
Dirinya masih begitu terpukul mengingat kenyataan dan kisah percintaannya, Ia bahkan tidak menyangka dirinya akan tidur dengan bosnya. seketika kejadian dmei kejadian terlintas di benak Alexa, Saat dimana Azka menghujamka* miliknya kedalam Alexa, saat dimana dirinya mengerang kenikmatan akibat ulah Azka, Saat dimana mereka saling bercu*bu dan menger*ng bersama. Kejadian itu membekas di benak Alexa.
...----------------...
Pagi hari Azka bangun dirinya benar benar masih teringat kejadian kemarin malam, sejenak dirinya mengambil ponselnya dan melihat apakah ada notif yang muncul. Disana hanya tertera chat dari ibunya. Azka langsung beranjak menuju kamar mandi. Dirinya bersiap siap menuju kantor, awalnya Azka ingin izin namun dengan segala pertimbangan Azka memutuskan untuk tetap menuju kantor.
Berbeda dengan Alexa,Saat pagi hari dikala bangun dirinya langsung menangis wajahnya tidak bisa menyembunyikan raut sedihnya. Air mata selalu menghiasi wajah cantiknya.
tok tok tok...
"Non Alexa"
"Noon"
"Non Alexa" panggil seorang maid dirumah Alexa
"Ya, gimana bi?" tanya Alexa berteriak dari dalam dirinya enggan untuk membuka pintu
"Non ini sudah jam segini non Alexa tidak bekerja?" tanya bibi yang entah kenapa ikut berteriak agar sang majikan mendengar suaranya
"Libur bi, Alexa mau tidur seharian jangan ganggu ya" jawab Alexa bohong
"Non lalu sarapannya bibi antar ya"
"gaperlu bi antarkan makan siang saja"
"Baik nona" tak lama sang maid itupun segera menuju dapur lagi.
Alexa memutuskan untuk tidak bekerja, dirinya masih terpukul dengan kejadian yang menimpanya. Dia juga enggan untuk sekedar memberitahu bossnya jika dirinya tidak berangkat. Bodoamat dengan kerja dirinya sudah enggan untuk menjadi seorang sekertaris bosnya.
dua hari kemudian
Azka menengok jam terus menerus, saat itu waktu sudah menunjukkan Pukul 9 siang Alexa masih kunjung tidak datang. Pekerjaan Azka mulai berantakan,
"ini sudah dua hari tapi Alexa masih belum berniat untuk bekerja, akan sangat kacau jika dirinya masih belum memaafkanku" gumam Azka
Azkapun menelfon Alexa namun panggilannya selalu ditolak Alexa, Azka makin frustasi dibuatnya diapun mengacak acak rambutnya. Pekerjaannya begitu berantakan tanpa bantuan Sekertaris Alexa. Azka terus menerus menelfon tetapi hasilnya tetap sama selalu ditolak.
"Arrrgh kacau"
Azka memijit kepalanya merasakan begitu nyeri, Akhirnya Azka mengirimi beberapa pesan keponsel Alexa
Azka
Alexa angkat telfonnya
Alexa bisakah kamu mengangkatnya
Aku ingin bicara padamu
Pekerjaanku benar benar kacau, ayolah maafkan aku
Masih banyak pesan Azka yang masuk, namun Alexa sama sekali tidak membaca pesan itu satupun padahal dirinya dalam keadaan online
"Aku rasa dia membenciku" Azka sangat frustasi situasinya benar benar rumit. Ia menelfon Ailsa untuk meminta bantuan kekasihnya karena Alexa tidak mungkin menolak panggilan dari sahabatnya fikir Azka. Namun Azka tetap memutuskan untuk pergi kerumah Alexa setelah bekerja, ia memang harus dan wajib berbicara langsung kepada Alexa.
...----------------...
Siang ini Alexa membuka ponselnya disana banyak sekali pesan dan panggilan dari Azka yang masuk. Alexa masih tidak ingin melihat wajah bossnya itu
Ailsa panggilan masuk
"Ail?" monolog Alexa
__ADS_1
Dirinya bingung mau menjawabnya atau tidak, Akhirnya dirinya memutuskan untuk menjawab panggilan dari sahabatnya itu
"Lexaa"
"iya Ail gimana?"
