Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Pacarnya Lo Di Laminating


__ADS_3

Mendengar semua omongan Rahma tentang pacarnya membuat Devia melamun sehingga membuat Rahma yang sedang berceloteh tak di dengarkan oleh Devia beratus ratus juta kata telah keluar dari mulutnya Rahma namun tak satupun di dengar membuat Rahma menatap ke Devia yang sedang melamun Rahma mendekat ke telinga Devia lalu berteriak


"Devia" teriak Rahma di telinganya Devia dengan sangat keras melebihi kerasnya toa sementara Devia langsung membuyarkan lamunannya sontak mengeluarkan jurus kaget yaitu mendorong tubuhnya Rahma namun karena Rahma mampu menahan bobot tubuhnya membuat Rahma tidak jatuh mencium wanginya lantai


"Apaan sih Rahma ngagetin saja" ketus Devia sambil menyalakan mata tajamnya ke Rahma sementara Rahma memutar bola matanya malas


"Devia gue dari tadi berceloteh malah lo ngga dengerin semua omongan gue padahal lo sendiri yang minta di ceritakan awal gue bisa pacaran sama pacarnya gue yang kenal lewat dunia maya" sahut Rahma tak kalah ketus sedangkan Devia memberikan cengirannya


"Maaf Rahma soalnya cerita lo bikin gue iri pengin dapat pacar kayak pacar lo" gumam Devia tersenyum lebar sementara Rahma tersenyum menyeringai


"Devia pacarnya gue itu limited edition jadi walaupun di cari ke ujung dunia ngga akan nemu lagi soalnya barang langka" Rahma membanggakan pacarnya sementara Devia memutar bola matanya jengah


"Rahma pacar lo manusia jangan di samakan sama barang sekalian pacarnya lo di laminating buat awet dan tahan lama" canda Devia yang langsung mendapatkan toyoran dari Rahma


"Devia itu cuma perumpamaan doang kenyataannya pacar gue manusia bukan barang lo saja yang di laminating" ketus Rahma memalingkan wajahnya sedangkan Devia tersenyum devil

__ADS_1


"Awwww Rahma jangan main toyor dong main karambol saja sana" saran Devia sambil memegang kepalanya yang habis jadi sasaran empuk tangannya Rahma sementara Rahma tersenyum licik


"Devia gue sukanya main toyor soalnya bisa berantem kalau mau karambol ngga bisa berantem" ocehan Rahma menguar di telinga Devia


"Rahma gue harap gue seberuntung lo dapat pacar yang sangat sempurna walaupun kenal lewat dunia maya atau sosial media karena walaupun gue sudah berkali kali ketemu sama banyak lelaki tapi menurut gue belum ada yang cocok" terang Devia sambil tersenyum ke arah Rahma sementara Rahma ikut tersenyum manis ke arah Devia manisnya senyum Rahma tanpa pemanis buatan dan tanpa madu


"Devia semangat dalam mencari pacar dan calon suami" kata Rahma dengan penuh semangat dan antusias membuat Devia tersenyum lebar


"Makasih Rahma sudah beri saran kayak gitu ke gue bakalan gue coba saran dari lo" ucap Devia sembari tersenyum sumringah ke arah Rahma menganggukkan kepalanya mantap


"Sama sama Devia" jawab Rahma singkat sementara Devia masih mengumbar senyum lebar di wajahnya


"Mama papa mau berangkat ke kantor lebih dulu" ucap Satria sambil mengelus ngelus rambut Nia yang panjang dan tergerai sementara Nia hanya menganggukkan kepalanya samar


"Iya pah hati hati di jalan" jawab Nia sambil menatap lekat wajah suaminya "mama juga mau siap siap berangkat ke kantor juga" imbuh Nia sambil tersenyum tipis sedangkan Satria mengulurkan tangannya ke depan Nia sehingga membuat Nia tanpa di komando dan tanpa di komando langsung melancarkan aksinya yaitu mencium punggung tangan suaminya setelah itu Satria membalas dengan cara mencium kening sang istri

__ADS_1


"Iya hati hati mah" nasehat Satria sembari menatap lekat wajah sang istri sementara Nia tersenyum lebar mendapatkan perhatian dari suaminya walaupun dalam bentuk hal kecil seperti hati hati di jalan sudah cukup membuat hatinya Nia terbang melayang layang di udara


