Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Hidup Alexa


__ADS_3

"Hehe baiklah tentu aku akan sangat merepotkanmu. Oh iya jangan panggil aku Sekertaris Alexa lagi, aku sudah bukan seorang sekretaris sekarang." ucap Alexa seraya mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah, Alexa" ucap Sekertaris Arez


"Nah begitu lebih baik, Oh iya ngomong ngomong apa alasanmu mau membantuku jangan bilang kamu mencintaiku?" tanya Alexa.


"Noo, jangan kepedean aku bahkan sudah punya orang yang saya suka dan itu bukan kamu. Kamu tenang saja aku menganggapku sebagai adikku.n A Akan aku ceritakan satu hal tentang masa lalu" ucap Sekertaris Arez lembut.


"Apa?" tanya Alexa


"Jadi mamamu dan mamaku adalah sahabat, bahkan dulu waktu mamamu hamil dia sering bertemu mamaku kala itu umurku 4 tahun. Mamaku sering cerita tentang kebaikan kebaikan yang sudah mamamu berikan. Mamamu benar benar cantik dan baik entah kenapa aura positif sepertinya menurun padamu." ucap Sekertaris Arez menjeda ucapannya seraya meminum kopinya.


"sayang sekali aku tidak pernah melihat mamaku" ucap Alexa tersenyum.

__ADS_1


"em maaf aku tidak akan melanjutkan cerita jika itu membuatmu tambah bersedih" ucap Sekertaris Arez merasa tidak enak.


"Tidak tidak lanjutkan kumohon" ucap Alexa seraya memegangi tangan Sekertaris Arez.


"Baiklah, mamamu dan mamaku sangat dekat hingga mamamu pernah bicara padaku jika anak yang sedang ia kandung nantinya akan menjadi adikku, aku berjanji pada mamamu untuk selalu menjaga adik kecil yang dulu masih dalam kandungan. Aku bahkan sering mengelus perut mamamu" ucap Sekertaris Arez yang ditanggapi senyuman Alexa.


"Saat mamaku diberi kabar jika mamamu akan melahirkan kami segera bergegas kerumah sakit ditemani papaku. Waktu itu ketika kami sampai mamamu masih pembukaan 2 padahal sudah lama sekali mamamu masuk rumah sakit. Mamamu meminta pada mamaku untuk apapun yang terjadi agar aku beserta keluargaku untuk menjagamu dan papamu, saat itu ucapan mamamu benar benar seperti orang yang akan berpamitan namun mamaku mengatakan bahwa mamamu harus berfikir positif kala akan melahirkan."


"Aku bahkan sempat mengelus perut mamamu sebelum menuju ruang bersalin dan dinyatakan tiada, saat itu Om prastio sangat terpukul dia menggendongmu seraya menangis tersedu sedu." ucap Sekertaris Arez


"Aku rasa Om prastio tidak seperti itu, mana mungkin kelahiran putri darah dagingnya sendiri ia benci hanya karena istrinya meninggal saat melahirkanmu"


"Kau tahu bahkan aku tidak pernah merayakan hari ulang tahunku bersama ayah karena tepat hari kelahiranku mamaku tiada. Oleh karena itu tepat dihari ilang tahunku aku selalu berada di kamar dan mengunci diri seharian untuk merenung dan menangis, bukan karena tidak ada yang merayakannya tapi karena saat itulah aku kehilangan mama. Aku merasa sangat bersalah hingga saat ulang tahun adalah saat yang paling aku benci" ucap Alexa yang mulai menitikkan air mata.

__ADS_1


"Ee maaf jika ceritaku tambah membuatmu sedih, kamu sudah seperti adik untukku bukan karena janjiku pada mamamu tapi mengingat dulu aku sering mengusap perut mamamu kamu jadi kamu sudah kuanggap adik kecilku jangan pernah menangis lagi ya." ucap Sekertaris Arez seraya mengusap kepala Alexa.


"Terima kasih" ucap Alexa seraya memeluk Sekertaris Arez.


"Apa kamu yakin akan pergi?" ucap Sekertaris Arez yang dijawab anggukan oleh Alexa.


"baiklah, biarkan aku mengantarmu sebagai seorang kakak yang menjaga adiknya." ucap Sekertaris Arez


"Jangan nanti presdir akan tahu kalau kamu ikut denganku" Alexa mulai murung kembali.


"Tenanglah semua akan baik baik saja aku janji padamu, cukup selama ini aku menjagamu dari kejauhan aku akan menemanimu mulai sekarang. jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan padaku" ucap Sekertaris Arez.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupaa! like komennya


Hadiah juga jangan lupa


__ADS_2