Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
Hadiah


__ADS_3

pagi hari menyapa, sinar matahari mulai memasuki ruang melalui tirai yang remang remang.


Pagi itu Alexa terbangun dia tidak melihat Azka disampingnya, hanya ada pakaian yang masih berserakan. Badannya remuk redam ia mengeliat untuk sekedar melepas penat.


Sesekali ia menarik nafas dalam dalam kemudian memunculkan senyum kecut yang ia paksa


"Bukankah sudah biasa Alexa, bertahanlah kamu kuat" monolog Alexa menyemangati dirinya.


kemudian ia turun dari ranjangnya lalu memunguti dan memakai pakaiannya kembali. Ia mengambil ponsel dinakas dan segera pergi dari kamar tadi, ia tidak peduli dengan penampilannya lagi dia hanya ingin segera pulang dan menangis sejadi jadinya.


Di lobi Alexa sudah memesan taxi online, ia segera pulang dengan mobil tadi.


...----------------...


"Nona Alexa darimana saja?" tanya maid dirumah


"Ah semalam ada acara ulang tahun sahabatku,Ailsa. Aku menginap dirumahnya karna kebetulan hari ini libur kerja" jawab Alexa saat memasuki rumahnya


"Oh baiklah kalau begitu nona,itu nona saya mau bilang semalam nona dicari oleh Tuan Prasetio" kata maid tadi.


"Ayah?" Kening Alexa mengkerut


"Kapan ayah pulang bi?" tanya Alexa


"Semalam nona, saat mencari nona tidak ada Tuan berangkat lagi ke kediaman Tuan Baron" jelas Maid tadi


"Apa ayah berpesan sesuatu bi?" tanya Alexa sopan


"Tidak nona, beliau hanya bertanya nona dimana seperti itu" terang maid tadi


"kukira ayah akan menungguku pulang, aku kangen banget sama ayah. selalu saja begini gapernah ada yang menghargai usahaku. Bisakah ayah bangga padaku? aku juga capek harus berusaha keras tapi tidak terlihat sama sekali. huftt Alexa alexa harapanmu terlalu tinggi bodoh" batin Alexa.


"non,non Alexa tidak apa apa?" tanya maid tadi yang melihat raut kecewa diwajah nona cantiknya.


"Oh iya iya Im okay, terimakasih ya bi kalau begitu Alexa mau mandi dulu" jawab Alexa seraya menggenggam tangan sang maid.


"non Alexa habis darimana ya, lehernya merah kaya bekas itu... akhh apa sih bukan urusanmu" monolog sang maid kala melihat bekas merah keunguan yang terlihat jelas dileher putih Alexa.


brukk


Alexa melemparkan tubuhnya diranjang kesayangannya. Tempat dimana ia berkeluh kesah, tempat paling nyaman yang ia anggap rumah tapi nyatanya hanya untuk singgah.


"Hah, Hidupku benar benar berantakan. hiks hiks" Alexa menumpahkan Air mata kesedihan yang sudah ia pendam sedari tadi. setelah ia puas dan tenang ia beranjak dari pembaringan menuju kamar mandi.


Alexa adalah tipe orang yang selalu memendam sendiri masalahnya, Ia punya Ailsa tapi ia selalu menyimpan masalah yang ia hadapi sendiri ia hanya akan membagi kisah yang menurutnya patut dibagi kepada sahabatnya, Alexa hanya berfikir setiap orang pasti punya masalah masing masing ia tidak akan membuat sahabatnya berbagi kesedihan dengannya.


Kala sedih Alexa selalu menangis meluapkan emosinya dengan menangis sekuat kuatnya seraya memeluk dirinya sendiri.


Setelah mandi Alexa memutuskan untuk membuka ponselnya yang sedari tadi ia anggurkan. Seperti biasa disana terdapat notif dari kantor baik itu bosnya atau klien yang sekedar ingin meminta janji temu dengan sang Presdir. Alexa membaca dan membalas satu persatu, Chatnya kini beralih ke sahabatnya Ailsa yang mengiriminya banyak pesan

__ADS_1


Ailsa :


hei semalam pulang jam berapa?


Lexaa kok gabales sih


Btw thanks banget kejutan sama kadonya aku suka banget deh


lexaa... woii


dih gue dikacangin


yaudah deh met bobo sobat akyuu, mimpi indah


Alexa tersenyum melihat kecerewetan sahabatnya itu, ia pun membalas


Me :


abis lo balik aku balik kok, maaf ya Ail semalem capek banget jadi gak bales chatmu


Setelah itu Alexa segera keluar dan turun untuk mengisi perutnya yang kosong.


...----------------...


