Kesalahan Terbesarku

Kesalahan Terbesarku
dilamar


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian, Azka terus berusaha bahkan perusahaan yang selama ini ia pegang mampu mengalami kenaikan profit yang luar biasa. Hal itu membuat Baron sangat bangga, Azka mampu bangkit dan membuktikan padanya bahwa ia sudah berubah. Selama ini dalam Beberapa minggu Azka juga terus menerus datang kerumah Alexa, awalnya kedatangan Azka begitu ditolak oleh Sekretaris Tio namun karena kegigihannya akhirnya sedikit demi sedikit Sekretaris Tio mau memberikan izin untuk menemui putrinya.


"Ra, tolong tanyakan pada Alexa dia ingin dibawakan apa hari ini. Tapi ini nanti aku datang agak sedikit telat karena harus rapat yang gabisa ditunda lagi" ketik Azka melalui whatsapp Rara. Azka selalu berkomunikasi dengan Rara karena Alexa yang tidak mau membalas pesan apapun yang Azka kirim jadi Azka selalu mendekatkan diri dengan Alexa melalui Rara.


"Mbak Ale sedang tidak mau apa apa mas Azka" balas Rara.


"Oke terima kasih ya kalau gitu, nanti semisal dicari bilang hari ini aku datang agak telat ya Ra" balas Azka yang langsung diberi emotikon jempol.


Azka semakin sering menemui Alexa, meskipun Alexa jarang menemui namun Azka bahkan tak pernah absen untuk tidak datang kerumah Alexa. Sekretaris Tio tidak akan mencampuri urusan keduanya, ia sudah percaya semua keputusan putrinya. Ia juga sudah mendengar dan melihat sendiri perjuangan Azka sehingga ia tidak akan melarang Azka mendekati Alexa.


Malam ini Alexa keluar dari kamar entah kenapa ia begitu rindu dengan sosok pria yang selalu datang kerumahnya, sudah pukul 7 malam namun pria yang ia tunggu tidak datang.


"Tidak biasanya dia jam segini engga datang" batin Alexa seraya menyusuri taman. Ia berhenti di Gazebo depan rumahnya, entah mengapa usia kandungan yang sudah mencapai 7 bulan lebih atau hampir 8 bulan membuatnya makin susah bergerak. Tiba tiba ada jas yang menyelimuti bahunya.


"Bumil kok diluar malem malem?" ucap Azka yang baru saja datang.


"Iya" jawab Alexa singkat. Azka kemudian duduk disamping Alexa seraya memandang teduh wajah wanita yang dicintainya.


"Maaf" ucap Azka


"Untuk?" jawab Alexa singkat


"Maaf karena datang terlambat" ucap Azka


"Oh, gadateng juga gapapa" ucap ketus Alexa.


"hmm yakin? tapi kayaknya ada yang nyariin tuh sampe keluar malem malem" goda Azka

__ADS_1


"siapa yang kamu maksut? pede gila" ucap sebal Alexa.


Azka diam ia ingin memandang Alexa lebih lama besar sekali rasa menyesalnya.


"Alexa" panggil Azka yang dijawabi daheman saja oleh sang empunya.


Azka masih diam dia kemudian menarik nafas dalam "Maaf"


"Apalagi?" ucap Alexa yang langsung menatap kearah Azka.


keduanya saling pandang kemudian Alexa memutus pandangannya dengan melengos kesamping.


"Maaf atas segala yang pernah aku lakukan, Maaf karena aku tidak bisa memahami perasaanku lebih awal, maaf karena harus membuatmu mengalami semua ini, dan maaf karena aku telah merebut kebahagiaanmu" ucap Azka tanpa mengalihkan pandanganmya sama sekali. Alexa tidak mampu berkata kata, setelah beberapa minggu kini Azka mengatakan hal yang membuat Alexa lemah diri.


"Alexa" ucap Azka lagi seraya memegang kedua tangan Alexa.


"Alexa setelah semuanya terjadi kamu taukan jika aku mencintaimu, aku tidak ingin hubungan kita hanya seperti ini terus." ucap Azka menjeda perkataannya kemudian menghembuskan nafas pelan.


"Alexa, aku ingin menikahimu. Izinkan aku yang berdosa ini menjadikan kamu sebagai istriku, menjadi ibu dari anak anakku, dan menua bersamaku?" tanya Azka. Alexa hanya diam saja mendengar apa yang diucapkan Azka.


