
Setelah terjadi cekcok yang sangat panjang didalam kamar, Stella berusaha membersihkan seluruh kekacauan yang sudah suaminya lakukan. Rupanya Bayu masih punya belas kasihan pada putrinya karena ia mau pertengkaran yang mereka lakukan tidak dilihat putrinya,
Stela mengusap sudut bibirnya yang berdarah, ya Bayu memukulinya dengan begitu tega Stela yang berusaha tetap menyembunyikan lukanya mulai menutupi bekas lukanya dengan foundation agar putrinya tidak curiga.
Hati Stela hancur, ia tidak berani memberi tahu siapapun tentang sikap Bayu. Keluarga? Keluarga Hernandez sudah memperingatkan Stela jauh sebelum mereka menikah, keluarga Hernandez begitu rukun hingga tidak ingin salah satu bagian dari keluarganya hancur tetapi stela yg terlanjur cinta mati dengan Bayu tak menghiraukan keluarganya, alhasil mereka hanya menghormati setiap keputusan Stela.
Ailsa yang kala itu masih berusia 3 tahun masih membutuhkan sosok orang tua yang lengkap, Stela tidak bisa memutuskan untuk berpisah ia fikir tidak baik untuk psikis Ailsa yang kala itu masih kecil. Stela tidak ingin Ailsa tumbuh dari keluarga yang broken home.
Perlakuan Bayu kian hari kian menjadi jadi, setiap hari bahkan stela selalu terkena pukulannya, Bayu bahkan sudah mulai berani membawa pulang selingkuhannya.
"Stela, bawakan minum untuk tamuku" ucap Bayu seraya melingkarkan tangannya kepinggang perempuan itu, Setelah itu Stela membawakan minuman dan beberapa camilan untuk tamu, hatinya berhenti mendadak ketika melihat tamu yang dimaksud ternyata selingkuhan suaminya. Hati stela terasa teriris, ia hanya mampu menahan tangisnya diam diam.
Tak lama Stelapun beranjak karena tidak kuat melihat pemandangan didepannya dimana suaminya begitu mesra dengan wanita lain. Stela menutup kamarnya ia menangis tersedu sedu, mencoba tetap kuat dan bertahan demi putri kecilnya. Ailsa yang kala itu terbangun mencari mamanya,
"mama kenapa angis?" ucap Ailsa kecil
"Sayang mama cuman kelilipan nih" ucap Stela yang terpaksa harus membohongi putrinya.
"Mama senyum" ucap Ailsa seraya menarik kedua sudut bibir Stela untuk membentuk sebuah senyuman.
Tepat satu tahun ketika Ailsa kecil berusia 4 tahun, Bayu kian hari kian terang terangan, bahkan kini ia membawa selingkuhan beserta anaknya tinggal bersama dengannya.
"Stela, mulai hari ini Marisa akan tinggal disini. Dia sedang hamil anakku dan minggu depan kita akan menikah jadi bereskan barang barangmu dan pindahlah dari kamar." ucap Bayu
Bak tersambar petir, hati Stela seperti disayat sayat. Bagaimana bisa suaminya berhubungan dengan orang lain hingga ia hamil dan kini ia harus merelakan tempatnya untuk Marisa, tidak hanya itu mungkin ia juga akan kehilangan semuanya dari Bayu baik kasih sayang, uang bulanan, hingga ia harus rela bahwa dirinya dimadu. Stela meneteskan air matanya seraya masih menatap Bayu,
“Setega itu kamu sama aku mas? Aku relakan segalanya bahkan aku berikan jabatanku dikantor untukmu tapi inikah yang kamu berikan padaku mas?” Ucap Stela seraya tak mampu menahan rasa sakit yang berhenti di tenggorokan.
“Iya, kenapa ga terima?” Bentak Bayu
”Demi Ailsa, aku rela dimadu aku akan mengalah atas semua yang akan kamu berikan untuk wanita itu, tapi aku mohon Demi Ailsa kamu jangan ceraikan aku. Aku gamau dia tumbuh dan besar dari keluarga yang broken home, Aku udah gapunya apa apa selain Ailsa. Aku janji gaakan mengungkit semua asetku yang ada padamu” ucap Stela lirih seraya mengusap air matanya, Tegar dan tetap bertahan adalah tuntutan yang harus stela lalui.