Disisi lain Azka yang baru selesai mandi terkejut kala sekretarisnya sudah pergi, rahangnya mengeras ia segera bergegas pergi dari hotel itu. Sesampainya di Apartemen, ponsel Azka bergetar.


Ayah incoming


"pulanglah, Ayah dirumah utama" jawab Baron dari seberang.


"Baik pah , Azka akan kesana nanti" ucap Azka.


"Baiklah Ayah tunggu"


Setelah telfon dimatikan Azka segera bergegas pulang kerumah utama, tak begitu lama Azkapun sampai.


"Ayah aku datang" ucap Azka seraya mendudukan bokongnya di sofa.


"Hm sudah datang kau, bagaimana kantor?" tanya Baron yang langsung duduk berhadapan dengan Azka.


"Apa papa meragukan kemampuan putramu ini? tidak usah khawatir sekertaris Alexa dan Sekertaris Arez juga banyak membantuku" terang Azka


"Dengar itu kan, Sekertaris Tio putrimu itu benar benar menurunimu kenapa kau tidak menemuinya dulu sebelum kemari?." tanya Baron kepada sekertaris sekaligus tangan kanannya itu.


"Saya rasa dia sudah dewasa sudah bisa bertanggung jawab akan apa yang dia pilih" jawab Sekertaris Tio dengan wajah datarnya.


"Ayah sampai kapan dirumah?" tanya Azka


"Nanti malam harus kembali lagi, Ayah kesini karena sudah kangen sekali dengan goyangan mamau itu haha" ucap Baron seraya tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


"Ck, masih sakit juga sukanya bergoyang" jawab Azka


"Diam kau, kau mana tau rasanya" terang Baron


"aku juga sudah tau, rasanya emang nikmat dan nagih Sekertaris Alexa itu benar benar sudah menjadi canduku" batin Azka


"Oh iya sebenarnya ayah ingin memberikanmu ini" terang Baron seraya menyodorkan beberapa berkas ke hadapan Azka.


"Apa ini?" tanya Azka dengan alis saling bertautan.


"bukalah" ucap Baron dengan santai.


Azka membuka map tadi dan dibacanya matanya berbinar sempurna.


"really ayah?" tanya Azka memastikannya


"Yes Son, pergilah kesana dan ambilah project itu. Beliau orang terdekat ayah jadi pastikan pekerjaanmu maksimal. Dia ingin kamu yang menghandle selama dia pergi, awalnya papa tidak ingin mengambilnya. Tapi karna kamu suka pulau itu jadi papa iyakan saja." terang Baron.


"Ini kejutan terhebat, aku bisa bertemu nenek." terang Azka bahagia. Pulau Dewata, pulau yang paling Azka sukai. Disana ia bisa bertemu dengan neneknya yang selalu merawatnya dulu. Nenek Azka sudah lama tidak berkunjung karena sudah diusia senja dan tidak dapat melakukan perjalanan jauh, jadi hanya mengandalkan anak dan cucunya saja yang datang.


Azka sudah lama tidak bertemu dengan neneknya, selain karena ia sibuk dengan urusan kantornya. Meskipun kali ini ia harus bekerja tapi ia bisa sambil traveling dan bertemu sang nenek tercintanya.


"Pah, Emilie juga pengen ikutt kalau gitu" ucap Emilie yang datang dari arah dapur seraya membawa beberapa minuman untuk ayah, kakak, dan sekertaris ayahnya itu.


"Emilie kamu kan ada kuliah, lagian kemarin kamu juga habis kesana kan. kamu udah sering absen kuliah loh papa gamau bantu kamu lagi " terang Baron


"Ck bang Emilie ikut yah pliss janji Emilie ganakal" pinta Emilie seraya menangkupkan kedua tangannya.


"3hari aja plis" ucap Emilie.


"Oke 3 hari" putus Azka.


"Bawalah sekertarismu untuk menemanimu dan membantumu selama bertugas di kantor teman papa" ucap Baron.


"Okey"


"Nah sebelum berangkat, temuilah putrimu dulu. Entah apa perasaannya saat ayahnya ini hanya sibuk bekerja. Aku tidak ingin putrimu membenciku karna ayahnya bekerja denganku" ucap Baron seraya tertawa kearah sekertaris kepercayaannya.


Azka menatap ke arah sekertaris ayahnya yang tidak merespons bahkan enggan menjawab perintah ayahnya.


"Kenapa Sekertaris Tio tidak mau menemui Alexa?" batin Azka


...----------------...


Bersambung


Adeop🖤


jangan lupa kasih bunga yah! biar hati aku berbunga bunga terus

__ADS_1


jangan lupa like juga ya, add ke favorit karna aku bakal sering UP hehe lagi mood banget nulis sebelum sibuk kuliah lagi 😘


__ADS_2