
Azka dan Alexa kini sudah sah menjadi pasangan suami Istri, Kini saatnya Alexa dibantu Rara berkemas barang barangnya.
"Ra, aku sudah menjadi Istri orang sekarang. Terimakasih atas semua yang kamu lakukan untukku selama ini, pulanglah ke Cafeku dan tolong bantu aku mengelola cafe itu untukku. Aku tahu kamu pasti tidak punya tempat untuk pergi lagi kan? ingatlah kamu punya aku Ra, Jadikan Cafeku sebagai rumahmu" ucap Alexa pada Rara
"Mba Alexa terimakasih banyak, aku janji akan selalu mengelola cafe mba Alexa. Terima kasih sudah dipercaya untuk menjaga cafe mba Ale" ucap Rara seraya memeluk Alexa erat.
"Tentu, jika kamu perlu sesuatu kamu bisa menghubungiku atau hubungi kak Rendhy" pesan Alexa yang dijawabi anggukan. Mereka akhirnya sudah selesai mengemas barang barang Alexa yang sebenarnya tidak perlu dibawa namun Alexa bersikeras untuk mengemas barang barangnya seperti foto sang mama dan beberapa buku catatan yang penting menurutnya.
"Sudah selesai, yuk kita turun mbak" ajak Rara. Alexa dan Rara kini turun menggunakan lift karena Alexa sudah dilarang keras menggunakan tangga, sampai dibawah Azka yang sedang mengobrol dengan Sekertaris Tio menoleh kearahnya.
"Sudah semua? sini aku bawakan" tanya pada Alexa kemudian Rara memberikan kopernya.
"Yasudah kita pamitan sama papa dulu habis itu baru berangkat ya" ucap Azka pada Alexa seraya meraih tangannya.
"Ayah Alexa pamit dulu ya, Ayah baik baik disini nanti Alexa akan sering kemari menjenguk ayah" pamit Alexa seraya mengecup kedua tangan ayahnya.
"Iya baik baik dengan suamimu" ucap Sekretaris Tio seraya memeluk putrinya.
"Ayah kami pamit dulu" ucap Azka seraya berpamitan.
"Tentu hati hati dijalan" ucap Sekretaris Tio pada menantunya seraya menepuk bahu Azka.
Azka dan Alexa kini sudah berada di apartemen Azka, sebenarnya Azka sudah mempersiapkan rumah baru untuk ia tinggali tapi dia ingin memberikan kejutan sekaligus mendekatkan diri dengan Alexa terlebih dahulu jadi dia sementara akan tinggal di apartemen.
"Tidak apa apakan kalo kita sementara tinggal di apartemenku dulu?" ucap Azka seraya meraih tangan Alexa.
"Iya" ucap Alexa seraya mengangguk.
Kini Azka dan Alexa sudah keluar dari mobil seraya bergandengan tangan dan menuju kelantai atas tempat apartemen Azka berada.
"paswordnya adalah tanggal ulang tahunmu, yuk masuk" ucap Azka pada Alexa.
__ADS_1
"Ini kamar kita, disini hanya ada 2 kamar satu kamar sisanya hanya ruang baca saja. Istirahatlah aku akan mandi lebih dulu" ucap Azka seraya mengusap kepala Alex.
15 menit kemudian Azka yang sudah selesai mandi mendekati ranjang tempat istrinya saat ini sedang terpejam, saat hamil selain cepat membuat Alexa lelah ia juga mudah mengantuk seperti saat ini ia sudah mendengkur halus diranjang suaminya. Azka mengusap pipi Alexa pelan seraya berkata "Aku janji tidak akan pernah menyakitimu lagi, terimakasih sudah menjadi istriku" Alexa terusik tidurnya ia mulai membuka matanya. Ia terkejut melihat pandangan perfamanya adalah sosok Azka yang saat ini tidak mengenakan baju hanya handuk yang melingkar di pinggang menutupi area bawahnya.
"Ini aku, hei kenapa kau begitu terkejut" tawa Azka pecah ketika melihat gelagat Alexa yang menurutnya menggemaskan.
"Sudah sana mandi dulu, aku akan membelikan makan malam untuk kita" ucap Azka seraya mengecup singkat kening Alexa.
"Ih bisa bisanya aku gasadar kalau aku malah tidur" ucap Alexa sebal karena tadi dia ingin membersihkan wajahnya tapi ketika sudah bertemu kasur auto membuatnya molor. Alexa kini sudah selesai dengan ritual mandinya ia melenggang dengan handuk kimono yang dia kenakan. disaat yang bersamaan Azka masuk membawa banyak makanan.
glek...
