
Alexa Pov
Hari ini aku benar benar lelah harus menemani presdir mesum menyelasaikan pekerjaan dalam waktu dekat sebelum kami pergi ke Bali. Hmm ngomong ngomong soal Bali aku benar benar tertarik untuk kesana, Meskipun aku harus pergi dengan bos yang kubenci sekaligus kucintai itu tapi aku akan bekerja dalam suasana yang baru. Aku berharap bisa sedikit melupakan kesedihanku, bukan berarti aku tidak pernah keluar rumah tapi semenjak menjadi sekertaris aku hanya punya waktu libur weekend dan kadang aku hanya menghabiskan waktu dirumah sepanjang hari. Jika ingin berlibur keluar kotapun hanya akan membuatku capek karna hanya waktu 2 hari saja.
Hari ini aku mengemasi barang barang yang akan kubawa ke Bali, Presdir tidak memberi tahuku akan tinggal dimana dan hanya berpesan agar bertemu dibandara 1 jam sebelum jadwal penerbangan. Setelah kurasa cukup apa yang aku butuhkan kurang lebih satu bulan disana akupun mengecek ponsel seperti biasa. aku menjelajah insta milikku, akupun melihat story yang dibuat presdir.
degg
jantungku terasa terpompa dengan cepat, Presdir terlihat begitu tampan dengan perut sispeknya. Seketika terbayang adegan ketika dia menggagahiku, Ia terlihat sempurna dan perkasa. Miliknya yang besar dan sedikit berurat terasa sangat sakit ketika memasukiku.
"Aarghhh astaga Alexaaaa apa yang kamu pikirkan tadi, jorok bangeet" aku memukul kepalaku agar melupakan bayangan bayangan Presdir Azka. Akupun berusaha untuk tidur.
Pagi hari menyapa, ini adalah hari dimana aku akan berangkat ke Bali, sedikit malas tapi aku cukup senang. Berhubung penerbangan kami malam dan presdir sudah menghubungi tidak usah pergi kekantor jadi hari ini aku akan menghabisakan waktu untuk bermanja manja dirumah seharian.
Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari seperti biasa aku bersiap siap terlebih dahulu, semalam presdir hanya berpesan untuk bertemu di bandara jadi aku memutuskan naik taksi saja ke bandara. Aku menunggu di dekat pintu karna aku yakin presdir akan terlambat.
"Sekertaris Alexa" seseorang memanggilku yang aku yakini bahwa itu adalah presdir, aku sungguh hafal dengan suaranya. Akupun menoleh kearahnya
Presdir terlihat begitu tampan, dia tidak berhenti memandangku dan perlahan mendekat. Dia tersenyum kearahku sungguh tampan, akupun membalas senyumannya.
"Sudah lama?" tanyanya
"tidak, saya baru sampai" ucapku gugup melihatnya yang sangat tampan dengan outfit sedikit santai. Hingga ada suara yang memanggilnya.
"Sayang, nih udah aku isi" Ucap seorang gadis yang aku tahu dia adalah Ailsa sahabatku yang diikuti seorang gadis cantik adik presdir yaitu Emilie.
"Makasih sayang" jawab presdir kepada Ailsa
__ADS_1
Aku tersenyum kala Ailsa menyapa dan memelukku.
"Seneng banget Akhirnya habis ini kita liburan bareng, secara lo kan semenjak jadi sekertaris makhluk satu itu kita jadi jarang hangout" ucap Ailsa yang kujawabi anggukan, Akhirnya ada Ailsa jadi aku gausah takut berduaan sama presdir.
"Kak Alexa apa kabar?" tanya adik presdir yang berjalan mendekatiku seraya bersalaman
"Baik dong" kataku.
"hehe maaf aku ikut tapi cuman 3 hari aja kok, habis itu aku pulang gaakan ganggu pekerjaan abang sama kak Alexa" ucapnya lagi
"Tidak apa" Adik presdir sangat sopan dan manis wajahnya yang imut membuat cocok karena dirinya yang terkesan manja.
"Kita makan dulu, Sekertaris Arez sudah ada di restoran itu" Ajak Presdir kepada kami yang asik mengobrol. Presdir Azka meraih dan menggenggam tangan Ailsa melangkah menuju restoran yang dimaksud, aku berjalan dengan adik presdir kamipun mengikutinya. Kami duduk disalah satu bangku yang sedikit dipojok dengan posisi Ailsa disamping kiri Presdir dan aku berhadapan langsung dengan presdir Azka. Sekertaris Arez berada disebelah kananku dan Emilie yang duduk di sebelah kiriku dan sebelah kanan tempat duduk Presdir Azka.
"Pesanlah sesuka kalian" tawar presdir.
Kamipun memesan setelah semua selesai ada adegan yang membuatku sedikit sakit hati melihatnya , disana Presdir dan Ailsa yang makan dengan suap suapan.
"Alexa, apa yang kamu fikirkan mereka adalah pasangan kekasih. Alexa gaboleh cemburu kamu hanya pemuas n**** presdir saja" akupun dengan segera menghabiskan makananku.
"Ail, kita tukar tempat duduk yuk. Sepertinya Presdir salah memberikan tiket" ajakku karna merasa tidak enak dengan Ailsa selaku kekasih resmi Presdir.
