
Tak lama Azkapun berjalan keluar rumah Alexa
"ck elu yaa ailsa gue beneran kaget, elu tau sendiri gue takut ama pacarlu sampe gue masih pake lingerie gue lagi, gue beneran gatau tadi saking paniknya" kesal Alexa
"hahaha iya dasar lagian tumbenan elu jam segini dah molor"
"ish gue capek banget tadi kebetulan hari ini tugas gue udah selesai semua, trus gue tidur deh galiat jam"
"nih buat elu" Alexa memberikan bungkusan
"apa ini?"
...----------------...
..."Hati yang suci tak akan pernah menyakiti"...
"buka aja".
...Alexapun segera membuka bungkusan yang sangat besar itu dan betapa terkejutnya ketika ia melihat lukisan dirinya dan Ailsa disertai botol impian yang mereka isi sejak pertama kali persahabatan....
"Aill ini" teriak Alexa terharu iapun segera memeluk sahabatnya itu
"Happy 8 tahun persahabatan lexa" ucap Ailsa sambil membalas pelukan Alexa
"gue terharu banget lo inget ternyata"
"Yainget dongg ini kan sesuai janji kita dulu kalau tepat 8 tahun persahabatan kita bakal buka harapan dan kita akan nulis harapan baru"
"Jadi mana kado gue" ucap Ailsa sambil mengurai pelukan Alexa, Ia memandang wajah Alexa yang terlihat bingung.
"ck jangan bilang elo lupa ya" kesal Ailsa
"siapa bilangg bentar gue ambil dulu". Alexa mulai naik lagi mengambil kado untuk sang sahabat, tak lama Alexa turun membawa bungkusan.
"Nih gue udah nyiapin jauh jauh hari tapi gue beneran lupa kalau ternyata hari ini ya gue kira masih besok" ucap Alexa sambil memberikan kado itu
"yeayyy, gue buka ya"
"Waw darimana lu tau gue lagi pengen ini?"
Alexa memberikan seperangkat alat lukis baru yang bisa dibilang limited edition, Alexa jauh hari ingin memberikan sahabatnya itu beberapa alat agar dia makin semangat dalam melukis dan tidak kesepian saat dirinya sudah sibuk bekerja sehingga jarang meluangkan waktu untuk main berdua.
"suka nggak?" tanya Alexa
"Suka banget dong gue udah lama banget pengen ini tapi gue pendem sendiri hehe lu taukan gue paling gasuka ngabisin duid" ucap Ailsa sambil memeluk Alexa.
"eh btw lu suka nggak lukisan dari gue"
__ADS_1
"suka bangett dong lukisan elu selalu jadi favoritku Ail" Alexa sangat menyukai karya Ailsa bahkan banyak sekali lukisan Ailsa yang Alexa pajang di dinding rumahnya mulai dari lukisan kecil hingga ukuran besar.
"lexa kita buka botol harapan yuk"
"ayok, eh tapi presdir gimana diakan diluar nungguin elu"
"eh iya gue lupa, gue telfon dulu deh"
Ailsa menelfon Azka, dan meminta Azka untuk pulang karena dirinya akan menginap dirumah Alexa seraya merayakan hari persahabatannya. Azka yang memahami kondisi kekasihnya itu segera pulang kerumahnya.
Ailsa dan Alexa sangat bahagia mereka membuka Botol harapan mereka satu persatu, terkadang mereka saling meneteskan air mata, Persahabatan mereka begitu awet tidak pernah ada pertengkaran diantara mereka. Dulu Alexa selalu menjaga Ailsa ketika ada kaka kelas yang mendekatinya begitupun juga Ailsa jika Alexa ingin didekati kaka kelasnyapun Ailsa akan maju untuk menjaga Alexa.
"Gak nyangka ya kita udah gede, 8 tahun kita sahabatan dan itu nggak kerasa, gue mau ngajak elu jalan tapi karna kesibukan bossque alias ayang elu itu gue jadi lupa bahkan gainget sama sekali sama rencana gue itu"
"iya dehh yang sibuk bangeet sekarang, eh lo jujur deh sesibuk apa sih kerjaan Azka itu gue bete banget deh dia selalu kelupaan perayaan aniv kita sejak jadi presdir" tanya Ailsa
"jadi presdir itu gak mudah seperti yang kita lihat, apalagi ayang beb kamu itu baru banget jadi presdir dia kerja keras banget sih gue salut sama beliau, pulang selalu terakhir sendiri, trus ya dia itu bener bener on time bangeet kalau idah dikasih waktu ya dia bakal manfaatin waktu itu barang 1 menitpun dia gak melewatkannya" cercah Alexa
"gitu ya, gue beneran bete banget dia itu juga sahabat gue dari kecil malah tapi dia bikin gue kesel mulu"
"sabar aja Ail, gue yakin kok dia itu sekarang lagi kerja keras biar bisa halalin elu trus bikin hidup elu bahagia, wajar aja sih masih sibuk sibuknya karna kan elu tau sendiri dia baru aja jadi presdir, jadi pasti dia butuh atau sedang adaptasi sama kegiatannya itu"
"elu bener, yaudah yukk tidur"
"yuk"
tok...tok...tokk
"non Alexa apakah sudah bangun?"
