihatnya. Azka pun langsung mendekat.


"Stop disana" ucap Ailsa yang saat ini sudah dalam mode sangat kecewa.


"Kalian berdua melakukannya dibelakangku? hah hahahah betapa bodohnya aku diperdaya oleh kedua sahabatku oh mungkin tidak lebih tepatnya kedua penghianat" ucap Ailsa ketawa merutuki kebodohannya seraya mengusap air mata yang terus menerus mengalir.


"Good job, kalian berdua berhasil." ucap Ailsa berbalik.


"Ailsa aku bisa jelaskan ini" ucap Alexa yang sudah berderai air mata memegang kedua tangan Ailsa


"Kamu, aku tidak ingin menyakiti hatimu dengan kata kataku. tapi aku masih tidak menyangka kamu yang sudah aku anggap saudara sendiri tega melakukan ini dengan kekasihku dibelakangku?" ucap Ailsa lemah.


"No Ailsa aku bisa jelaskan maafkan aku" ucap Alexa


perlahan tangan Alexa dilepas oleh Ailsa dan dengan segera Ailsa pergi. Alexa mendekati Azka yang masih terdiam seribu bahasa entah apa yang ada dibenaknya. Ia tidak bergerak menjelaskan atau bahkan mengejar Ailsa untuk mendapat ampunan.


Dengan geram Alexa menampar pipi Azka dengan keras hingga menimbulkan bekas merah di pipinya yang putih. "Lihat sekarang apa kau sudah melihat apa yang telah kau lakukan, kenapa kau diam saja. kau akan kehilangan kekasihmu jelaskan padanya kenapa kau malah diam saja hah" bentak Alexa seraya mencengkeram kerah kemeja Azka

__ADS_1


...----------------...


sesuai permintaan udah kebongkar nih kebusukan demi kebusukan, gimana nih suka ga? komen dibawah dong like juga yaa


__ADS_2