Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Ana Apa Kamu Sibuk


__ADS_3

Tak terasa langkah kakinya Vano telah sampai membawa ke ruangan Ana sang pujaan hati sekarang dirinya masih di depan pintu Vano masih terpaku di tempat dan diam di tempat hanya di depan pintu ragu antara mengetuk atau tidak mengetuk, antara masuk ke ruangan atau tidak masuk ke ruangan, antara mengambil barang atau tidak mengambil baranga maksudnya mengambil hatinya Ana dengan cara mengajak makan bareng supaya Ana akan memuji dirinya baik hati karena mau mentraktir dirinya yang sebagai bawahan setelah beberapa puluh menit berpikir sekitar hampir tiga puluh menit berpikir antara sedang berpikir atau sedang mencuci piring hanya Vano yang tahu lalu dirinya bertekad masuk ke dalam ruangan Ana tanpa ragu dirinya mengetuk pintu


TOK TOK


Pintu di ketuk oleh Vano sedangkan Ana yang sibuk menyiapkan berkas untuk meeting langsung mendongakkan kepalanya untuk menatap ke arah pintu lalu mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk


"Masuk" ucap Ana sembari menyiapkan dokumen untuk meeting sementara Vano yang telah mendengar suara merdu Ana perlahan membuka pintu ruangan kerja Ana dan perlahan kakinya masuk ke dalam ruangan kerjanya Ana


"Ana apa kamu sedang sibuk sekarang ?" tanya Vano sambil melangkah mendekati Ana yang sedang sibuk membereskan berkas yang berhamburan di meja kerjanya sedangkan Ana langsung mendongakkan kepalanya untuk mencari dan menatap ke arah sumber suara yaitu Vano lalu dirinya menggelengkan kepalanya


"Saya sekarang sedang tidak sibuk bos" jawab Ana sembari mengulum senyum tipisnya sedangkan Vano tersenyum lebar dalam hati dia sangat bahagia ingin sekali dirinya loncat loncat seperti anak kecil namun dia sadar masih ada Ana, ingin sekali Vano loncat ke atas genteng tapi ketinggian jadi tidak jadi meloncat, ingin loncat loncat di atas meja nanti di kira katak


"Temani saya sarapan Ana" pinta Vano sembari menatap lekat ke wajah Ana sementara Ana yang di tatap lekat oleh Vano membuat dirinya salah tingkah sehingga langsung memalingkan wajahnya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali

__ADS_1


"Mau sarapan sekarang bos ?" tanya Ana masih memalingkan wajahnya dari Vano untuk menghindari tatapan Vano yang membuat dirinya jantungan maksudnya membuat jantungnya berdetak lebih cepat seperti musik dugem sedangkan Vano masih menatap Ana sembari menahan tawanya yang akan di luncurkan melihat ekspresi Ana


"Iya Ana ayo kita berdua ke kantin sekarang untuk sarapan apa kamu tadi sudah sarapan ?" jelas Vano lalu tangannya langsung menggenggam tangannya Ana yang masih duduk di kursi kerjanya lalu Ana tanpa menunggu lama langsung berdiri di samping Vano setelah melihat Ana berdiri Vano mulai menjalankan kakinya menuju ke kantin perusahaan miliknya di ikuti oleh Vano dengan tangan yang masih di genggam oleh Vano mereka berdua melangkahkan kakinya mereka menuju ke pintu untuk keluar dari ruangan Ana setelah sampai di pintu tangan Ana akan membuka pintu ruangan kerjanya namun tangan Vano lebih gesit membukakan pintu ruangan kerja miliknya Ana lalu Vano dan Ana keluar dari ruangan kerja miliknya Ana saat akan ke kantin perusahaan miliknya Vano tiba tiba Ana teringat untuk menutup pintu lalu dirinya berkata


"Sebentar bos saya mau tutup pintu dulu" yangizin Ana kepada Vano saat tangan Ana akan menutup pintu tangan Vano lebih dulu menutup pintu dan tangan yang satunya lagi masih sibuk menggenggam tangannya Ana melihat tayangan seperti itu membuat Ana menebarkan senyuman tipis di wajahnya


"Ayo Ana ke kantin perusahaan sekarang soalnya pintu ruangan kerjanya kamu sudah saya tutup" kelas Vano sembari menatap lekat wajahnya Ana membuat Ana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban


"saja tadi kamu sudah sarapan apa belum ?" tanya Vano sambil menatap lekat wajah sang pujaan hati sementara Ana langsung menganggukkan kepalanya mantap lalu dirinya berkata