"lo ga berangkat kerja ya?" tanya Ailsa
"Iya kok lu tau?" Alexa tanya balik kepada Ailsa
"Iya soalnya Azka itu bilang dirinya sibuk banget jadwalnya gak keatur gaada kamu, emang kamu kemana sih?"
degg sudah dia duga kalau Azka bakal minta tolong sahabat eeeh pacarnya untuk menghubunginya
"eng enggak Ail, gue cuman rada gaenak badan" bohong Alexa
"lu sakit lexa? Gue kerumah lo ya?"
"jangan Ail jangan plis, gue cuman butuh istirahat aja kata dokter gue kecapean jadi gue udah minta cuti 3 hari buat bedrest total" bohong Alexa lagi
"Maafin gue Ail maaf banget" batin Alexa
"em gitu yaAmpun cepet sembuh ya cayangnya akuu, besok aku tegur Azka biar engga bebanin kamu, lihat kan sekarang jadinya kamu malah sakit deh"
"nggapapa Ail, udah dulu ya gue abis minum obat ngantuk jadinya" Alih Alexa
"Yaudah selamat bobo ya Alexa cayangg cepet cembuhhh" ucap Ailsa
"iya makasih ya Ailsa"
"sama sama"
Alexapun mengakhiri panggilan tersebut, Sesaat dirinya berfikir dia tidak bisa lari dari tanggung jawab. Mengingat menjadi seorang pemimpin perusahaan tidaklah mudah dirinyapun walau hanya menyiapkan keperluan keperluan sang boss masih kualahan.
Tapi disisi lain Alexa sangat sedih, dirinya masih belum siap bertemu bossnya itu.
...----------------...
Tok tok
Tak lama pintu pun terbuka disana terlihat seorang maid dirumah Alexa membukakakn pintu untuk Azka.
"Selamat Sore Tuan Azka" dengan sedikit membungkukkan badannya
"Selamat sore,Alexa ada?"
"Ada Tuan silahkan masuk"
Setelah itu Azka masuk dan duduk disofa, sembari menunggu Alexa dirinya memberitahu Ailsa jika dirinya sedang berada dirumah Alexa untuk mengambil berkas. Azka memang tidak ingin Ailsa salah paham namun disisi lain dirinyapun tak kuasa memberitahukan maksud kedatangannya kesana.
tok tok
"Nonn... Non Alexa"
"Ya bi" Alexapun membuka pintu
"Non dibawah ada Tuan Azka"
"Suruh pulang aja bi, Alexa lagi gapengen ketemu siapapun" jawab Alexa
"Tapi non" Alexa langsung menutup pintu kamarnya
"ngapain sih dia kemari" batin Alexa
"Tuan, maaf non Alexanya sedang tidak ingin bertemu siapapun tuan" ucap Bibi itu dengan takut
"Kalau begitu apa boleh saya naik kekamarnya?" tanya Azka.
"em ee-emm silahkan tuan" jawab sang maid dengan terbata.
__ADS_1
Tak lama Azka mengetuk pintu Alexa
"ngapain sih bibi" batin Alexa
"Alexa tolong buka pintunya, kita harus bicara"
"hah" Alexa terkejut karena yang mengetuk pintunya bukan sang maid tapi bossnya
"Alexa tolong bukalah, saya harus berbicara dengan anda"
"Sekertaris Alexa, tolong izinkan saya berbicara sebentar" ucap Azka dengan senantiasa mengetuk pintu kamar Alexa
Alexa berfikir keras dirinya benar benar bingung apa yang akan dirinya lakukan, akhirnya ia memutuskan untuk membuka pintu. Pintu terbuka disana nampaklah sosok Alexa yang tampil cantik tanpa make up wajahnya terlihat begitu natural. Sesaat Azka memandangi Alexa dalam dalam terbesit di fikiran Azka "kalau dilihat lihat lagi Alexa ternyata begitu cantik dengan rambut tergerai, matanya indah dengan bulu mata yang lentik, hidungnya yang mancung, bibirnya yang merah ranum membuatnya ingin langsung melahapnya"
"Kenapa tuan Azka yang terhormat kemari? tidak puas merusak hidup saya?" tanya Alexa sinis
Azkapun mulai sadar tujuannya kemari, dirinya langsung masuk kekamar Alexa dan langsung mengunci pintu ditariknya Alexa dan menghimpitnya dipintu. Jarak mereka begitu dekat bahkan nafas Azka mengenai Alexa mereka saling tatap begitu dekat.
