
Saat Odin sedang asyik berbincang dan mengobrol dengan Rahma melalui sambungan video call tiba tiba terdengar suara ketukan pintu yang menggema di ruangan kerja miliknya Odin
TOK TOK
Seseorang ada yang mengetuk pintu ruangan kerja miliknya Odin orang itu adalah asisten pribadinya Odin datang untuk memberi tahu bahwa sebentar lagi ada meeting dengan client untuk membahas kerjasama antara perusahaan milik Odin dan milik client tersebut sementara Odin yang masih setia mengobrol dengan Rahma sang pacar lebih gaulnya kekasih mendengar pintu di ketuk membuat Odin langsung menyuruh masuk ke orang yang mengetuk pintu ruangan kerja miliknya
"Masuk" ucap Odin sambil masih tetap menatap wajah cantiknya Rahma yang masih terpampang nyata di depannya sementara Devia dan Rahma yang mendengar suara ketukan pintu langsung kompak menatap ke Odin dengan di selimuti dan di penuhi tanda tanya siapakah yang mengetuk pintu ? apakah semut bisa mengetuk pintu ruangan kerja Odin ?
Orang yang mengetuk pintu tanpa ragu membuka pintu ruangan kerja miliknya Odin lalu orang tersebut berjalan masuk ke dalam ruangan kerja miliknya Odin tanpa menutup pintu
"Bos sebentar lagi akan ada meeting dengan client untuk membahas kerjasama" jelas Bobby sambil tersenyum manis ke arah Odin setelah Bobby ada di hadapannya Odin hanya di beri meja sebagai pembatas di antara Odin. dan Bobby sementara Odin hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ramah
__ADS_1
"Iya Bobby sebentar lagi saya akan keluar tolong siapkan berkas berkasnya untuk meeting" sahut Odin sembari tersenyum tipis menatap ke arah Bobby sedangkan Bobby menganggukkan kepalanya dengan mantap masih dengan senyum yang mengembang di wajahnya mungkin kalau adonan kue apapun kalau mengembang enak di makan dan bisa langsung di makan
"Baik bos saya permisi dulu" pamit Bobby sembari menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat ke Odin sedangkan Odin yang sedang menatap ke arah Rahma langsung menoleh ke arah Bobby sebentar sembari menganggukkan kepalanya lalu Odin menatap ke arah Rahma lagi
"Bobby nanti setelah kamu selesai menyiapkan berkas berkas untuk meeting lebih baik kamu ke ruangan meeting terlebih dahulu nanti saya akan menyusul ke sana" jelas Odin sambil menatap ke arah Bobby membuat Bobby lagi dan lagi dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap tanpa protes walaupun satu katapun
"Iya bos saya permisi dulu kalau gitu" izin Bobby sambil tersenyum ke arah Odin sementara Odin hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban setelah Bobby menunggu sekitar beberapa puluh menit kelamaan dong keburu pegal kakinya Bobby berdiri maksudnya setelah Bobby menunggu selama beberapa detik tapi tidak menjawab dan kedua matanya Odin langsung fokus menatap ke arah layar handphone yang ada di tangannya membuat Bobby melangkah pergi meninggalkan ruangan kerja miliknya Odin sambil mempercepat langkah kakinya setelah Bobby sampai di sebelah pintu tanpa ragu tangannya Bobby langsung terulur untuk membuka pintu ruangan kerja miliknya Odin setelah pintu terbuka Bobby melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Odin setelah itu Bobby langsung menutup pintu ruangan kerja miliknya Odin sementara Odin masih fokus menatap ke arah wajahnya Rahma dengan lekat membuat Rahma tersipu malu dan menampilkan wajah merah merona seperti kepiting rebus sedangkan Devia yang melihat wajah merah merona Rahma langsung tersenyum tipis dan menahan tawanya yang akan keluar buru buru Devia telan kembali
Odin
"Iya sayang lebih baik kamu siap siapa saja sekarang buat meeting" jawab Rahma tak henti hentinya tersenyum lebar dari tadi senyum di wajah Rahma tidak pernah putus sementara Odin masih setia mengulum senyum lebar malah menambahkan porsi senyuman lebar di wajah tampannya
__ADS_1
"Iya sayang aku siap siap dulu buat meeting dengan client tapi kamu tenang saja client aku pria bukan wanita jadi kamu ngga usah cemburu padahal aku masih rindu sama kamu" jelas Odin sambil membereskan dasi yang di pakai sedangkan Rahma tersenyum tipis dengan menampilkan wajah yang sumringah hatinya berteriak teriak gembira karena client Odin pria bukan wanita tapi Rahma membuat ekspresi wajahnya hanya tersenyum lebar
Rahma
"Aku juga sebenarnya sudah rindu banget sama kamu sayang tapi kan sebentar lagi kamu ada meeting jadi sebaiknya kamu siap siap buat meeting saja aku ngga cemburu koq walaupun client kamu wanita tapi itu hanya sebatas teman kerja doang ngga lebih jadi buat apa aku cemburu ?" balas Rahma sambil tersenyum simpul ke arah Odin sementara Odin terkekeh kecil mendengar jawaban Rahma sedangkan Devia mengamati wajahnya Rahma
Odin
"Makasih sayang kamu hebat banget dan menjadi wanita paling sempurna di mata aku karena kamu menjadi wanita yang dewasa banget dan memahami aku makanya aku sangat mencintai kamu dan aku serius menjalani hubungan sama kamu walaupun kamu dan aku hanya kenal lewat sosial media alias dunia maya tapi aku berniat menikahi kamu aku juga berjanji akan menikahi kamu" jelas Odin panjang lebar sambil tak henti hentinya mengumbar senyum lebar di wajahnya sedangkan Rahma menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tak kalah lebar karena dari tadi Rahma tidak melunturkan senyuman lebar di wajahnya sedangkan Devia menatap ke Odin yang termpampang nyata di layar handphone Rahma dan menatap ke Rahma yang duduk di sebelahnya
Rahma
__ADS_1
"Sama sama sayang kamu bisa saja memuji aku dan gombal ke aku sampai aku terbang melayang tinggi ke atas angkasa makasih kalau kamu sudah serius ke aku dan mencintai aku iya aku juga berharap walaupun aku sama kamu hanya kenal lewat sosial media alias dunia maya tapi aku ingin ke jenjang yang lebih serius sama kamu yaitu aku menikah sama kamu menurut aku kamu pria paling sempurna yang aku kenal karena kamu sikapnya dewasa dan ngga gampang marah" sahut Rahma dengan kedua mata yang berbinar sedangkan Odin tersenyum lebar sambil menghilangkan wajah merah merona di pipinya setelah mendapat pujian dari sang kekasih yaitu Rahma
"Rahma lo mau menikah memangnya lo siap menikah di saat masih kuliah lo harus bagi bagi waktu dong lo sanggup ngga bagi bagi waktu kayak gitu" cerocos Devia sambil menatap ke arah Rahma dengan tatapan serius sedangkan Rahma langsung menatap tajam ke arah Devia sementara Odin hanya tersenyum tipis lalu terkekeh kecil