
Safa melangkahkan kakinya menuju ke penjaga kantin kampus perusahaan miliknya sementara Hendra jantungnya Hendra masih merasakan berdetak lebih cepat namun karena dirinya sangat penasaran kenapa Safa belum sarapan di rumahnya padahal acara meeting nanti pukul sepuluh jadi kalau untuk sarapan Safa masih ada waktu buat sarapan di rumah dan ngga akan terlambat lalu tangan Hendra merogoh ponsel yang ada di saku celananya setelah mendapatkan ponsel miliknya lalu Hendra mengetik nama Satria di kontak handphone miliknya lalu tanpa ragu Hendra menelpon nomor Satria tanpa menunggu terlalu lama terdengar suara Satria yang menguar di indera pendengaran miliknya
Satria
"Ada apa Hendra ?" tanya Satria saat pertama kali mengangkat telpon dari Hendra sementara Hendra tersenyum lebar karena panggilan darinya langsung sampai dengan selamat dan langsung di angkat oleh Satria
Hendra
"Maaf om katanya Safa ada masalah kalau boleh saya tahu masalahnya apa yah om ?" tanya Hendra sambil menampilkan raut wajah penasaran sedangkan Satria tersenyum lebar dirinya bisa menebak bahwa Hendra dekat dengan Safa sehingga Safa bercerita ke Hendra kalau dirinya ada masalah
Satria
"Apa Safa tidak cerita ke kamu Hendra ?" bukannya menjawab Satria malah melemparkan pertanyaan ke Hendra sementara Hendra mengerutkan keningnya heran soalnya Safa tidak bercerita tentang masalah yang dia hadapi ke Hendra
"Safa ngga cerita ke saya om makanya saya bertanya ke om apalagi tadi Safa bilang dirinya belum sarapan di rumah mungkin saya menyimpulkan sendiri kalau Safa ada masalah dengan orang rumah apa om tahu ? padahal meeting nanti sekitar pukul sepuluh pagi jadi kalau misalkan Safa tadi mau sarapan terlebih dahulu di rumah masih ada waktu dan Safa juga ngga bakalan telat mengikuti meeting" jelas Hendra panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sedangkan Satria tersenyum lebar mendengar jawaban Hendra sesuai dugaan dirinya bahwa Safa bercerita ke Hendra tentang kejadian pagi ini berarti Safa sbabat dekat dengan Hendra
Satria
"Hendra tadi pagi Safa punya masalah sama om dan dia juga tadi pagi berantem sama om itu yang menyebabkan Safa belum sarapan di rumah pagi ini" jelas Satria sejujur jujurnya sementara Hendra mengerutkan keningnya bingung Safa dan papanya berantem ? memangnya berantem masalah apa ? kecuali kalau anak kecil dan anak kecil juga kalau berantem pasti masalahnya rebutan mainan apa mungkin Safa dan Satria rebutan mainan ? tidak mungkin dong mereka berdua rebutan mainan uang mereka berdua juga cukup buat beli mainan banyak bahkan membeli perusahaan mainan juga uang miliknya Safa dan uang miliknya Satria mampu dan sanggup membeli beratus ratus juta perusahaan mainan dan beratus ratus juta pabrik mainan
__ADS_1
Hendra
"Kalau boleh tahu om dan Safa berantem masalah apa ?" tanya Hendra dengan hati hati sambil menampilkan wajah yang serius seakan Satria ada di depan Hendra saat ini juga sedangkan Satria tersenyum kecil mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Hendra sebenarnya Hendra ingin sekali bertanya kepada Satria memangnya om dan Safa berantem gara gara rebutan mainan namun pertanyaan itu di telan kembali oleh Hendra karena otak cerdasnya Hendra berpikir tidak mungkin Safa dan Satria berantem cuma gara gara masalah sepele memperebutkan mainan
Satria