"Ana walaupun kamu sudah makan kamu harus tetap memesan makanan dan minuman kamu tenang saja biar saya yang membayar pesanan makanan dan minuman kamu anggap saja sebagai bayaran karena kamu telah mau menemani saya kalau kamu cuma menemani saya makan doang saya yang ngga enak sama kamu" celoteh Vano sambil menatap ke arah Ana sementara Ana nampak berpikir sebentar lalu setelah itu dirinya menganggukkan kepalanya


"Iya bos nanti saya juga bakalan pesan makanan dan minuman tapi biar saya yang bayar makanan dan minuman saya sendiri saya ngga mengharapkan imbalan apapun saya mau menemani bos makan itu karena bos yang membayar dan memberikan gaji ke saya setiap bulan jadi sudah kewajiban saya menuruti dan melakukan semua perintah dari bos saya anggap menemani makan bos itu adalah perintah bos ke saya sebagai sekertaris" jelas Ana sembari mengukir senyum lebar sementara Vano tersenyum kecut karena dirinya tahu bahwa alasan Ana mau menemani dirinya makan adalah karena Vano atasannya sementara Ana sekretaris Vano

__ADS_1


"Bos katanya mau minta di temani sarapan ayo ke kantin sekarang" ajak Ana sambil menatap ke sembarang arah namun beberapa detik menunggu belum ada sahutan dari Vano membuat Ana menatap ke arah Vano dirinya melihat Vano tatapannya kosong entah apa yang di pikirkan oleh Vano membuat Ana punya ide mengangetkan lebih tepatnya menyadarkan dari lamunan Vano


"Bos" ucap Ana sembari melambai lambaikan tangannya syi depannya Vano membuat Vano mendadak membuyarkan lamunannya sekarang dirinya tersadar kembali setelah tadi dirinya sibuk menyelami pikirannya


"Ada apa Ana ? apa kamu sudah memesan makanan ? atau pesanan makanan kita berdua sudah datang?" tanya Vano bertubi tubi membuat Ana mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan Vano yang ambigu


" Bos melamun ? gimana mau pesan makanan sekarang saja kita berdua


ada di ruangan milik saya bukan sedang berada di kantin perusahaan kita berdua belum pesan makanan bos pesanan makanan kita berdua datang kalau di cafe atau di restoran ini itu di kantin perusahaan jadi kalau mau makan mengantri ke penjaga kantinnya" terang Ana panjang kali lebar sembari menahan tawanya yang hendak keluar sedangkan Vano menelisik dimana sekarang dirinya berada ternyata memang benar belum sampai ke kantin perusahaan malah masih di depan pintu ruangan kerja miliknya Ana membuat Vano tersenyum kikuk


"Ana ayo kita berdua ke kantin perusahaan sekarang soalnya saya sudah lapar"elak Vano mengalihkan topik pembicaraan sambil menatap ke arah Ana lalu mengumbar senyum manisnya lalu dengan cepat Vano menarik tangan Ana dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke kantin perusahaan sementara Ana juga tersenyum tipis lalu mengikuti langkah kakinya Vano menuju ke kantin perusahaan miliknya Vano


Safa mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang di dalam perjalanan dia terus mengumpat dan kesal karena papanya melarang Safa untuk mengejar Pram padahal Safa sangat mencintai Pram ibaratnya Pram adalah separuh makanannya maksudnya Pram adalah separuh nafasnya apalagi Safa sudah sangat mencintai Pram dari kecil sampai sekarang perasaan Safa ke Pram masih tetap sama mencintai Pram sebenarnya Pram berusia lima tahun di atas Safa

__ADS_1


"Gue cinta banget sama Pram dan gue ngga bakalan menyerah sebelum gue dapatkan Pram pokoknya gue harus bisa naklukin hatinya Pram dan bikin Pram jatuh cinta ke gue bahkan gue harus menikah sama Pram apa apaan papa pakai melarang gue buat mengejar ngejar Pram lagian ngga ada di undang undang larangan mengejar Pram dan ngga di tulis di undang undang juga larangan mengejar Pram kalau papa menyayangi gue harusnya papa dukung gue dong supaya gue bisa mendapatkan cintanya Pram dan gue menikah sama Pram gue bakalan buktikan ke papa kalau gue pasti bisa mendapatkan hatinya Pram dan gue bisa menikah dengan Pram" monolog Safa sambil tetap fokus menyetir mobilnya menuju ke perusahaan miliknya


__ADS_2