Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Pram Disiplin Waktu


__ADS_3

Dana masuk ke rumah lalu meletakkan gelas dan piring kotor yang habis di gunakan oleh dirinya dan suaminya untuk sarapan lalu Dana membawa ke dapur setelah sampai di dapur Dana meletakkan gelas kotor dan piring kotor ke meja dapur lalu Dana langsung berjalan menuju ke arah kamar Pram untuk melihat apakah Pram masih tertidur atau sudah terbangun


"Pram sekarang pasti ngga ada meeting atau ada meeting nya nanti siang sehingga Pram masih leha leha di kamar biasanya Pram disiplin waktu dan tidak pernah terlambat dia juga mandiri tidak perlu repot repot orang lain membangunkannya karena Pram memasang alarm dan kalau dengar alarm mata Pram pasti otomatis terbuka" monolog Dana sambil tetap melangkah menuju kamar Pram setelah sampai di depan kamar Pram lalu dia membuka pintu kamar Pram setelah itu dia masuk perlahan matanya langsung menangkap Pram yang masih memejamkan matanya dan masih memakai selimut menutupi sebagian badannya membuat Dana tersenyum lebar melihat Pram yang masih tidur dengan sangat nyenyak


Berlian membawa gelas kotor dan piring kotor yang di pakai buat sarapan ke dapur untuk di cuci itu memang pekerjaannya sehari hari Berlian karena suami Berlian pengusaha besar dan punya banyak cabang kantor sehingga dia hanya menjadi ibu rumah tangga biasa namun dirinya tetap senang dan menikmati perannya sebagai ibu rumah tangga


"Semoga papa ngga terlambat ke kantor karena harus mengantarkan Devia dan Fendi ke kampus dulu apalagi tadi Devia kesiangan padahal pagi ini papa bilang ada meeting lagian Devia ngga mau menyetir mobil sendiri sedangkan Fendi belum di izinkan menyetir mobil oleh suami aku jadi papa kasihan ke kantornya harus mengantar mereka berdua dahulu ke kampus" gumam Berlian sambil tetap melangkah ke dapur setelah sampai Berlian langsung meletakkan gelas dan piring kotor tadi ke meja dapur lalu mengguyurkan air ke dalam gelas kotor dan piring kotor setelah itu Berlian mengambil spons pencuci piring dan mulai menggosokkannya ke piring yang ada di depannya setelah beberapa piring telah di gosokkan dengan spons pencuci piring lalu spons pencuci piring langsung di gunakan untuk menggosokkan ke gelas kotor setelah beberapa gelas telah di gosokkan dengan spons pencuci piring Berlian meletakan spons pencuci piring ke tempat semula lalu Berlian menyalakan kran air lalu membilas semua piring yang ada di hadapannya satu persatu setelah piringnya selesai di bilas semua Berlian langsung membilas semua gelas yang ada di hadapannya setelah semuanya beres Berlian berniat membawa gelas dan piring bersih ke rak piring lalu Berlian mulai melangkah menuju ke rak piring setelah itu meletakkan gelas dan piring yang baru saja di cuci oleh dirinya


Awan sudah sampai di tempat kuliah Devia dan Fendi lalu Awan menepikan mobilnya dan menghentikan mobilnya setelah sampai sana dan mobil berhenti Devia membuka pintu mobilnya di ikuti oleh Fendi yang juga ikut membuka pintu mobilnya lalu Devia, dan Awan yang juga ikut membuka pintu mobil membuat Devia, Awan, dan Fendi kompak turun dari mobil lalu berbincang bincang di luar setelah menutup pintu mobil mereka masing masing


"Devia Fendi nanti papa jemput kalian" ucap Awan sambil menatap ke arah Fendi dan Devia secara bergantian sementara Fendi langsung menganggukkan kepalanya mantap berbeda dengan Devia yang menggelengkan kepalanya


"Jangan pah soalnya nanti aku mau mampir ke rumah teman untuk mengerjakan tugas kuliah" jawab Devia lalu mencium punggung tangan Awan sementara Fendi tersenyum tipis sedangkan Awan menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Tapi nanti kamu pulangnya jangan kesorean" pinta Awan sambil mengusap pucuk kepala Devia sementara Devia menganggukkan kepalanya samar sedangkan Fendi menatap ke Devia ingin sekali dirinya bertanya mau mampir kemana kepada Devia namun pertanyaan itu mampu di telan kembali olehnya