__ADS_1
”Oke deal” ucap Bayu seraya tersenyum smirk.
Sesuai dengan apa yang Bayu perintahkan ia mengemasi barang barangnya yang dikamar utama, ia akan pindah tidur dikamar tamu. Ia tidak akan memberitahu kepada putrinya jika ia tidak satu kamar dengan suaminya hal itu akan membuat Ailsa curiga. Dengan tegapnya Stela membersihkan seluruh pakaiannya dan dimasukkan kedalam koper, tak lama pintu terbuka nampaklah Bayu yang merangkul Marisa dengan mesra seraya membawa koper dari luar.
“Sudah belum, jangan ada yang tertinggal” ucap Bayu kepada Stela yang masih sibuk mengemasi seluruh pakaiannya yang sangat banyak alhasil tidak semua pakaian ia masukkan kedalam koper.
“Mas aku pokokknya mau beli baju baru karena aku ga bawa banyak baju, kadung muak sama mantan suamiku itu jadi ga sempet prepare semuanya” ucap Marisa manja, Stela yang sudah tidak tahan lekas bergegas keluar dari kamar itu dan menuju kamar taku yang ada di sebelah kamar utama. Sesegera mungkin Stela menutup pintu rapat rapat dan menumpahkan seluruh air mata yang sudah ditahan tahan sedari tadi.
Beberapa hari kemudian, stela memutuskan untuk mencari pekerjaan. Boro boro diberi uang bahkan tabungannya mulai menipis, selama ini setelah Stela menikah ia tidak diperbolehkan bekerja dengan suaminya alhasil ia hiatus beberapa tahun dalam bekerja. Pagi pagi stela dengan tampilan yang cantik dan rapi sudah selesai dengan ritual memasaknya, seluruh hidangan sudah tersaji dimeja makan.
Hari ini pertama kalinya sang putri akan mulai bersekolah, Stela memutuskan untuk mendaftarkan putrinya sekolah TK sejak umur 4 tahun hal ini karena ia terpaksa disisi lain ia harus bekerja sehingga tidak mungkin ia mengasuh sang putri, jika membayar baby sitter ia merasa tidak tenang meninggalkan putrinya dirumah alhasil ia memasukkan putrinya ke TK Internasional dimana disana terdapat penitipan anak jadi ia bisa menjemput putrinya sepulang bekerja.
Pagi dimeja makan Ailsa dan Stela sudah bersiap dengan makanan yang ada didepannya, kemudian disusul Bayu, Marisa, dan putrinya yang sepertinya seumuran dengan Ailsa turun menuruni tangga. Bak keluarga yang harmonis ketiganya mulai mendekati meja makan. Stela tidak menggubris ia hanya diam dan melanjutkan makannya.
“Wah nasi goyeng, mah aku mau makan” ucap gadis kecil itu seraya duduk di kursi yang ada diseberang depan Ailsa. Ailsa kecil yang tidak tahu apapun ia merasa senang ada gadis seumurannya ada dirumahnya,dengan santainya Ia memberikan lauk Ikan goreng yang ada didepan piringnya
”Ini kak makan ikan, kata mamaku ini bisa buat kita pintar” ucap Ailsa polos. Tapi reaksi yang diberikan gadis itu sangat kasar, ia langsung membuang ikan yang diberikan Ailsa
“Gausah sok kenal, Aku alergi sama ikan. Kamu mau buat aku gatel gatel hah?” Teriak gadis itu membuat Ailsa ketakutan dan beringsut kepelukan Ailsa yang ada disampingnya.