"Iya mama selalu hati hati koq mama ngga pernah menabrak semut juga lho pah" jelas Nia lalu terkekeh kecil sementara Satria ikutan terkekeh kecil gara gara perkataan Nia lalu Satria berkata


"Mama bisa saja becandanya" jawab Satria lalu berdiri dari tempat duduknya di ikuti oleh Nia yang juga ikut berdiri lalu Satria memeluk pinggang Nia dengan sangat erat bahkan semut saja tidak bisa menempel saking eratnya lalu Satria melangkah menuju ke halaman depan membuat Nia juga ikutan untuk melangkah menuju ke halaman depan


"Mama ngga becanda pah beneran mama ngga pernah nabrak semut" jelas Nia sambil ikut memeluk pinggang Satria dan tersenyum ke arah Satria yang sedang menatapnya


"Iya mah papa tahu kan mama sangat hati hati dalam mengendarai mobil makanya sampai ngga pernah nabrak semut" bangga Satria sambil tetap memeluk pinggang Nia dan matanya fokus menatap lekat ke arah wajah istrinya setelah dirinya menghentikan langkah kakinya sementara Nia terkekeh kecil dan tangannya masih bertengger di pinggangnya Satria dirinya juga ikut memberhentikan langkah kakinya dan mengikuti jejak kaki Satria


"Iya dong mah mama kan memang pintar dalam segala hal" Nia ikut membanggakan dirinya sendiri sembari tersenyum lebar sedangkan Satria menahan tawanya yang hampir meledak sambil menatap wajah istrinya yang bersinar melebihi sinarnya bintang


"Iya papa juga tahu kalau mama pintar dalam segala hal salah satu buktinya mama telah melahirkan dua anak buat papa itu artinya papa juga mama bergoyang di ranjang" goda Satria ceplas ceplos tanpa dosa membuat Nia melongo dan raut wajahnya berubah menjadi merah merona seperti kepiting rebus yang siap di santap


"Papa ngga usah mesum pakai bahas mama melahirkan dua anak segala padahal tadi bahasnya cuma pintar kenapa jadi membawa bawa anaknya mama dan bahas jago bergoyang di ranjang" celetuk Nia tangannya yang tadi bersemayam di pinggang Satria langsung di lepas namun sebelum tangannya Nia lepas dari pinggang Satria tangan Satria memegang tangannya Nia sehingga membuat mau tak mau tangannya Nia bertengger di kamarnya sehingga mau tak mau tangannya Nia bertengger di pinggangnya Satria lagi sedangkan Satria cuma menampilkan wajah tanpa dosa sambil tersenyum lebar ke arah Nia

__ADS_1


"Papa mesum sama istri papa sendiri ngga ada yang melarang mah tapi perasaan papa ngga kecuali kalau sekarang papa minta jatah ranjang dari mama baru mesum karena pagi pagi sudah minta jatah ranjang pintar juga ada hubungannya dan ada sangkut pautnya dengan anak karena mama terbukti pintar melahirkan anak yang papa tanam di rahim mama papa ngga bawa bawa anak ke sini mah karena papa cuma bawa mama doang ngapain bawa bawa anak anak ganggu kita berdua pacaran kan memang benar mama pintar bergoyang di ranjang untuk istilah bikin anak masa bilangnya jago bergoyang di panggung nanti di kira penyanyi" jelas Satria dengan kata kata tanpa di saring dahulu membuat Nia memalingkan wajahnya karena saat ini pipinya bertambah merah merona seperti tomat matang yang siap di olah menjadi masakan


"Papa ngga usah mesum sama mama ingat umur pah kalau papa minta jatah ranjang sama mama pagi pagi itu bukan mesum lagi tapi otaknya harus di cuci biar bersih kalau perlu pakai daia deterjen bubuk atau sampo biar bisa ih papa otaknya mesum banget bahas anak terus maksudnya mama itu membawa anak anak bukan anak anaknya yang di bawa langsung oleh papa kita sudah tua pah masih mikirin pacaran saja ya sudah papa ngga usah bicara kata bergoyang lagi intinya papa ngga usah bawel atau papa ngga bakalan dapat jatah dari mama" ketus Nia sembari mencubit pinggang yang tadi di peluk oleh dirinya membuat Satria tersentak kaget di sertai dengan ringisan oleh kelakuan sang istri Satria sepanjang jalan diam bukan karena kesaktian tapi karena ancaman istrinya


__ADS_2