
"Semua sudah siap Presdir" ucap Sekertaris Arez
Azka pun mengajak Alexa untuk mengikutinya, awalnya Alexa menolak karena ia rasa tidak perlu sampai begitunya tetapi bagi Azka dia yang sudah berani menyakiti wanitanya akan bermusuhan dengannya.
Kini di ruang Aula serbaguna seluruh pegawai perusahaan baik manager hingga staff semuanya hadir. Azka menaiki panggung dengan tangan yang masih melingkar dipinggang Alexa. Tatapan demi tatapan mengarah Pada keduanya.
"Selamat Pagi, saya rasa kalian tau alasan kenapa kalian semua dikumpulkan disini. Ya saya Azka Dirgantara ingin memperkenalkan secara resmi bahwa wanita disamping saya ini dengan perut yang kalian katakan buncit dia adalah Istriku, Aku dan Sekertaris Alexa sudah menikah tapi kami memang belum mengadakan upacara pernikahan. Jadi kalau ada yang berbisik mengenai wanitaku dia akan berurusan denganku mengerti?" ucap Azka tegas.
Seluruh karyawan mengangguk bahkan beberapa orang yang sempat berbisik tadi dibuat bungkam, tidak ada yabg berani menggosipkan presdirnya karena jika itu terjadi maka harus bersiap siap menjadi gelandangan. Hal ini dikarenakan jika kita berani berbuat onar di dirgantara group dan mendapatkan backlist maka seluruh perusahaan dibawah naungannya akan ikut memblokir seseorang itu.
"Saya rasa kalian sudah memahami, kalau begitu lanjutkan pekerjaan kalian" ucap Azka seraya meninggalkan ruang aula.
"Sayang, kamu mau sesuatu?" tanya Azka ketika melihat istrinya hanya diam saja ketika mereka sudah sampai diruangan Azka.
"Engga" ucap Alexa. Azka tidak puas dengan jawaban bumil tadi, Wajah Alexa kini hanya cemberut. Ditariknya Alexa dan duduk dipangkuan Azka, hingga saat ini posisi Azka memangku Alexa dari belakang. Azka mengusap perut buncit Alexa dan menciumi leher Alexa yang terekspos karena mengenakan dress yang menampakkan leher jenjangnya.
"Sayang ada apa, apa baby Azka junior nakal didalam sini?" tanya Azka sembari mengusap usap perut Alexa.
"Aku terlihat gendut ya?" ucap Alexa tiba tiba, Azka pun bingung melihat sikap Alexa yang selalu baperan dan ia bingung takut bumil itu marah dan malangnya ia tidak bisa memasuki goa.
"Hei siapa yang bilang gendut sini biar aku hajar" tanya Azka seraya masih mengusap usap perut Alexa.
"Kamu" ucap Alexa
__ADS_1
"Hah aku? Kapan sayang?" ucap Azka cengo
"Kamu bilang perut aku buncit" kesal Alexa seraya melepaskan usapan tangan Azka dari perutnya.
"Duh mampus salah ngomong kan tadi" batin Azka seraya merutuki kebodohannya, ia salah besar berurusan dengan bumil yang sangat sensitif bahkan Rara sering cerita kalau diawal kehamilan Alexa sering menangis karena hal sepele seperti memakan ikan ia kasihan dengan ikannya, tak jarang juga Alexa nyidam yang aneh aneh jadi Rara berpesan agar tidak kaget dengan sikap labil ibu hamil itu.
"Sayang, yakan perut kamu buncit ada Azka junior didalamnya. Kamu itu seksi tau" ucap Azka seraya berbisik
"Gak kamu bohong kan" ucap Alexa seraya mencebikkan bibirnya.
"mana ada sih aku bohong sama kamu, orang goyangan kamu aja kalau diranjang beuh tiada tanding" ucap Azka membuat Alexa bersemu malu, Alexa begitu berga*** ketika sudah bermain bahkan akibat hormon ia tidak pernah puas bahkan saat sudah merasakan pelepasan berkali kali. Tak heran kenapa Azka selalu mengatakan hal mesum seperti itu.
"Ish diam atau kamu ga dapet jatah" ancam Alexa. Azka yang tau Alexa tidak mungkin menolak saat diajak bercknta menggoda istrinya itu
"Hiks hiks kamu tega nyari goa lain? Kamu jahat" ucap Alexa sudah menangis tersedu sedu. Azka yang tadi ingin menggoda istrinya malah dibuat kelimpungan.
"Eh sayang sayang dengerin aku hanya becanda, cup cup jangan nangis lagi ya sayang" ucap Azka seraya memeluk istrinya.
"Jangan nangis lagi, daripada nangis mending kita main 3 ronde aja deh gimana?" tanya Azka yang langsung diangguki Alexa dan iapun berhenti menangis.
Azka dibuat cengo melihat kelakuab istrinya.
"Ayok katanya mau main?" ucap Alexa, bak mendapat jackpot Azka pun langsung melu*** habis mulut istrinya dan memulai aksinya. Baju Alexa kini sudah tak beraturan hanya tinggal bra yang masih stay dalam posisinya.
__ADS_1
"Wait, aku kunci dulu" Azka memencet remot agar pintu dan seluruh jendela tertutup. setelah itu mereka melanjutkan aktivitas mereka.
Azka yang kini sudah dipenuhi kabut gai*** mengangkat Alexa ala bridal style menuju ruang istirahat.
"Kenapa pindah" tanya Alexa
"Sofa tidak nyaman untuk bercinta" ucap Azka seraya menyerang leher Alexa.
Ugh
Kecupan mulai turun kedua puncak yangvsudsah menantang untuk dihabisi. "Azkhaa ah pelan pelan" ucap Alexa saat menhelus rambut Azka yang saat ini menyusu padanya.
"ah stop it" ucap Alexa saat Azka sudah sampai didepan pintu goa. Merekapun melakukannya
......................
Sore hari setelah beberapa jam yang lalu ia menghabisi istrinya diranjng Azka menatap wajah istrinya yang masih dihadapannya.
"Terima kasih my wife, Aku janji hanya ada kamu satu satunya dihidupku. Maafkan aku semua dimasa lalu, yang sekarang aku tidak akan membuatmu menangis sedikitpun" ucap Azka kemudian meninggalkann ciuman di kening istrinya yang masih terlelap.
Azka beranjak dan membersihkan diri, saat ia melihat banyak sekali panggilan dari sekretarisnya. Azka melanjutkan pekerjaannya yang masih menumpuk tanpa menghiraukan panggilan Sekertaris Arez yang masuk kembali.
"******, Presdir didalam sedang apa sih" kesal Sekertaris Arez yang sejak tadi sudah diteror oleh Tuan Baron, karena Presdirnya yang tak kunjung mengirimkan file yang sudah ditunggu oleh Baron.
__ADS_1
...----------------...