
Setelah mengendarai mobil selama beberapa menit mobil Vian telah mendarat maksudnya telah sampai di kantor miliknya lalu Vian memarkirkan mobilnya di tempat parkir tak lupa Vian mengerem mobilnya supaya mobilnya berhenti setelah mobil itu berhenti Vian membuka pintu mobilnya tanpa di komando kaki dan tubuh Vian langsung keluar dari mobil dan Vian menutup pintu mobilnya kembali setelah itu Vian melangkah menuju ke dalam perusahaan miliknya untuk menuju ke ruangan kerja miliknya
"Aku belum terlambat kayaknya soalnya aku juga tadi sudah suruh asisten aku buat menghadiri meeting duluan paling aku cuma terlambat meeting beberapa menit doang" gumam Vian sambil mempercepat langkah kakinya menuju ke ruang kerjanya
Saat Fendi sedang melangkah menuju ke kelas kampusnya tiba tiba ada teman kuliahnya Fendi yang juga akan menuju ke kelasnya kebetulan orangnya juga satu kelas dengan Fendi dirinya melihat Fendi sedang berjalan sendirian niat jahilnya muncul di otaknya lalu dirinya tiba tiba Danz mengagetkan Fendi yang sibuk berjalan sendirian menuju ke kelas kampusnya jadi Danz sahabat Fendi jadi sahabat Fendi langsung menepuk bahu Fendi
"Awas Fendi nginjek semut" teriak Danz di telinga Fendi sambil mengeluarkan suara yang sangat keras melebihi kerasnya suara toa sementara Fendi hanya tersenyum licik
"Gue ngga kaget tuh Danz" ucap Fendi sembari tersenyum mengejek sementara Danz melongo melihat tingkah Fendi yang tidak kaget sama sekali setelah di kagetkan oleh dirinya
"Perlu di tanyakan lo budeg Fendi ? gue sudah teriak teriak sangat keras banget di telinga lo tapi lo ngga kaget ?" cerca Danz sambil menatap wajah Fendi dan berpikir bahwa telinga Fendi bermasalah karena dirinya sudah teriak sangat keras di telinga Fendi namun Fendi tidak kaget sama sekali sedangkan Fendi menatap tajam ke arah Danz mendengar tuduhan dirinya budeg sehingga dirinya tak sengaja kakinya berhenti lalu Danz meletakkan tubuhnya di depan tubuh Fendi membuat Fendi mengikuti langkah kaki Danz sembari masih menatapnya dengan tatapan tajamnya
__ADS_1
"Danz minggir gue mau lewat apa lo mau gue tabrak kalau lo masih di depan gue" ancam Fendi sambil melototkan kedua matanya
"Fendi gue ngga takut ancaman lo" balas Danz tersenyum devil sementara Fendi memutar otaknya untuk berpikir supaya bisa berjalan ke arah kelasnya dalam waktu dekat
"Danz minggir gue mau lewat atau lo mau gue tabrak" bentak Fendi berpura pura marah kepada Danz membuat Danz terlonjak kaget sampai mundur beberapa langkah soalnya kalau ke depan namanya maju bukan mundur mendengar suara bentakan Fendi yang di buat buat seperti orang kesurupan maksudnya seperti orang marah
"Fendi lo galak banget" dengus kesal Danz lalu menatap nyalang ke arah Fendi sementara Fendi menahan tawanya lalu mulai melajukan kakinya untuk berkelana ke arah kelasnya sedangkan Danz mengekori di belakang Fendi
"Danz lo ngapain ngikutin gue ?" ketus Fendi dengan menaikkan suaranya lima oktaf lalu menghentikan langkah kakinya untuk menatap nyalang ke arah Danz karena Danz tidak tahu Fendi mengerem mendadak sehingga Danz menabrak badan Fendi orang orang yang sedang berlalu lalang yang melihat Danz menabrak Fendi langsung tertawa terbahak bahak tanpa dosa menahan malunya karena di tertawakan banyak semut maksudnya di tertawakan oleh banyak tikus lebih tepatnya Danz merasa malu karena di tertawakan oleh banyak orang sedangkan Fendi menatap nyalang ke arah Danz