"apakah kamu gaada sedikitpun rasa untukku?" tanya Azka.


"A- aku" ucap Alexa terbata bata.


"Apa selama ini kamu kurang percaya atas semua yang aku lakukan untukmu? bisakah kamu lihat jika aku benar benar mencintaimu? tolong jawab aku" ucap Azka seraya memegang erat kedua tangan Alexa.


"Aku tidak tahu harus berkata apa, munafik jika aku bilang tidak ada rasa apapun untukmu nyatanya kamu adalah pria pertama yang menyentuhku." ucap Alexa seraya meneteskan air mata

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu apa aku harus menerimamu, setelah semua yang kamu lakukan itu membuatku terlihat begitu jahat merebut kekasih sahabatku sendiri. Apakah adil jika aku hidup bahagia sedangkan apa yang aku jalani menyakiti sahabatku sendiri hiks.. " tangis Alexa tidak dapat ia tahan lagi.


"Sstt.. bisakah kita mulai semuanya dari awal? aku yakin Ailsa tidak seperti yang kamu fikir. Dia pasti akan mengerti atas semua yang terjadi. Aku janji aku akan menjelaskan semuanya pada Ailsa dan mengakhiri semuanya supaya kita bisa memulai hidup baru bersama. Aku mohon jadilah istriku, aku tidak ingin kehilangan wanita yang kucintai lagi" ucap Azka seraya menangkup kedua pipi Alexa.


Alexa mengangguk kemudian Azka langsung memeluk Alexa erat.


"Terima kasih Alexa" ucap Azka. Azka melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata dipipi Alexa.


"Kalau begitu aku pulang dulu, besok aku dan keluargaku akan kemari melamarmu. Sekarang ayo kuantar masuk kedalam dan istirahatlah" ucap Azka yang dijawabi anggukan oleh Alexa setelah itu Azka mencium kening Azka dengan durasi sebentar.


"Semoga keputusan yang aku ambil adalah keputusan yang benar" batin Alexa.


Pagi harinya dikediaman Dirgantara yang sudah disibukkan dengan segala persiapan untuk kerumah Alexa. Baron yang dari semalam sudah dikabari oleh Azka langsung mempersiapkan segalanya, Azka sudah siap dengan jas dibadannya.


"Cie gugup gak? mau mempersunting anak orang" ledek Emilie pada Kakaknya yang saat ini tengah tegang. Azka mengacak rambut emilie, "Iya gugup campur bahagia" ucap Azka.


Baron mengajak untuk berangkat sekarang karena tadi sudah menghubungi Sekretaris Tio jika persiapannya sudah siap.


"Ayo kita berangkat" ucap Baron yang langsung diangguki oleh keluarganya.


Tepat dikediaman Prastio, Alexa sudah didandani dengan cantiknya. Meskipun perutnya sudah buncit namun aura kecantikannya makin keluar. Tak beberapa lama rombongan keluarga Dirgantara sudab sampai dikediaman Alexa, Setelah Baron dan sekretaris Tio berbincang bincang akhirnya tiba sampailah ke acara inti. Alexa kini dipanggil untuk ikut bergabung menemui calon suaminya, Alexa didampingi Rara menuruni tangga dengan anggunnya. Azka melihat kearah Alexa tanpa berkedip sedikitpun.


"Terpesona ga tuh" sikut Baron pada putranya Azka. Alexa kini duduk disamping ayahnya Sekretaris Prastio,


"Saudara Azka, saya titipkan dan saya percayakan putri saya satu satunya padamu. tolong jangan pernah sakiti ataupun membuatnya terluka, jika itu terjadi saya mohon kembalikan dia pada saya secara baik baik sebagaimana hari ini kamu meminangnya baik baik" ucap Sekretaris Prastio.


"Saya berjanji akan menjaga dan melindunginya sampai maut memisahkan kami" ucap Azka dengan penuh keyakinan. Setelah perjanjian itu Kini Alexa dan Azka didudukkan dikursi yang sama, kemudian keduanya melakukan tukar cincin. Setelah semua itu kedua keluarga sepakat akan mendaftarkan pernikahannya besok secara agama dan negara namun pesta pernikahan akan dilangsungkan setelah Alexa melahirkan nantinya.

__ADS_1


__ADS_2