
dua hari berlalu...
aku masih bergelung dengan selimut karena sepertinya badanku mulai terasa tidak enak. Ingin menangis lagi namun air mataku sudah capek untuk turun. Mama membangunkanku entah mengapa hanya kedua orang tuaku yang membuatku tenang. Aku membuka ponsel, banyak sekali pesan dari Alexa. Rasanya malas sekali membuka pesan pesan itu, marah? tentu orang mana yang tidak marah jika kekasihnya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Dengan malas aku buka pesan pesan yang Alexa kirim, diantara pesan pesan yang meminta maaf ia tercengang dengan fakta baru.
"Maaf Ailsa, aku terpaksa melakukannya sungguh aku tidak ingin melakukan hal itu tapi aku tidak punya pilihan. Aku ingin menjelaskan segalanya padamu tapi sepertinya kamu sedang tidak ingin diganggu jadi maaf aku tidak bisa langsung menjelaskan semuanya. maaf karna aku harus pergi dan tidak ingin kembali, aku rela dibenci olehmu seumur hidup tapi satu hal Ailsa aku menyayangimu kamu sahabatku satu satunya. oleh sebab itu aku merahasiakan apapun yang terjadi padaku selama ini
best regards, Alexa"
tulis Alexa diakhir pesan, Aku bertanya tanya apa maksutnya. Bagaimana bisa dia berbicara begitu, kebenaran tetaplah kebenaran dan tidak perlu disembunyikan. mungkin rasanya tidak akan sesakit ini jika dia mau bercerita jauh jauh hari.
Aku menghela nafasku dalam dalam aku tidak bisa stuck disitu saja, aku pun memutuskan berangkat ke caffe.
"Sayang sarapan dulu nak, mama masakin kesukaan kamu" ucap mama lembut.
"oke ma"
"Sayang papa ingin bicara, ini tiket ke london. pergilah kesana bersama kakakmu Rendy. Papa rasa ini yang terbaik agar kamu tidak sedih lagi" ucap papa memberikan tiket pesawat ke london.
"Pa, Ailsa tidak apa apa kok. tentang ke london Oke aku akan berangkat kesana" ucapku yang dijawabi senyuman oleh papa dan mama.
"Kamu bisa tinggal dengan kakakmu, semalam papa sudah bicara dengannya. Pergilah ke london dan nikmati waktumu jangan bersedih lagi. putri papa itu gadis yang ceria bukan murung seperti ini"
Ah lihatlah papa yang sangat dingin dan arogan ini terlihat begitu manis, aku memeluknya dan mengucapkan terima kasih banyak banyak. Kedua orang tua ini yang sudah banyak membantunya dititik ia tidak punya apapun juga.
"Tentu pa, kalau begitu Ailsa sekalian pamit pengen ke caffe sebentar abis itu packing" pamitku dan dijawabi anggukan. Aku menghela nafas dalam sebelum melajukan mobilku. aku harus bangkit, gaada gunanya menangisi hal yang menyakitkan. 2 Hari adalah waktu yang cukup untuk menangisi kebodohanku selama ini, kini saatnya kembali hidup seperti biasa. Aku gamau mengecewakan kedua orang tua yang telah merawatku sedari kecil, kini aku hanya akan membahagiakan mereka.
Aku melajukan mobil ke caffe, di caffe seperti biasa sangat ramai pengunjung. Aku berpesan kepada asisten ku sekaligus manajer caffeku untuk mengelola caffe dengan baik sebelum aku kembali. Setelah dirasa cukup aku berpamitan kepada para pegawaiku dan pergi dari caffe. Aku mebelokkan mobilku di sebuah danau, aku suka tempat itu disana sangat asri. Aku duduk disebuah batu dipinggir danau, aku tersenyum sembari membayangkan hal apa saja yang sudah aku lalui bersama Azka.
Sejak kecil dia selalu ada untukku, tapi semua berubah kala dia menemukan wanita baru yang mampu melampiaskan hawa nafsunya. Aku memang sangat menjaga kehormatanku, aku tidak bisa mengecewakan kedua orang tua yang sedari kecil merawatku. Jadi ketika pacaran pun aku membatasi diriku bahkan Azka jarang sekali menciumku kami hanya sekedar berpegangan tangan.
__ADS_1
Tidak menyangka ternyata wanita setia akan kalah dengan orang baru yang mampu memberikan kenikmatan dunia padanya. Aku melihat sekeliling dan kurasa danau itu sepi, Aku meluapkan kekesalan hatiku dengan berteriak dan mengumpat pada kedua orang itu dengan keras.