"Iya papa kalau begitu aku masuk dulu" ucap Devia menatap ke arah Awan "Papa hati hati di jalan" ucap Devia lagi sambil tersenyum ke arah Awan membuat Awan ikut tersenyum ke arah Devia lalu menganggukkan kepalanya satu kali tanpa ragu Devia melangkahkan kakinya menuju ke halaman kampus sementara Fendi langsung berucap


"Nanti aku tunggu jemputan papa" ucap Fendi membuat atensi Awan yang sedang menatap ke arah punggung Devia langsung menoleh ke arah sumber suara yang ada di sampingnya siapa lagi kalau bukan suara Fendi


"Fendi nanti kamu nunggu papa memangnya kamu ngga ada tugas kuliah ?" tanya Awan sambil mengulurkan tangannya kepada Fendi untuk di cium tak menunggu lama Fendi langsung menerima uluran tangan Awan lalu dirinya mencium punggung tangan Awan setelah itu dirinya berucap


"Kamu belajar yang rajin Fendi supaya bisa pintar kayak kakak kamu walaupun kakak kamu kalau mengerjakan tugas kuliahnya milihnya malam kayak mengerjakan tugas lemburan kantor tapi dia anak yang pintar" Awan membanggakan dan memuji anak sulungnya membuat Fendi mengeluarkan seringai kecil


"Tenang aku juga pintar dalam segala hal malah aku pintar makan, pintar belanja dan shopping, pintar tidur, pintar menghabiskan makanan" canda Fendi lalu terkekeh menatap Awan sementara Awan tanpa ragu menoyor kepala Fendi


"Itu bukan kepintaran Fendi yang namanya kepintaran itu dalam bidang akademik bukan dalam bidang shoping atau belanja, tidur, dan menghabiskan makanan anak kecil saja bisa buktinya anak kecil selalu meminta di belikan makanan dan mainan ke orang tuanya" ketus Awan menatap nyalang ke Fendi sementara Fendi memegang kepalanya yang habis di toyor oleh Awan sembari mengeluarkan cengirannya

__ADS_1


"Iya papa maafin aku karena aku tadi cuma becanda" ucap Fendi sambil menundukkan kepalanya dengan raut wajah yang merasa bersalah "Aku mau masuk ke dalam kampus dulu papa" imbuh Fendi sambil mendongakkan kepalanya tersenyum menatap ke arah Awan lalu Awan ikut tersenyum ke arah Fendi sembari mengusap kepala Fendi dengan sayang


"Iya Fendi papa maafin sana kamu sekarang masuk dan jangan lupa nanti papa jemput jadi kamu ngga usah pesan grab atau taksi buat pulang ke rumah" Awan mengingatkan Fendi membuat Fendi menganggukkan kepalanya mantap sembari mengulas senyum lebar karena uang sakunya tidak terpotong untuk membayar grab atau taksi karena nanti di jemput Awan


"Iya papa nanti aku bakal menunggu papa menjemput aku memangnya papa ngga ada meeting ?" jawab Fendi di sertai pertanyaan di dalamnya sementara Awan menggeleng gelengkan kepalanya


"Papa ngga ada meeting nanti siang Fendi makanya papa bisa jemput kamu" celetuk Awan mengulas senyum lebar karena kedua anaknya sangat memahami dirinya kalau dirinya tidak bisa menjemput Fendi dan Devia pasti mereka berdua tanpa protes dan dengan senang hati pulang sendiri dengan cara memesan grab atau taksi


"Oke papa nanti aku tunggu hati hati di jalan pah" ucap Fendi sembari menatap Awan sementara Awan menganggukkan kepalanya


"Iya Fendi papa bakalan hati hati menyetirnya kamu juga hati hati walaupun jaraknya kelas kamu dekat kami juga harus hati hati jangan sampai menginjak lantai yang banyak airnya supaya tidak terjatuh dan jangan sampai kamu tersandung batu supaya kamu tidak mencium wanginya lantai" saran Awan sembari terkikik geli membuat Dendi menatap tajam ke arah Awan


"Papa juga hati hati menyetir mobilnya jangan sampai menabrak angin aku sangat hati hati kalau jalan saking hati hatinya aku jalannya melebihi kura kura ngga banjir papa karena semalem ngga turun hujan pasti ngga kayak lantai kebanjiran di dalam kampus dan di dalam kelas ngga ada batu jadi ngga bakalan tersandung batu" jawab Fendi tanpa menunggu jawaban dari Awan dirinya langsung melengos lalu pergi melangkahkan kakinya menuju ke dalam kelas sementara Awan sibuk menatap jejak kaki Fendi dan menatap punggung Fendi

__ADS_1


__ADS_2