Azka yang melihat Alexa begitu seksi hanya mampu menelan ludah, Ia mendekati Alexa yang mulai mundur kebelakang. Azka membalikkan badan Alexa hingga kini punggung Alexa menempel didada bidang Azka. Azka memeluk Alexa dari belakang, jangan ditanya jantung Alexa berdegub dengan kencangnya.
Azka mencium leher Alexa, kemudian beberapa saat kemudian Azka tersadar apa yang dia lakukan mungkin Alexa masih trauma. kemudian Azka berbisik "Maaf aku tidak akan memaksamu untuk memberikan malam pertama untukku tapi bolehkah aku mengusap perutmu?" ucap Azka yang dijawabi anggukan ragu Alexa.
Azka kini mengusap perut buncit Alexa dengan pelan, Kemudian tidak puas Azka kini berjongkok didepan perut Alexa. "Hai baby, its your daddy. apa kamu baik baik saja didalam sana?" ucap AZka seraya berbisik diperut Alexa. Alexa tersenyum melihatnya entahlah mimpinya selama ini menjadi kenyataan, keinginan perutnya dielus oleh Azka akhirnya terwujud. Bayi didalam kandungan Alexa merespons ucapan ayahnya dengan memberikan tendangab tendangan kecil diperutnya.
Tidak lama setelah itu Alexa meminta makan
"Aku lapar" ucap Alexa yang langsung dijawabi anggukan oleh Azka
"Aku malah lupa jika aku kemari untuk memanggilmu makan. ayo kita makan tadi sudah aku siapkan dimeja"
Alexa makan dengan lahapnya, entahlah dia benar benar suka makan selama menjadi ibu hamil. Azka yang melihat istrinya makan begitu lahap hanya memandang sekaligis terkekeh "Makan pelan pelan istriku, aku tidak akan mengambilnya darimu" ucap Azka seraya menambahkan nasi pada piring Alexa.
"maksut kamu ngomong kaya gitu apa? kamu ngatain aku?" ucap Alexa kesal.
"Ee anu engga kok ini makan yuk" ucap Azka takut karena Alexa terlihat kesal.
"Huft aman, ternyata benar hormon ibu hamil sangat sensitif" batin Azka.
__ADS_1
Alexa yang sudah selesai makannya menatap Azka yang saat ini memandangnya.
"Kenapa?" tanya Alexa pada suaminya itu
"kamu mau lagi pengen makan apalagi" tawar Azka yang langsung ditolak Alexa.
"No aku sudah kenyang." jawab Alexa
Malam makin larut kini Azka dan Alexa tidur diranjang yang sama, mereka tidur dengan saling membelakangi. Azka berusaha keras menahan agar tidak menerkam Alexa, namun tentu ia adalah pria normal lagi pula ini adalah malam perfamanya dengan istrinya.
"Alexa" panggil Azka lirih, ia ingin mengetes istrinya apakah di masih bangun atau sudah tidur.
"Kenapa" ucap Alexa tanpa berbalik ia tahu bahwa mungkin suaminya menginginkan malam pertama tapi bagaimana itu terjadi.
"Bolehkah aku memelukmu?" ucap Azka
"Iya" jawab Alexa singkat. Kini Azka mendekat dan memeluk Alexa dari belakang, ia mengjsap usap perut Alexa gemaz.
Azka yang masih diam membuat Alexa berbalik jujur karena ia sudah jengkel tidur menyamping kekanan terus. kemudian Alexa terkejut kala Azka masih belum tidur. dia dan Azka saling pandang kemudian
cup
Azka mencium bibir Alexa, ciuman tadi berubah menjadi hisapan dan saling menyesap. tak lama Azka melepaskan pagutannya, dan megusap bibir Alexa yang sudah basah karena ulahnnya dengan jempol.
"Maaf aku tidak tahan tadi" ucap Azka yang seperti ketakutan, takut menyakiti Alexa. Alexa yang melihat wajah suaminya sudah sayu menahan segalanya memulai untuk kembali mencium bibir Azka.
"eungh" lenguhan lolos dari mulut Alexa kala Azka kini sudah memegang kedua bukit sintal yang makin berisi itu.
"kau yakin akan melalukannya bersamaku? aku tidak akan bisa berhenti jika aku sudah mulai" ucap Azka dengan pandangan sayu
"lakukan pelan pelan, dia didalam" ucap Alexa seraya menunjuk perut buncitnya. Azka terkekeh "tentu sayang aku akan pelan" Azkapun menyerang mereka saling menyesap satu sama lain, rasa Azka yang sudah lama tidak melakukannya benar benar seperti kehausan, Alexa sendiri merasa kasihan pada Azka karena biar bagaimanapun ia pria normal pasti dimalam pertama ia pasti menginginkannya.
__ADS_1