Bayu yang melihat interaksi itu langsung menyentak Ailsa “Kamu mau racunin kakakmu? Minta maaf cepat sama Riska dan tante Marisa”
Stela merasa ini tidak adil bagi Ailsa, namun ia sadar kalau ia tidak bisa melawan Bayu saat ini. Alhasil Stela mengusap bahu Ailsa yang masih berada dipelukan Stela
” Sayang, minta maaf sama kakaknya ya. Lain kali Ailsa mesti menawari orang dulu, kakaknya alergi sama ikan atau tidak ya. Karena Alergi itu bisa berbahaya sayang, Ailsa faham kan yang mama maksut? Alergi itu kaya waktu Ailsa minum susu kedelai bisa muntah muntah sama masuk rumah sakit sayang, jadi tadi Kakaknya tadi terkejut jadi Ailsa gaperlu bersedih ya sekarang minta maaf ke kakaknya” sebisa mungkin Stela memberikan pengertian pada Ailsa kecil itu dan kini sudah mengangguk, Tak lama gadis kecil itu meminta maaf.
Marisa dan Bayu kini ikut menikmati sarapan bersama dengan Stela dan Ailsa, hingga gadis kecil yang bernama Riska meminta diantar berangkat sekolah dengan Bayu.
“Papa hari ini antar Riska ke sekolah ya” ucap gadis itu
”Papa Ailsa juga mau diantal papa, hari ini Ail masuk sekolah pertama kalinya loh pa” ucap Ailsa yang juga ingin sekali diantar papanya dengan cerianya.
__ADS_1
Jawaban Bayu membuat Stela kelu, ia dengan tegasnya memilih mengantar Riska putri dari Marisa daripada putrinya kandungnya sendiri,
“Oke sayang hari ini kamu Papa antar kesekolah ya” ucap Bayu begitu manis pada Riska.
“Dan kamu Ailsa, suruh mamamu yang mengantar kantor papa sangat jauh dari sekolahmu” tolak Bayu.
Sekolah Ailsa memang berbeda arah dengan kantor bayu, namun tidak sejauh itu tapi pada nyatanya Bayu lebih memilih mengantar anak orang lain daripada anaknya sendiri. Entah ayah macam apa, Ailsa yang terlihat lesu dan kecewa makin murung.
“Ailsa, hari ini diantar mama ya kan kantor papa jauh dari sekolah Ailsa nanti kalau papa telat kekantor bisa bisa gaji papa dipotong nanti Ailsa gabisa beli mainan lagi” terang Stela,
”YaAllah maafkan aku membohongi putriku terus menerus” batin Stela. Boro boro membelikan Ailsa mainan, selama ini ia hanya sibuk bercinta dengan Marisa. Alhasil setiap Ailsa menginginkan mainan Stela selalu membelikan dengan uang tabungannya.
Kini Ailsa dan Stela telah sampai disekolah baru Ailsa, stela mensejajarkan dirinya dengan berjongkok didepan Ailsa kecil yang sudah rapi dengan tas dan seragamnya.
“Sayang, suka ngga sekolah?” Tanya Stela pada putrinya
”Suka ma, hari ini Ailsa akan dapat teman baru” ucap Ailsa kecil
”Belajar yang rajin ya, dan jangan nakal. Mama mau kerja dulu ya sayang nanti mama jemput. Ailsa nurut sama ibu guru ya” ucap Stela dan dengan semangatnya Ailsa mengangguk
”Mama semangat bekerjanya, Ailsa disini sama Ibu Guru” ucap Ailsa seraya mencium pipi Stela.
“Good girl” ucap Stela kemudian memeluk putrinya
Tak lama Seorang Guru menggandeng Ailsa untuk masuk kedalam.
“Nah sayang ini Ibu Gurunya, namanya Miss Linda. Baik baik ya sama Miss Linda jangan nyusahin ya” ucap Stela yang dijawabi dengan anggukan
“I wanna say Thankyou, linda aku titipkan putriku padamu. Jika ia nakal tegur dia ya” ucap Stela pada miss Linda yang merupakan tetangga kosnya sewaktu kuliah.
“Dont worry, aku akan menjaganya dengan Baik” ucap Linda dengan semangatnya
__ADS_1
“Okey sayang mama berangkat dulu ya, have a nice day” ucap Stela seraya melambaikan tangannya
”da mama?” Ucap gadis itu seraya masuk kedalam