"non... non Alexa"
Tak ada jawaban sang maid pun akhirnya membuka pintu kamar nona mudanya. Dibangunkannya Alexa dan Ailsa yang masih tidur kala jam menunjukkan pukul 06.30 sangat terlambat untuk seorang seperti sekertaris Alexa.
"hahhhh bik, jam berapaa" tiba tiba Alexa terkejut dan bangun dari tidurnya, Ailsapun juga langsung beranjak dari tidurnya kala matahari sudah memasuki tirai jendela Alexa.
"jam 06.30 nona, saya sudah membangunkan nona sedari tadi tapi tidak ada jawaban non"
"yaudah bibi tolong buatkan sarapan ya aku sudah terlambat, dan kamu Ail kamu mandi aja disini aku akan mandi di kamar sebelah" ucap Alexa langsung bergegas menuju walk in closetnya.
tak perlu waktu lama lagi untuk Ailsa dan Alexa mandi, mereka bergegas sarapan lalu Ailsa pamit pulang. Ailsa menolak ketika ditawari Alexa untuk pergi kekantor Azka bersama dirinya dengan alasan ingin segera pulang takut dimarahi ayah ibunya. Karena hari semakin siang Alexa bergegas menuju kantor Azka
...----------------...
Pagi ini Ailsa langsung menuju caffenya, ia takut akan dimarahi ketika pulang kerumah. Sebenarnya Ailsa sudah meminta izin akan kerumah Alexa namun ia lupa tidak izin karena menginap disana.
"Gausah pulang dulu deh, aku takut dimarahi ayah" monolog Ailsa. Ailsa memasuki caffenya yang masih sepi karena belum buka, disana ia melihat mobil sang ayah sudah bertengger di parkiran tempat caffe Ailsa.
__ADS_1
"mamp*s" umpat Ailsa
"Ayah" sapa Ailsa
"Darimana saja kamu"
"Aku dari rumah Alexa yah, semalam aku sudah izin ibu kok" takut Ailsa
"Kamu fikir aku tidak tahu" tegas ayah Ailsa
"Maaf ayah, karena tadi malam sudah terlalu larut aku tidak berani pulang dan Alexa memintaku untuk menginap karena berbahaya jika pulang sendirian"
"Lalu dimana Azka bukankah kamu pergi dengannya? Apa dia meninggalkanmu? Berani sekali dia!"
"enggak yah jangan salah paham, semalam Azka memang menungguku tapi karena aku kasihan melihatnya kecapean dan belum pulang seharian jadi aku suruh Azka pulang duluan."
"awalnyapun dia menolak tapi aku benar benar menyuruhnya pulang" ucap Ailsa
"Lainkali jika Izin yang benar, apa kamu tidak tahu bagaimana orangtuamu panik melihat anak gadisnya tidak pulang kerumah tanpa pamit" bentak ayah Ailsa tuan hernandez
"Maafkan Ailsa Ayah, Ailsa janji tidak akan mengulanginya lagi"
"Sudahlah, sekarang ayah harus berangkat kekantor" ucap sang ayah seraya mengusap pucuk kepala Ailsa.
Seperti anak kecil memang tapi Ailsa selalu sabar dan menerimanya karena dirinya yakin jika kedua orang tuanya sangat menyayangi dirinya. Sama halnya Ailsa yang takut akan ayahnya Alexapun demikian. Oleh karena itu mereka saling memahami keadaan satu sama lain bagaimana rasanya memiliki orang tua yang sangan overprotective kepada mereka.
Nasib yang hampir sama mereka rasakan membuat mereka saling menjaga satu sama lain, menurut mereka memiliki orang tua yang sangat menyayanginya meskipun dengan cara kasar atau tegas sekalipun merupakan suatu keberuntungan yang tuhan berikan kepada mereka.
...----------------...
Kini Alexa memasuki area kantor, disana mobil yang biasa Azka gunakan sudah berada di lobi perusahaan.
"nah kann mampus gue" monolog Alexa seraya melirik jam tangannya. Ia terkejut dan langsung berlari menuju ruangan Presdirnya.
Sapaan demi sapaan yang biasa karyawan lain berikan kepada sang kepala sekertaris Alexa tidak ia hiraukan, ia bergegas menuju lift khusus yang biasa petinggi perusahaan dan tentunya sang presdir gunakan.
tok..tok..tok
"Presdir" Tidak ada balasan dari dalam akhirnya seperti biasa Alexa masuk setelah mengetuk pintu beberapa kali.
"Selamat pagi press..." ucapannya terpotong kala melihat Azka saat ini yang sedang
...Bersambung...
...deop,...
...----------------...
__ADS_1