"Hendra om tadi pagi menasehati Safa supaya Safa membuka hati dan mulai belajar mencintai laki laki yang benar benar tulus mencintai Safa dan om juga bilang mulai sekarang Safa harus berhenti mengejar ngejar Pram laki laki yang sangat di cintai Safa dari kecil tapi Pram tidak mencintai Safa bahkan Safa sampai bilang ke om dan tante untuk menjodohkan Safa dan Pram dengan cara om dan tante membicarakan perjodohan antara Safa dan Pram kepada kedua orang tuanya Pram supaya menyetujui perjodohan antara Safa dan Pram sebenarnya kedua orang tuanya Pram sudah setuju dengan perjodohan Safa dan Pram namun tapi Pram tetap menolak perjodohannya dengan Safa dan dia mengancam walaupun seandainya dia dan Safa menerima perjodohannya dengan Safa dan walaupun Pram mau menyanggupi menikahi Safa tapi Pram tidak akan menyentuh Safa dari atas ujung rambut kepala sampai ujung kaki bawah sehingga bahasa gaulnya seandainya Pram mau menikahi Safa pernikahan Safa dan pernikahan Pram hanya sebagai pernikahan status bahkan setelah menikah Pram tidak akan melakukan hubungan intim layaknya suami istri kepada Safa setelah Pram bicara seperti itu om dan tante tidak jadi melanjutkan perjodohan antara Safa dan Pram sementara Safa selalu bilang ke om dan tante bahwa Safa menyetujui syarat yang di ajukan oleh Pram yaitu Safa di nikahi oleh Pram namun Safa tidak di sentuh oleh Pram karena Safa yakin seiring berjalannya waktu pasti Pram akan jatuh cinta ke Safa dan akan mencintai Safa sehingga Pram akan melakukan hubungan intim layaknya suami istri dengan Safa tapi om dan tante tetap para keputusannya yaitu tidak melanjutkan perjodohan antara Safa dan Pram karena kasihan Safa kalau harus menderita di pernikahannya sehingga tante dan om sebagai orang tuanya Safa tidak rela kalau Safa di perlakukan seperti itu oleh Pram" jelas Satria panjang kali lebar sambil mengawang awang kejadian yang terjadi seperti Gil. yang berputar putar di kepalanya sedangkan Hendra hanya diam mendengarkan ceramah maksudnya cerita dari Satria entah mengapa hati Hendra ikut sakit merasakan apa yang di rasakan Safa dan yang lebih parahnya lagi hatinya Hendra hancur berkeping keping dan hancur lebur walaupun pria yang di cintai Safa tidak mencintai Safa tapi entah menatap Hendra sangat cemburu dengan pria itu yang sangat di istimewakan okek Safa sementara dirinya hanya di anggap teman biasa
Hendra
"Apa Safa sangat mencintai lelaki itu om ?" tanya Hendra dengan wajah agak kecewa dan suara yang bergetar sedangkan Satria hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan Hendra lalu dirinya berkata
Satria
Hendra
"Iya om pasti saya akan dukung keputusan om" sahut Hendra sambil masih menebar senyum lebar sedangkan Satria terkekeh kecil
Satria
__ADS_1
"Hendra kamu tahu Safa ada dimana ? apa Safa sudah sarapan ?" tanya Satria smabkl membuka berkas yang ada di meja kerjanya sementara Hendra menatap ke arah Safa
Hendra
"Safa baru akan makan sama saya om dan sekarang Safa sedang pesan makanan" sahut Hendra sambil menyilangkan kedua kakinya sedangkan Satria tersenyum lebar
Satria
"Hendra om titip Safa sama kamu oh iya sekarang om akan ada meeting" ucap Satria sambil menutup berkasnya lalu membernarkan posisi dasinya dengan tangannya
Hendra
"Pasti saya akan jagain Safa om oh iya silahkan om siap siap buat meeting maaf kah mengganggu waktu om" kata Hendra sambil menatap ke Safa yang sedang memesan makanan
Satria
"Hendra kamu ngga ganggu malah om senang kalau kamu dekat sama Safa" jelas Satria sambil tersenyum sumringah karena Hendra perhatian ke Safa
Hendra
__ADS_1
"Saya bakal jagain Safa om" jawab Hendra sementara Satria hanya membalas dengan gumaman lalu Hendra mematikan sambungan telpon sementara Satria menyiapkan berkas berkas untuk meeting