
Vano mulai melangkahkan kakinya menuju ke kantin perusahaan miliknya meninggalkan Ana seorang diri mungkin hanya akan di temani oleh semut atau tikus yang lewat Vano pergi untuk memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan Ana dirinya kini melangkah ke kantin perusahaan miliknya sementara Ana yang mendapatkan perlakuan dari Vano menampilkan kedua pipi Ana yang merah merona seperti kepiting rebus yang siap di santap dan akan lebih enak kalau di tambah dengan kalau di tambahkan kecap dan makanan koq jadi bahas makanan sekarang lagi bahas Ana yang kedua pipinya merah merona mungkin ganti menjadi seperti tomat matang yang siap di bikin sambal apalagi di tambah ikan dan ayam pasti rasanya makin enak dan lezat lho koq jadi bahas makanan lagi ini lagi membahas mukanya Ana yang merah merona terserah mau seperti apa apa mau seperti kepiting rebus atau tomat matang
"Bos Vano ngapain pakai mengajak aku sarapan segala apalagi tadi pas ke sini bos Vano menggandeng tangannya aku banyak karyawan dan karyawati yang melihat aku di gandeng sama bos Vano pasti semua bakalan mengira aku ada hubungan sama bos Vano padahal aku sama bos Vano juga ngga ada hubungan apa apa selain sekertaris dan bos atau atasan" batin Ana sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
Vano melangkahkan kedua kakinya dengan cepat menuju ke penjaga kantin perusahaan miliknya untuk memesan makanan dan minuman yang ingin di pesan untuk dirinya dan Ana sang tambatan hati Vano melangkahkan kakinya dengan kecepatan tinggi supaya cepat memesan makanan dan minuman sehingga dirinya bisa duduk bersama dengan Ana sebenarnya bukan karena Vano lapar tapi karena Vano ingin secepatnya berduaan dengan sang kekasih hati tapi untuk saat ini statusnya baru calon kekasih hati setelah dirinya sampai di depan penjaga kantin perusahaan miliknya Vano langsung menatap ke arah penjaga kantin perusahaan miliknya yang sekarang sedang menatap dirinya sambil mengeluarkan senyum ramah kepada Vano
"Bu pesan nasi goreng dua porsi sama dua gelas jus nangka" ucap Vano memesankan makanan dan minuman yang ingin dirinya dan Ana konsumsi sambil Vano meletakkan kedua tangannya di saku celananya sementara penjaga kantin perusahaan miliknya Vano hanya menganggukkan kepalanya mantap sambil mengukir senyum lebar di wajahnya
"Baik bos" jawab penjaga kantin perusahaan miliknya Vano dengan singkat sambil tak pernah melunturkan senyuman lebar di wajahnya sementara Vano hanya menganggukkan kepalanya satu kali dengan mantap sambil memberikan senyuman tipis setelah mendapatkan anggukkan kepala dari Vano membuat penjaga kantin perusahaan miliknya Vano langsung bergegas undur diri untuk menyiapkan segala pesanan makanan dan minuman yang tadi di pesan oleh Vano
Vano menatap ke arah punggung penjaga yang akan menyiapkan makanan lalu Vano menatap ke arah tempat duduk dirinya dan tempat duduk Ana lalu Vano tersenyum tipis menatap ke wajah cantiknya Ana walaupun wajahnya Ana masih di tutupi dengan kedua tangannya sendiri bagi Vano itu sangat menggemaskan bahkan Vano saat ini ingin sekali mengeluarkan tawanya melihat Ana yang seperti itu namun Vano bisa menelan tawanya dan mengganti dengan senyuman tipis di wajahnya tapi senyuman itu sangat tipis sehingga membuat orang lain tak mengetahui bahwa Vano sekarang sedang tersenyum tipis saking tipisnya senyuman Vano membuat hanya Vano sendiri yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum
__ADS_1
"Gue harus ngungkapin isi hatinya gue ke Ana secepatnya tapi gue belum siap karena gue belum yakin sama perasaan Ana ke gue apakah Ana juga mencintai gue seperti gue yang mencintai dirinya ? tapi dari gelagatnya Ana gue yakin kalau Ana juga pasti mencintai gue apa sebaiknya gue ungkapkan rasa cinta gue ke Ana sekarang saja lebih cepat lebih baik walaupun gue yakin dan gue jamin ngga ada yang berani merebut Ana dari gue seandainya gue bilang kalau gue bilang gue sangat mencintai Ana pasti semua orang bakalan mundur dan ngga mau bersaing sama gue soalnya gue anak orang kaya dan jadi CEO di salah satu perusahaan terkenal di kota ini bukannya gue sombong tapi gue anak orang kaya raya dan gue juga jadi CEO di usai masih muda" monolog Vano sambil tetap menatap ke arah Ana lalu dirinya melihat lihat keadaan sekitar apakah di kantin perusahaan miliknya ada tikus yang lewat, atau ada ayam yang loncat loncat, atau ada burung yang berenang, atau ada hiu yang lomba makan kerupuk, atau ada katak yang ikut lomba balap karung kenapa jadi seperti ini maksudnya Vano sedang melihat lihat keadaan di kantin perusahaan miliknya apakah keadaan sepi atau sedang banyak orang
Saat Hendra sedang melamun tiba tiba Hendra mendengar ada suara sepatu berbunyi seakan suara sepatunya mendekat refleks Hendra melihat siapa yang datang dan ternyata Safa yang sedang melangkah ke arahnya dengan membawa makanan dan minuman untuk mereka berdua lalu Safa mendekat ke arah Hendra lalu Safa meletakkan makanan dan minuman di depan Hendra
"Maaf Hendra lama banget soalnya tadi mengantri lama banget sebenarnya aku tadi di tawarin sama pegawai aku supaya aku memesan makanan dan minuman lebih duluan tapi berhubung mereka semua yang datang lebih duluan aku jadi tetap menunggu mereka giliran jadi mereka semua yang pesan makanan dan minuman duluan" ucap Safa sambil duduk di sebelahnya Hendra sementara Hendra menanggapinya dengan senyum tipis dalam hatinya dia tidak menyangka hatinya Safa baik banget walaupun dirinya sudah sering melihat kebaikan Safa saat bersama dengannya
"Ngga papa Safa aku juga masih agak kenyang" jawab Hendra sambil tersenyum ke arah Safa sedangkan Safa mengerutkan keningnya
"Hendra kalau kamu masih kenyang kenapa kamu ikut aku sarapan ? mending kamu tadi tunggu aku di lobby atau di ruang kerjanya aku soalnya aku ngga enak kalau kayak gini" ucap Safa sambil menatap wajahnya Hendra sedangkan Hendra hanya terkekeh kecil menanggapi perkataan Safa lalu dirinya berkata
"Hendra asal kamu tahu aku itu wanita yang pemberani jadi kamu ngga perlu repot repot menemani aku" pekik Safa sambil menatap tajam ke arah Hendra sedangkan Hendra tersenyum kikuk
__ADS_1
"Safa aku tahu kamu wanita pemberani kalau boleh aku tahu kamu ada masalah apa sama papa kamu ?" tanya Hendra sambil memasang wajah serius menatap ke Safa sementara Safa tersenyum masam
"Hendra aku sangat lapar jadi aku mau makan dulu" jawab Safa mengalihkan topik pembicaraan sambil menatap ke arah Hendra sedangkan Hendra menganggukkan kepalanya sambil tersenyum sangat manis ke arah Safa
"Iya Safa kamu makan saja" jawab Hendra sambil menatap ke arah Safa sedangkan Safa mulai menyantap makanan miliknya
"Hendra kamu ikut makan dong aku jadi ngga enak kalau kamu cuma ngeliatin aku makan" perintah Safa lalu mengambil sendok yang ada di piringnya Hendra dan menyendokkan makanan lalu Safa menyodorkan sendok yang berisi makanan ke depan mulutnya Hendra lalu Hendra menerima suapan makanan dari Safa dalam hati dirinya sangat bahagia karena Safa mau menyuapi makanan untuk dirinya
"Makasih Safa kamu perhatian banget sama aku" balas Hendra sambil menatap ke arah Safa tanpa berkedip sementara Safa mengumbar senyum lebar di wajahnya sambil menatap Hendra lalu berkata
"Iya sama sama Hendra kamu itu rekan bisnis aku sekaligus sahabat aku walaupun aku sama kamu belum lama mengenal tapi perusahaan aku dan perusahaan miliknya kamu menjalin kerjasama itu artinya kamu dan aku jadi sahabat" jelas Safa panjang kali lebar sambil menoleh ke arah Hendra sambil terkekeh kecil sedangkan Hendra agak kecewa dengan jawaban Safa
__ADS_1
"Safa jadi kamu menganggap aku cuma sebagai sahabat ?" tanya Hendra sambil menatap ke arah Safa sementara Safa yang sedang menyantap makanan buru buru mengangguk setelah menelan makanan yang ada di mulutnya Safa berkata
"Iya Hendra cuma menganggap kamu sebagai sahabat" tegas Safa sembari memberikan senyuman lebar di wajah cantiknya sedangkan Hendra tersenyum masam sebagai jawaban