
Alexa memegangi kepalanya yang begitu pusing, Saat ia lihat Pesan dari sekertaris Mr.frank jika meminta untuk mengadakan pertemuan lagi membuat Alexa gigit jari. Urusannya dengan sang presdir belum selesai sudah menambah pertemuan dengan Tuan Frank yang membuatnya kesal setengah mati, dia juga yang menjebaknya meminum obat perangsang.
"Aaarghhh mati sajaa sana hah" umpat Alexa
"Siapa yang kamu suruh mati?"
Alexa mendongakkan kepalanya kearah sumber suara itu dan ia begitu terkejut,
hah
...----------------...
Alexa seketika langsung melotot dan segera berdiri dari tempatnya ia membungkuk berkali kali
"m-maaf maafkan saya tuan besar" Alexa merutuki kebodohannya, Ia sudah kehilangan image nya didepan sang boss ayahnya dengan mengumpat. Ya pria itu adalah Baron Dirgantara alias ayah Azka.
Pria itu tersenyum melihat apa yang dilakukan Alexa menunduk beberapa kali seraya mengucapkan maaf
"Haha sudah berhentilah kamu ini benar benar persis dengan Sekertaris Tioku, saya yakin kamu akan selalu jujur dan patuh sama seperti ayahmu" puji ayah Azka seraya memegang kedua bahu Alexa.
Saat itu Sekertaris Tio atau Ayahnya Alexa sudah melototi anaknya yang mengumpat saat bekerja bahkan didepan Tuan besarnya. Sungguh ingin rasanya memberi hukuman pada anak semata wayangnya itu, namun karena Alexa dipuji oleh sang majikan ia mulai menormalkan sikapnya.
"Mampus aku kali ini, kenapa Ayah dan Tuan Besar bisa kemari sih mana aku lagi mengumpat. Yakin deh ayah pasti memarahiku habis habisan" Batin Alexa mengumpat seraya memejamkan kedua matanya.
"Sekertaris Tio, jangan kamu marahi putrimu ini. Sepertinya ia sudah bekerja keras kamu perlu mengajari atau membantunya saat ia kesusahan selama kita disini" Ucap Baron dengan menoleh kearah sang tangan kanannya itu, Ia terlihat begitu santai dengan wajahnya yang dihiasi dengan senyuman.
"Baik Tuan" Sekertaris Tio mengangguk seraya membungkukkan badannya.
"Yasudah lanjutkan pekerjaanmu, Istirahatlah dulu supaya kamu tidak stress, atau bisa juga kamu panggil ayahmu jika kamu butuh bantuan"
"Kalau begitu saya mau menemui putraku dulu" Ucap Baron seraya mengusap kepala Alexa dengan senyum yang lebar.
"Baik Tuan Besar silahkan" Ucap Alexa seraya membungkuk lalu membukakan pintu ruangan Azka untuknya.
Sesaat Baron telah memasuki ruangan, Ketika Sekertaris Tio melewati pintu yang masih dibukakkan oleh putrinya ia menatap tajam dengan tatapan yang susah diartikan. Alexa yang melihat sang ayahpun tertunduk seraya menelan kasar salivanya.
"aaaaa mati gue, kayaknya ayah beneran marah deeh" Batin Alexa menangis.
Diruangan Azka tampak Azka yang terkejut melihat kedatangan sang ayah beserta orang kepercayaannya.
"Ayaah" Azkapun langsung memeluk ayahnya itu
__ADS_1
"Kapan ayah kembali, kenapa tidak mengabariku dan bagaimana keadaan ayah?" tanya Azka bertubi tubi.
"Haha lihatlah papamu ini sehat sangat sehat boy"ucap Baron seraya mengurai pelukan diantara ayah dan anak itu.
"Ck ayah selalu saja bilang sehat lagi pula bukankah ayah sedang perawatan kenapa bisa ada disini?" tanya Azka kepada sang ayah tercintanya itu.
"Perawatan jalan boy, papa kangen mamamu papa gabisa jauh jauh dari mamamu jadi papa kembali untuk mengobati sakit papa karena rindu" terang sang ayah.
"Cih ayah bisa saja"
"Dan apa ini boy, kamu tinggal di apartemen ? apa rumah sudah tidak membuatmu nyaman? dan apa kamu tidak kasihan pada ibu dan adikmu yang selalu kesepian? tanya Baron sedikit kesal terhadap putra sulungnya itu.
"hehe maaf ayah, Azka benar benar ingin hidup mandiri. Azka ingin belajar menjadi pria yang bertanggung jawab dengan kehidupan Azka. Dan anggap saja ini itung itung berlatih jika Azka sudah menikah nanti, pasti tanggung jawab Azka bertambah. Maka dari itu Azka ingin hidup mandiri dan belajar menjadi orang yang bertanggung jawab dari sekarang." mantap Azka kepada sang ayah.
"Aku mendukung semua yang menjadi keputusanmu, Papa tau kamu pasti tidak akan mengecewakan papa" Ucap Baron kembali memeluk putra sukungnya yang kini sudah tumbuh besar menjadi seorang pimpinan yang memimpin perusahaannya. Diusapnya kepala sang putra.
