
Devia tak henti hentinya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sedangkan Rahma melototkan kedua matanya ke arah Devia sementara Elsa menatap nyalang ke Devia dan Elsa secara bergantian sungguh Elsa heran teriakan merdunya terbuang sia sia.
Elsa melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil kedua matanya Elsa melotot ke arah Rahma dan Devia secara bergantian z jujur Elsa sangat geram dengan perlakuan Elsa dan Devia yang tidak mendengarkan suara merdu dari Elsa lebih tepatnya tidak mendengarkan teriakan dari Elsa.
"Rahma lo juga ngga dengar teriakan merdu gue tadi" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang suaranya sangat menggema di kantin kampus tersebut sedangkan Devia yang langsung menambahkan porsi senyum di wajahnya karena dirinya sangat yakin Rahma juga tidak mendengar suara teriakan Elsa yang menurut Devia lebih merdu suaranya dirinya sendiri, sementara Rahma masih melototkan kedua matanya ke arah Devia sehingga Rahma tidak mendengar suara Elsa lebih tepatnya suara teriakan Elsa.
"Elsa gue yakin sekarang Rahma masih melamun jadi otomatis Rahma ngga mendengarkan suara merdunya lo, kalau gue pasti kadang mendengar suara teriakan lo tapi kalau Rahma lo bisa lihat sendiri kan ?, Rahma sering ngga mendengarkan lo jadi jadi kalau gue jadi lo bakal gue beri hukuman ke Rahma ratusan juta lipat dari hukuman ke gue" Devia menjadi bensin dalam suasana kebakaran dengan api yang berkobar kobar sehingga membuat api kobaran itu menyala semakin besar sedangkan Rahma tersenyum licik membenarkan apa yang di katakan Devia entah rencana apa yang ada di otaknya dan kepalanya Elsa sementara Rahma masih sibuk melototkan kedua matanya ke arah Devia.
Rahma sejak tadi memperhatikan gerak gerik Devia yang berbicara dengan Elsa namun Rahma tidak bisa mendengar apa yang sebenarnya Devia dan Elsa bicarakan membuat tingkat kepo Rahma mulai kambuh.
__ADS_1
"Devia gue curiga sama Devia yang tadi bicara sama Elsa memangnya apa yang tadi di bicarakan oleh Devia kepada Elsa gue jadi penasaran pengin tahu apa jangan jangan Devia mengompori Elsa buat memberikan hukuman ke gue awas saja kalau itu terjadi gue bakalan ikut seret lo juga Devia supaya lo juga di berikan hukuman yang lebih berat dari gue dan hukuman yang lebih kejam dari gue" batin Rahma sambil tersenyum menyeringai.
Devia senang dan tak bisa melunturkan senyuman lebar di wajahnya malah kini Devia melebarkan senyuman lebar di wajahnya karena merasa bahagia entah Devia merasa bahagia kenapa hanya Devia yang tahu karena semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu isi hati dari Devia.
"Rahma gue senang banget karena gue sudah membakar isi hatinya Elsa supaya semakin marah ke lo, gue jadi ngga sabar pengin melihat aksinya Elsa setelah gue mengompori lo yang ngga pernah mendengar semua teriakan Elsa pasti nanti bakalan heboh melebihi hebohnya drama yang ada di sinetron atau film" batin Devia sambil mengumbar senyum lebar di wajahnya yang tak pernah luntur walaupun hanya satu detikpun.
Elsa yang telah menunggu selama beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Elsa menunggu selama beberapa puluh menit namun Elsa gak mendengar jawaban dari Rahma walaupun hanya satu kata tak keluar dari bibirnya membuat Elsa curiga kalau Rahma sedang melamun.
Setelah Elsa mengajak otaknya untuk di ajak bekerja sama membuat Rahma tersadar dari lamunannya kini Elsa telah menemukan jawaban yang pas istilah gaulnya Elsa sudah menemukan cara yang pas buat menyadarkan Rahma dari lamunannya.
"Gue sudah tahu cara supaya Rahma tersadar dari lamunannya ternyata otaknya gue cerdas dan pintar juga karena bisa menemukan ide yang briliant hanya dalam jangka waktu beberapa menit doang ngga sampai puluhan menit dan ratusan menit gue harus menjalankan aksinya menyadarkan lamunannya Rahma sekarang juga" batin Elsa sambil tersenyum licik menatap ke arah Rahma yang masih sibuk melamun.
__ADS_1
Dalam hatinya Rahma sedang bingung dan panik karena dirinya memang tidak mendengarkan suara apapun termasuk suara omongan dan teriakan Elsa karena Rahma sedang sibuk mematung di tempat dengan di penuhi dan di selimuti banyak ketakutan di dalam hatinya.
"Gue harus gimana dong soalnya gue ngga mendengar teriakan Elsa apalagi suaranya Elsa terus gue harus jawab apa kalau nanti Elsa melempar uang ke gue, koq jadi bahas uang ini lagi bahas Elsa, gue panik dan takut nanti kira kira jawab apa kalau Elsa melempar hadiah ke gue, lho koq jadi malah bahas lempar hadiah tadi itu bahasnya Elsa bukan hadiah, lebih tepatnya nanti gimana dong kalau Elsa melempar banyak pertanyaan ke gue harus jawab apa gue biar ngga dapat teriakan Elsa yang sangat keras dan sangat kencang" batin Rahma sambil meremas kedua tangannya sendiri karena panik dan cemas.
Setelah Rahma memutar otaknya selama beberapa hari kelamaan dong maksudnya setelah Rahma memutar otaknya selama beberapa menit kini Rahma telah menemukan ide briliant yang terpancar dan keluar dari otaknya sehingga membuat Rahma menaburkan senyum lebar di wajah cantiknya.
"Gue punya ide briliant gimana kalau nanti gue jawab gue dengar teriakannya Elsa tapi kalau Elsa bertanya Elsa teriak apa saja gue tinggal jawab belum ingat alias lupa karena teriakannya sangat cepat melebihi kecepatan kereta ternyata otak gue cerdas dan pintar juga kalau gue ikut lomba cerdas cermat pasti gue menang soalnya gue pintar dan cerdas" batin Rahma sambil mengeluarkan senyum devil.
Devia masih saja mengumbar senyum lebar di wajahnya entah mengapa Devia tidak bisa melunturkan senyum lebar itu dari wajahnya mungkin karena Devia sangat bahagia habis melihat gajah bertelur memangnya ada gajah bertelur ? entah apa yang membuat Devia tersenyum lebar hanya Devia yang tahu jawabannya.
"Rahma gue yakin lo bakalan menerima hukuman yang lebih berat dari gue jadi tinggal tunggu tanggal mainnya doang, soalnya gue yakin Elsa percaya sama omongan gue, tapi gue penasaran kira kira hukuman berupa apa yang akan Elsa berikan kepada Rahma, gue jadi penasaran pakai banget dengan hukuman yang akan di berikan oleh Elsa kepada Rahma" batin Devia sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya.
__ADS_1