"Hm dasar cuman tempat duduk aja" ucapnya
"Maaf aku salah kasih tiket" ucap presdir Azka kepada Ailsa yang masih kudengar. Aku cukup tau diri, aku tidak berhak berada disisi presdir sampai kapanpun. "Let's enjoy the trip Ale" ucapku dalam hati untuk menyemangati diriku sendiri.
Aku duduk bersama adik presdir yang bernama Emilie, dia mengajakku berfoto selfie ketika dipesawat dan menandaiku di akun sosmednya. Dia sangat humble padahal kami baru beberapa kali bertemu
Sebentar lagi kita akan mendarat, kulihat Emilie masih tertidur dengan pulas. Aku membangunkannya ketika pesawat sudah berhenti
"Emilie kita sudah sampai" ucapku, dia membuka mata dia terlihat persis seperti presdir saat bangun tidur. Kamipun berjalan menuju mobil yang sudah disediakan Sekertaris Arez. Kami menuju hotel tempat kami menginap, kami tidak langsung kevilla yang akan kami tinggali selama satu bulan disini.
Presdir membagikan kartu akses kamar hotel, masing masing dari kami mendapatkan 1 kamar.
"Ini kartu akses kamar kalian, masing masing satu" ucap presdir
__ADS_1
"Sayang kenapa 1 orang 1 sih, aku kan bisa sekamar dengan Alexa dan Emilie" tanya Ailsa yang kubenarkan kalau hanya beberapa hari saja kenapa harus masing masing dapat satu.
"Tidak apa, aku masih mampu membayar kamar untuk kalian jadi enjoy! Sudahlah kalian sebaiknya segera istirahat besok kita akan jalan jalan sebelum aku kembali bekerja." ucap presdir dan kamipun pergi kekamar masing masing.
Akupun pergi kekamar karna sudah larut juga, karena badanku sudah lengket akupun menanggalkan pakaianku dan bergegas kekamar mandi. Berendam didalam bathup dan menikmati alunan musik yang menyenangkan membuatku nyaman. Aku membilas tubuhku dan melilitkan handuk putih yang disediakan. Aku membuka pintu dan betapa terkejutnya aku kala melihat presdir Azka yang sudah tiduran di ranjangku.
"Apa yang presdir lakukan disini? inikan kamarku" tanyaku dengan takut pasalnya aku belum mengenakan apapun ditubuhku hanya handuk yang melilit bahkan tidak menutupi seluruh tubuhku.
"Ini kamarku juga, kamar hotelnya sudah penuh" jawabnya dengan enteng dia hanya mengenakan kaos hitam dan celana pendek berjalan mendekatiku.
akupun mundur, "pres- dir apa yang kamu lakukan berhenti disana" ucapku ketakutan. Aku melangkah kebelakang hingga sudah terbentur tembok, dia semakin mendekatiku. wajahnya sudah menatapku dan binirmya hampir mengenai bibirku namun aku memalingkan wajahku.
Dia menggigit leherku kurasa berbekas, aku mendorong tubuhnya namun tangannya menahan tanganku. "Sekertaris Alexa aku mohon kali ini ayo kita lakukan dengan kesenangan, aku tidak ingin memaksamu tapi aku benar benar tidak bisa menahannya" ucapnya seraya mengusap wajahku.
Dia membuka bajunya dan terlihat bentuk tubuh atletisnya yang membuatku khilaf, tapi aku masih sadar diri "Aku tidak mau, sadarlah presdir apa yang kita lakukan itu salah aku mohon jangan ubah kesalahan yang sudah berlalu dengan kesalahan yang baru" ucapku dengan tegas.
"Apa yang menjadi kesalahan? kita melakukannya karna kita menikmatinyakan?" jawab presdir. seraya memajukan tubuhnya dan menciumi leherku.
"Presdir jangan gila, ingatlah Ailsa apa yang kita lakukan menghianati Ailsa. Aku mohon jangan lakukan ini" ucapku seraya menangis.
Ia mengusap Air mataku "Kau tahu jujur saja saat ini aku benar benar berada diantara kebingungan, aku tidak tahu apa yang ada di otak dan perasaanku. Aku mohon aku akan melakukannya pelan pelan" Dia memajukan wajahnya dan mel**** bibirku demgan ganas. Entah mengapa aku tersulut gai*** dia melepaskan handuk yang melilit tubuhku dan mendorongku keranjang. Dia meraih nakas dan memasang alat kontrasepsi lalu memakainya
tanpa aba aba dia langsung memasukiku, aku tidak bisa berbohong rasanya sungguh nikmat meskipun sedikit sakit karna tidak pemanasan. Dia terus berpacu, dan kacaunya mulutku tidak bisa dikontrol aku tidak berhenti mendes**
"Akh"
"Call my name babe" erang Presdir Azka
rasanya sungguh gila, aku tidak berhenti mengeluarkan suara suara aneh menahan gejolak dalam diriku. Malam ini dia terlihat sangat tampan meskipun rasanya tidak seenak biasanya tapi dia benar benar mengeluarkan kata kata sayang padaku
...----------------...
Kasih like komennya dong, oh iya add ke favorite ya biar gak ketinggalan pas aku upload 😊❤
tenang yaaa bentar lagi bakal ketahuan kok
__ADS_1