"Maaf pa, Azka sudah mengecewakan papa. Azka sudah merenggut kesucian seorang gadis yang tak lain dan tidak bukan adalah sekertarisku sendiri, Sekertaris Alexa" Batin Azka
"Ayah kenapa kemari, kenapa tidak istirahat saja dirumah?" tanya Azka
"Papa ini kangen kantor papa, kantor tempat papa menghasilkan uang untuk keluarga papa"
"Kalau begitu duduklah yah, Sekertaris Tio silahkan duduk juga" Azka mempersilahkan keduanya duduk, memang Sekertaris Tio adalah orang yang luar biasa begitu patuh dan setia, bahkan saat kedua majikannya itu masih berdiri ia enggan untuk duduk dan masih senantiasa berdiri di belakang Ayah Azka.
"Sekertaris Alexa" Alexa yang terpanggilpun menoleh kemudian fokus kembali keberkas berkas yang menggunung itu ia masih tidak sadar jika itu adalah presdirnya. Kemudian Alexa menghentikan tangannya dan berdiam seakan mencerna keadaan, Lalu seketika Alexa berdiri dan menundukkan tubuhnya
"Presdir ada yang bisa saya bantu?" Ucap Alexa tergesa. Azka menyunggingkan bibirnya ia tersenyum melihat kelakuan sekertarisnya
"Iya tolong buatkan kopi ya 3 air putih 2"
"Baik presdir"
"Oke saya tunggu diruangan saya"
"Hah bodoh lu Alexa tadi Tuan besar dan Ayah sekarang ke gep Presdir ck sial bener gue hari ini" Batin Alexa seraya melangkahkan kakinya menuju bagian dapur. Alexa menyeduh kopi dengan takaran seimbang. Kemudian Alexa melangkahkan kakinya menuju ruangan sang presdir dibawanya nampan berisi minuman itu dan menyusunnya diatas meja.
Alexa mulai menapakkan lututnya dilantai dan berjalan sedemikian dari jarak yang lumayan jauh hingga mendekati meja yang dikelilingi Ayah, Tuan besar, dan Azka.
"Terima kasih Sekertaris Alexa, bagus bagus saya suka kinerja dan tingkah laku anda" puji Baron lagi.
__ADS_1
Alexa menundukkan kepalanya. Tak lama ia berdiri dan membungkukkan badannya seraya kembali keluar ruangan presdirnya.
"Tuan apa Alexa sering membuat kesalahan? Hukum saja dia dan jangan lupa untuk selalu menegurnya ketika dia salah" pesan Sekertaris Tio
"Tentu" Balas Azka seraya tersenyum.
"Pulanglah kerumah boy saat ayah masih dirumah" titah Baron kepada Azka.
"berapa lama Ayah disini?"
"Ayah di sini hanya seminggu, setelah itu ayah harus kembali untuk pengobatan lagi."
"Baiklah ayah, Azka akan pulang selama Ayah masih disini."
"Good boy"
"Papa lihat saham kita naik setelah kamu kelola, Papa senang ternyata kamu tidak mengecewakan papamu ini." ucap Baron
"Ayah terlalu memuji Azka, itu semua berkat kerja keras dan usaha dari semua komponen yang ada dikantor."
"Lagipula baru naik beberapa tingkat yah, kita belum masuk 3 besar di Asia"
Nampak sang Ayah mengangguk anggukkan kepalanya. Wajah bahagia tidak dapat ia sembunyikan sedikitpun. Baron sangat bangga kepada Azka baru saja ia menjabat perusahaannya berhasil menduduki posisi keempat diAsia, setelah lama hanya menduduki posisi ke sepuluh. Ini merupakan capaian yang besar sekali untuk porsi Presdir baru.
Azka memang terkenal ramah, jujur, rajin , dan tekun sejak ia kecil maka tak jarang banyak sekali orang bahkan kolega yang menyukai dirinya saat ini, Didikan Baron yang tegas dan bijaksana ia turunkan kepada anak anaknya sehingga apa yang mereka tanam itu yang mereka tuai.
Azka memang sedari kecil dibentuk untuk menjadi seorang presdir diperusahaannya, sedangkan Emilie adik Azka ia tidak akan mau meneruskan perusahaannya jadi Ayah Azka tidak banyak mengharap dari putri bungsu nya. Emilie bahkan lebih senang untuk menjadi seorang model dan perancang busana namun Baron melarangnya, Ia tidak ingin banyak kasus dan skandal nantinya saat Emilie telah terkenal dengan usahanya sendiri. Kini Emilie masih melanjutkan studinya dibidang kedokteran.
Sore hari menyapa, Baron dan Sekertaris Tio sudah pulang beberapa saat yang lalu kini tinggal lah Azka yang masih berada diruangannya seraya menghabiskan tumpukan gunung kertas itu.
Setelah hampir selesai, Azka berniat menemui sang kekasih pujaannya baru nanti pulang kerumah.
Pekerjaannya dengan cepat sudah Azka selesaikan, Ia bergegas merapikan pakaiannya dan keluar membawa tas jinjing dengan beberapa berkas didalamnya.
"Sekertaris Alexa, Saya ada urusan anda boleh pulang sehabis ini" Ucap Azka ketika melewati meja sang sekertaris candunya yang dijawab anggukan.
Bersambung,
Adeop
...----------------...
__ADS_1
Like komen dan vote yaa🖤
Tunggu kelanjutan ceritanya yaa