"Danz lo nya saja yang ngga jaga jarak makanya kalau mau kemana mana jaga jarak dan jangan berhimpitan terus lo kira mau menyebrang" jawab Fendi dengan nada ketus sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sementara Danz memutar bola matanya dengan malas
__ADS_1
"Fendi slogan yang benar adalah jaga uang anda supaya tidak cepat habis" jelas Danz sembari berkacak pinggang sementara kedua mata Fendi membola mendengarkan perkataan Danz
"Danz terserah lo saja deh orang yang waras kayak gue nurut saja sama orang gila kayak lo" sindir Fendi menatap ke arah Danz sekilas lalu melanjutkan misinya yaitu menuju ke dalam kelasnya sedangkan Danz tercengang mendengar perkataan Fendi yang menohok
"Sialan lo Fendi" Danz berdecak lalu dengan langkah cepat menyusul Fendi setelah ada di samping Fendi tanpa ragu dan tanpa di komando Danz langsung menoyor kepala Fendi
"Awww Danz" bentak Fendi sembari memegang kepalanya yang menjadi toyoran oleh tangannya Danz saat Fendi hendak membalas perlakuan Danz kepada Danz dengan cepat Danz berlari terbirit birit seperti di kejar kejar maling maksudnya seperti orang yang mengejar ngejar maling yang mengambil uang logam lima ratus perak atau maling yang mengambil uang logam seratus perak tanpa berpikir dua kali dan tanpa berpikir panjang Fendi ikut berlari mengejar Danz yang sudah ada di depannya sambil masih tetap berlari
Dana mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang di dalam perjalanannya menuju ke kantor miliknya dirinya tengah memikirkan Pram yang belum menikah sehingga Dana selalu berharap Pram menemukan wanita yang sangat di cintainya dan segera menikah karena Dana ingin cepat mempunyai menantu dan Dana ingin secepatnya menimang cucu dari rahim istri Pram
"Semoga Pram cepat menemukan wanita yang di inginkan dan sesuai dengan yang Pram mau sebab aku sudah tidak sabar ingin menimang cucu dari rahim istrinya Pram dan semoga Tuhan cepat menjodohkan Pram dengan wanita yang sangat di cintai oleh Pram entah kenal lewat apapun yang penting Pram mencintai wanita itu dan wanita itu juga mencintai Pram" gumam Dana sambil tetap melajukan mobilnya menuju ke perusahaan miliknya dengan kecepatan sedang
__ADS_1
Pram terbangun karena mendengar suara yang berbunyi nyaring yang bersumber dari handphone miliknya membuat Pram menatap ke arah handphone miliknya lalu melirik ke nama yang terpampang nama pemanggil yang terpampang di handphone miliknya di situ tertera nama Safa wanita yang selalu mengejar ngejarnya namun Pram selalu menolaknya setelah melihat nama penelpon yang menelpon handphone miliknya Pram langsung mengambil handphone miliknya yang tergeletak di atas meja lalu mematikan sambungan telponnya dan meletakkan handphone miliknya lagi ke atas meja masih dengan posisi yang sama yaitu rebahan di atas ranjang empuk miliknya
"Ngapain sih Safa pagi pagi nelpon gue sudah tahu gue ngga suka sama dia dan gue juga sudah sering menolak dia secara halus atau secara kasar masih ngejar ngejar gue segala nanti kalau dia kesandung batu bukan urusan gue soalnya keasyikan mengejar ngejar gue sampai belum ingat ada batu atau ngga" monolog Pram sambil mengucek ngucek matanya dan dia masih merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya tak lupa juga dirinya masih dalam mode mengantuk