Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Mereka Berdua Menyumpal Telinga Mereka


__ADS_3

Devia dan Rahma yang kesal dengan ulah Elsa, yang mengagetkan mereka berdua melalui teriakan Elsa, langsung membuat Devia dan Rahma kompak menatap nyalang ke arah Elsa.


Sungguh Devia dan Rahma sudah tersulut emosi dan sudah mengeluarkan tanduknya di kepalanya, karena gara gara ulah Elsa membuat keduanya sampai bergeser dari tempat mereka berdua berdiri.


Elsa yang di tatap dengan tatapan nyalang seperti itu oleh Rahma dan Devia, malah ikutan membalas tatapan Devia dan Rahma dengan melototkan kedua matanya ke arah Rahma dan Devia secara bergantian.


"Elsa lo sengaja bikin kaget gue sama Rahma, gue itu ngga budeg dan ngga tuli, jadi lo ngga usah teriak teriak, karena tanpa lo teriak teriak kayak tadi gue juga bakalan dengar omongan lo" teriak Devia dengan suara yang lebih keras dan lebih kencang dari Elsa, sementara Rahma bukannya bahagia karena di bela oleh Devia, namun Rahma malahan kesal ke Devia.


Karena gara gara teriakan Devia membuat jantungnya Rahma hampir copot, bahkan jantung Rahma hampir menggelinding ke lantai gara gara mendengar suara teriakan Devia yang lebih keras dan lebih kencang dari Elsa, sedangkan Elsa menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.



Jujur kedua telinganya Elsa hampir pecah mendengar suara teriakan dari Devia, sehingga Elsa mengeluarkan jurus kagetnya berupa menutup kedua telinganya Elsa dengan kedua tangannya.


"Devia lo ngga usah teriak teriak kayak gitu, teriakan lo bikin telinga gue hampir meledak dan gendang telinga gue hampir rusak gara gara mendengar suara rombeng lo" teriak Elsa tak kalah keras dan tak kalah kencang dari suara teriakan Devia, sedangkan Devia yang mendengar kalau dirinya di jelekkan oleh Elsa langsung mendelik ke arah Elsa.

__ADS_1


Sementara Rahma langsung ikutan mengeluarkan jurus kagetnya sama persis dengan apa yang di lakukan Elsa, yaitu Rahma menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, sungguh Rahma ingin sekali menghilang dari area pertengkaran dan area pertempuran, lebih tepatnya Rahma ingin menghilang dari hadapan Devia dan Elsa.



Devia yang geram dan tersulut emosi langsung membuka mulutnya, karena Devia bersiap untuk menjawab perkataan maksudnya Devia bersiap menjawab teriakan dari Elsa, namun belum sempat Devia menjawab terdengar suara yang sangat tidak asing di telinganya Devia.



Suara tersebut berasal dari suara teriakan Rahma, karena Rahma geram dengan teriakan dari Elsa dan Devia, membuat Rahma turun tangan maksudnya membuat Rahma ikutan berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang.


Kini memang Rahma mengeluarkan suara teriakan yang lebih keras dan lebih kencang dari suara teriakan yang di keluarkan oleh Rahma dan Elsa.


"Elsa Devia kalian berdua ngga usah teriak teriak kayak gitu, gue masih dengar suara kalian berdua walaupun kalian berdua ngomong dengan suara sangat lirih, bahkan suara hati kalian berdua juga gue bisa dengar" teriak Rahma yang lebih keras dan lebih kencang di banding Elsa dan Devia, sedangkan Devia yang mendengar suara teriakan dadakan yang di keluarkan oleh Rahma, membuat Devia bergeser dari tempat dirinya berdiri, saking kagetnya menerima serangan dadakan berupa teriakan Rahma.


Sementara Elsa yang menutup kedua telinganya tak mendengar sama sekali teriakan Rahma, padahal suara teriakan Rahma itu lebih keras dan lebih kencang di banding suara teriakan Elsa dan Devia.

__ADS_1


Devia yang geram dan tersulut emosi gara gara teriakan Rahma, membuat Devia berteriak sekencang kencangnya, bahkan kalau semut dan kecoa bisa bicara pasti akan protes kepada Devia gara gara suara teriakan Devia yang hampir saja membuat semut terkena serangan jantung.


"Rahma sebenarnya gue ngga berniat berteriak, tapi Elsa duluan yang berteriak sehingga gue ikut ikutan berteriak, gue juga masih punya malu kalau harus berteriak teriak" teriak Devia mengeluarkan suara teriakan sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya, sedangkan Rahma dan Elsa kompak tidak mendengar suara teriakan dari Devia, karena kedua telinga Rahma dan Elsa itu di tutup dengan kedua tangan mereka berdua.


Sementara semua orang yang berada di kantin langsung menoleh ke arah Devia, hampir saja mereka yang ada di kantin memecahkan gelas atau piring yang ada di kantin gara gara mendengar teriakan Devia yang sangat keras dan kencang.


Devia tak menyadari tatapan dari semua pengunjung kantin, karena Devia masih fokus dan sibuk menatap nyalang ke arah Elsa dan Rahma secara bergantian.


Namun ekor mata Devia menangkap seperti ada yang menatapnya, membuat Devia langsung menatap ke orang yang menatapnya, betapa kagetnya Devia begitu melihat kalau seluruh pengunjung kantin sedang menatap ke arahnya dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan.


Devia kini merutuki kebodohannya, karena Devia baru sadar semua pengunjung di kantin kampus menatap ke arah Devia karena suara teriakan Devia, namun sedetik kemudian Devia juga tersadar kenapa Elsa dan Rahma hanya diam saja seperti tak menanggapi omongan Devia, lebih tepatnya Elsa dan Rahma tak menanggapi teriakan Devia, karena mereka berdua sampai saat ini tak menjawab walau satu patah katapun.


"Gue baru ingat kalau Rahma dan Elsa kompak menutup kedua telinganya mereka berdua dengan tangan, pantas saja Rahma dan Elsa ngga dengar suara teriakan gue, karena mereka berdua menyumpal telinga mereka, gimana dong ini kenapa malah gue jadi bahan tontonan orang orang pengunjung kantin, pasti mereka berdua menatap gue seperti itu karena mereka berdua heran kenapa gue sampai teriak teriak seperti tadi, ini semua gara gara ulah Rahma dan Elsa yang bikin malu, awas saja kalian berdua gue bakal balas perbuatan kalian berdua" batin Devia sambil memutar otaknya.


Setelah beberapa menit berpikir kini sepertinya Devia menemukan ide briliant, membuat Devia menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, entah apa yang ada di otak dan kepalanya Devia hanya Devia yang tahu.

__ADS_1


"Sebenarnya kalau Rahma dan Elsa ngga


jawab omongan gue, pasti semua orang di kantin ini akan menyalahkan Rahma dan Elsa, karena gue sampai teriak dengan sangat keras dan sangat kencang namun Rahma dan Elsa ngga dengar suara gue, pasti semua pengunjung kantin di kampus ini bakalan menuduh kalau Rahma dan Elsa itu budeg dan tuli makanya sampai ngga dengar suara teriakan gue, pasti semua yang ada di kantin kampus berpikir gue sampai berteriak ngga di dengar oleh Rahma dan Elsa apalagi kalau gue ngga berteriak, jadi gue ngga perlu malu kalau tadi gue teriak sampai menjadi bahan tontonan buat para pengunjung kantin kampus" batin Devia sambil menatap ke arah Elsa dan Rahma dengan tatapan licik.


__ADS_2