Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
kenyataan 2


__ADS_3

Disaat pintu sudah terbuka, Tubuh Alexa sudah tergeletak dilantai. seketika Sekertaris Tio berteriak "Bi, bibi tolong panggilkan dokter kemari" ucap Sekertaris Tio mulai panik. Tak lama dokterpun mulai memeriksa keadaan Alexa.


"Bagaimana Dokter?" tanya Sekertaris Tio kepada Dokter wanita itu.


"Nona Alexa kecapean dan terlalu banyak fikiran jadi kondisi janinnya lemah. Hal ini bisa membahayakan ibu dan janinnya. Saya buatkan resep untuk vitamin penguat kandungan. Mohon untuk dijaga kondisi emosionalnya supaya tidak mempengaruhi kondisi janinnya tuan"


deggg


"Janin?" tanya Sekertaris Tio


"Iya tuan, usianya masih satu bulan hal ini sangat rawan karena kandungannya masih sangat lemah" ucap Dokter itu


"Apa??" suatu kenyataan yang membuat Sekertaris Tio bagai disambar petir.


"Ee kalau begitu saya permisi tuan" ucap sang dokter yang ketakutan melihat tatapan tajam dan hawa mengerikan disekitarnya.


Sekertaris Tio mengepalkan tangannya. Ia memandangi putrinya dengan tatapan kecewa ingin sekali ia mengamuk tapi melihat Putrinya yang belum sadar dengan kondisi pucat membuatnya enggan berdiam disana. Akhirnya Sekertaris Tio berbalik dan meninggalkan kamar sang putri.


“Yatuhan apa yang terjadi sebenarnya, tuan Prastio sepertinya sangat mengamuk” ucap maid yang ketakutan akibat mendengar suara seperti amukan sang tuan. Tak lama sekretaris Tio keluar dengan darah bercucuran ditangannya. Sang maid semakin ketakutan, tak lama Sekretaris Tio berbicara


“aku ada urusan, jaga orang itu sampai aku kembali.” Taklama Sekretaris Tio meninggalkan rumah.


Setelah lama memikirkan kesalahannya, kini Azka tersadar ia telah menyakiti banyak pihak, saat ini Azka memilih pulang kerumah besar dia masih terpuruk mungkin ia akan jujur kepada sang ibu tercinta. Ia akan menceritakan segalanya secara jujur karena saat ini ia seperti kehilangan arah. Disisi lain ia sedih karena ia dibenci Alexa disisi lain ia juga kehilangan Ailsa. Ailsa sangat membenci Azka dimana ia tadi sempat kerumah Ailsa sebelum pulang namun ia malah di usir oleh ayah Hernandez ayah Ailsa.

__ADS_1


FLASHBACK


Azka memarkirkan mobilnya kala sudah sampai dikediaman Hernandez, ia menghembuskan nafas dalam. Azka akan meminta maaf atas kelakuannya dan jujur segalanya kepada Ailsa. Ia yakin jika apa yang sudah ia lakukan begitu menyakiti Ailsa Oleh sebab itu ia akan jujur atas apa yang sudah terjadi. Ia memang sadar jika ia harus kehilangan Ailsa, ia sudah melakukannya dengan Alexa tandanya ia sudah siap kehilangan Ailsa. Azka akan meminta maaf dan membebaskan Ailsa agar Ailsa bisa mendapatkan laki laki yang lebih baik darinya. Azka mengetuk pintu rumah Ailsa, kemudian keluarlah Gilang Hernandez ayah Ailsa dengan tatapan tajam nan membunuh.


“Mau apa kamu kemari?” tanya sinis Gilang Hernandez


“Saya ingin bertemu dengan Ailsa om”


“Masih mimpi mau bertemu putriku setelah kamu hancurkan perasaan tulus dan rasa cintanya yang dalam hah?” bentak ayah Ailsa


“Maafkan saya, saya ingin menjelaskan segalanya kepada Ailsa”


“Tidak kuizinkan lebih baik pergi dari sini dan jangan pernah temui putriku lagi” sarkas Ayah Ailsa, ia begitu menyayangi putrinya itu ia tidak pernah mengira bahwa sahabatnya mampu menyakiti perasaan putri kecinya yang selalu ceria. Ailsa memang mengatakan segalanya kala ia tiba dirumah karena enggan menemui Azka lagi. Airin lavelio sang ibu pun sampai pingsan akibat mendengar kenyataan pahit yang dialami sang putri.


“Pergilah, om masih berbaik hati hanya mengusirmu. Jangan pernah temui Ailsa lagi mulai sekarang!” perintah tegas dari Ayah Ailsa.


Mendapat perlakuan seperti itu Azka mengurungkan niatnya untuk menemui Ailsa. Ia yakin pasti Ailsa juga butuh waktu untuk menerima semua ini. Percuma ia menjelaskan jika Ailsa sendiri sedang tidak siap untuk mendengarkan. Azka memilih pulang, namun diperjalanan sang ayah memanggil dan ternyata ayahnya pulang. Azka mulai mengambil keputusan ia akan segera mengatakan sejujurnya ia sudah tidak ingin lagi menyembunyikan kelakuan bejatnya selama ini.


“Tuan muda”


Saat sampai di rumah tepatnya di lantai satu langkah Azka diberhentikan oleh suara sekretaris papanya yaitu sekretaris Tio. Melihatnya pun nyali Azka langsung menciut, bagaimana ia bisa berkata jujur apa yang telah ia lakukan kepada putri sekretaris kepercayaan papanya itu. Sekretaris Tio mensejajarkan langkahnya hingga berhenti didepan sang Azka.


“A- ada apa Sekretaris Tio” ucap Azka gugup ketika sekretaris Tio sudah didepannya. Ia melihat tatapan tajam sang sekretaris papa.

__ADS_1


“Saya ingin menanyakan apakah anda tahu kalau sekretaris anda saat ini tengah hamil?” tanya sekretaris tio to the point.


“saya- saya tahu” ucap Azka gugup tanpa ada yang ia tutup tutupi.


“apakah anda tahu siapa orang yang sudah menghamilinya?” tanya Sekretaris Tio tegas. Azka diam, ia benar benar tidak berani mengatakan yang sejujurnya melihat sang Sekretaris papanya sudah dalam mode menyeramkan. Namun ketika hendak menjawab ia dihentikan oleh suara papanya.


“Azka Tio ada apa?” tanya Baron kepada mereka berdua.


“Maaf tuan Baron saya harus menanyakan kepada tuan muda Azka”


“saya tanya sekali lagi apakah anda tahu siapa ayah bayinya?” ucap Sekretaris Tio yang ingin segera mengetahui kebenarannya.


“ayah bayi? Ayah bayi siapa sekretaris Tio?” tanya Baron yang makin tidak mengerti apa yang mereka  berdua biarakan.


“Tolong jawab tuan muda” ucap Sekretaris Tio tegas.


“saya- saya minta maaf saya yang melakukan itu pada sekreatris Alexa maafkan saya,itu anak saya” ucap Azka cepat dengan penuh keberanian.


Deggg


...----------------...


hayoo jgn lupa like nya xixi

__ADS_1


__ADS_2