"Aku benci kalian, kalian jahat padaku. Aku salah apa pada kalian. Azka kamu lelaki brengsek yang pernah kutemui I hate you! dan kau Alexa Kau sungguh tega I hate you too! kalian semua Anj*ng banget loch"
"hoah hoah" nafasku terengah engah setelah mebgeluarkan beban dan unek unek dalam pikiranku.
"Ck berisik, mana ada wanita mengumpat seperti itu" ucap seorang lelaki. mendengar itu jantungku terasa berhenti mendadak.
"Mam*us aku baru pertama kali ini mengumpati orang, perasaan tadi gaada orang deh duhh Ailsaa bego banget" ucapku kemudian berbalik badan.
deggg
"Gila pangeran dari mana, ganteng banget. Omg dia manusia atau apa sih" batinku melihat lelaki tinggi yang berdiri didepanku.
"Ck sudah puas melihatku? aku memang tampan. ternyata sama saja dengan cewe cewe lain" ucap pria itu seraya membenarkan jas kerjanya.
"Permisi maksut anda apa ya? tiba tiba datang dan berbicara hal seperti itu padaku" sungutku dia memang tampan tapi bisa bisanya dia sangat menyebalkan seperti itu. Dia kini mendekati kearah danau, dan tidak menggubris ucapanku sama sekali.
"Hei apa kau mau bunuh diri disini? apa yang kamu lakukan seberat apapun masalahmu masih beratan masalahku tapi aku diam saja tidak bunuh diri. tolong jangan mati disini" teriakku seraya menarik tangannya.
"Ck apaan sih berisik" ucapnya dengan sangat dingin
"hei tuan jangan nekat" ucapku seraya menarik tangannya lagi namun sesaat aku tercengang melihat apa yang dia lakukan.
Dia masuk kedalam danau karena ingin membersihkan beberapa sampah yang masuk kedalam danau dengan tangannya. Tengsin dan malu? tentu aku kira dia mau bunuh diri tapi siapa sangka pria itu malah memungut sampah didalam sungai.
"kenapa melihatku seperti itu" ucapnya padaku setelah membuang sampah itu kedalam tempatnya.
"kamu petugas kebersihan ya? kenapa gaya banget bersih bersih pake jas kaya presdir kantoran saja" ucapku sedikit mengejeknya karena ia berhasil membuatku malu.
Pria itu tidak menjawab, dia malah sibuk mencuci tangannya. "Hei kau itu sombong sekali aku berbicara padamu tau, gak sopan!" ketusku karena makin kesal dengan pria itu yang dengan santainya tidak menjawab pertanyaanku.
__ADS_1
"Aku tidak pernah membuang waktuku demi menjawab omong kosong dari wanita liar sepertimu" ucap pria itu.
"Hei apa katamu wanita liar? tau apa kamu dasar orang gila" ucapku kala dia sudah memprovokasi kemarahanku.
"Gadis yang kasihan ditinggal ayang dan mengumpat dengan kata kata kasar apakah itu tidak liar?" ucapnya dengan wajah datar dan mengambil jasnya yang ia tinggalkan tadi.
"Hei aku it-u baru per-"
"Tuan muda" ucap seorang pria dengan jas yang sama memotong pembicaraanku yang belum selesai.
"ternyata anda disini, Ayo tuan muda kita harus kembali sekarang juga" ucap pria itu.
"hmm" ucap pria tampan gila tadi kearah pria tadi dan berjalan meninggalkan area danau.
"what? tuan muda??? tunggu tunggu aku bahkan belum mengerti namanya" ucapku kebingungan.
bersambung....
...----------------...
Yaampun Ailsa oon banget dah. wkwk siapa pria ini ya? Oh iya yang tanya tokoh utamanya itu siapa thor? Dia adalah Azka dan siapa mc cewenya thor? ck masak gabisa nebakkk author udah kasih clue lho.
mc cewenya itu Alexa! tuh puaskan author bocorin! _-
ada lagi nih yang tanya lho la kok bukan Ailsa tokoh utamanya? ya karena si Ailsa itu tokoh utama dari ceritanya dia! nanti Author bakal ngisahin kisah Azka dan Ailsa di sini. jadi tungguin aja yahh 😊
Author ga sekejam itu sama Ailsa kok, Azka udah merawanin si Alexa masa Ailsa dikasih bekas nono Ailsa harus dapet yang lebih ganteng dari si babang Azka biar dia nyesel huh !
Author mah Tim Ailsa kalian tim mana? ðŸ¤
jangan lupa like,komen,vote, dan kasihbhadiahbya buat author
__ADS_1