Setelah lama saling pandang Alexa mulai berontak dirinya memukul mukul dada Azka dan mendorongnya agar menjauhi dirinya namun tenaganya kalah kuat dengan Azka.
"Mau apa lagi kamu" bentak Alexa yang mulai ketakutan
"Alexa kita harus bicara" jawab Azka dengan tatapan sayu menahan gai***, Azka mulai mendekat kearah Alexa dirinya seakan terhipnotis oleh bibir ranum milik Alexa. Semakin dekat dan dekat hingga hidung mereka telah menyatu dan Azka sudah mulai memiringkan wajahnya sesaat Alexa langsung memalingkan wajahnya.
"Hentikan jika kamu tidak ingin membuatku makin benci padamu" teriak Alexa menyadarkan Azka, dirinya langsung mengikis jarak dari tubuh Alexa.
"Maaf" ucap Azka lirih
"Alexa kamu pasti tau tujuanku kemari dan aku mohon padamu kembalilah bekerja, pekerjaanku benar benar berantakan sekarang" ucap Azka memohon
"Itu bukan urusan saya dan saya akan mengajukan resign saya" ucap Alexa
"Noo please" Azka mulai menggenggam tangan Alexa
"Aku mohon kembalilah bekerja, bukankah kamu sekertaris yang profesional? apakah begini tanggung jawab dan kinerjamu?" ucap Azka
"terserah anda menilai saya seperti apa, saya tidak peduli" Jawab Alexa seraya melepaskan tangan Azka.
Azka mulai menggenggam tangan Alexa lagi meskipun mendapat perlawanan dirinya masih berusaha menggenggam tangan itu.
"Bukankah kau tau penalty apa yang akan kau dapat jika kau mengingkari kontrak kerja?" Ucap Azka mengingatkan Alexa. kini Azka mulai menampakkan senyum seringai ternyata dengan ini bisa membuat Alexa tidak jadi resign terbukti Alexa yang mulai memasang wajah bimbang
"Saya yakin kamu tau benar, hei kamu lihat saya. Kita berdua memang melakukan kesalahan tapi saya janji saya tidak akan memberitahukan kepada ayahmu mengenai ini. Kejadian ini hanya kita berdua yang tau dan jika kita berdua diam tanpa orang lain tau akan hal ini maka kita berdua aman, Anggap seperti tidak ada apa apa yang terjadi right?" ucap Azka meyakinkan Alexa.
Alexa mulai paham dan terbuka, memang benar yang dikatakan Azka jika hanya mereka berdua yang tau namun jika Alexa bersikap demikian semua orang pasti akan tau.
"em saya"
"Kembalilah bekerja aku mohon, lanjutkan kewajiban dan tanggung jawabmu"
"Saya masih butuh waktu"
"Aku beri kamu waktu satu hari lagi, Pekerjaanku benar benar berantakan" ucap Azka
Alexa menatap mata Azka disana benar benar terlihat Azka tulus meminta maaf padanya.
"Baiklah"
"really? aku tau kamu tidak akan mengecewakanku" Azka langsung memeluk Alexa disana jantung Alexa terasa berdebar kencang. Tak lama Alexa mengurai pelukan Azka, namun Azka masih setia memandangi Alexa. Dirinya mendekat lagi kearah Alexa semakin dekat dan
Bersambung,
Adeop
...----------------...
Hai hai cie keghosting wakaka
yuk yuk tinggalkan jejak kalian jangan lupa Like,komen
__ADS_1
vote juga yaa!
Gimana nih perasaan Alexa terhadap Azka? nantikan terus yaa🖤